Queenara

Queenara
Syarat mendapatkan tender



Kevin pun turut tersenyum melihat sikap putranya. Ia mengulurkan sebelah tangannya pada Boy lalu mengusap lembut kepala putranya. "Kak Zel memang gadis kecil yang baik hingga banyak orang yang menyukainya." Ucap Kevin.


"Kau benar. Zel memang gadis kecil yang baik dan menggemaskan. Entah mengapa gadis kecil itu selalu mampu membuat orang-orang mudah sayang padanya dan mencintainya." Timpal Queen karena juga merasakan hal yang sama pada Zeline.


Kevin tersenyum mendengarnya. Mobil milik Kevin pun terus melaju menuju kediaman Daniel. Setelah menempuh perjalanan lebih kurang tiga puluh menit, mobil Kevin pun akhirnya sampai di depan rumah milik Daniel dan Naina. Kevin terlihat turun lebih dulu dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Queen. Ia mengambil tubuh Boy lebih dulu lalu mempersilahkan Queen untuk turun.


"Ayo turun." Ajak Kevin yang angguki Queen sebagai jawaban.


"Tumben sekali Marvel dan Dio belum datang." Ucap Kevin saat tak melihat keberadaan mobil Marvel atau Dio di depan rumah Daniel.


"Mungkin mereka sedang sibuk hari ini." Jawab Queen.


"Mungkin saja." Jawab Kevin.


"Mana Tak Jel?" Tanya Boy yang nampak sudah tidak sabar melihat keberadaan Zeline.


"Kak Zel ada di dalam. Ayo kita masuk untuk melihat Kak Zel." Ajak Kevin.


"Ayo!" Balas Boy bersemangat.


Queen tersenyum gemas melihat sikap putranya. Kevin dan Queen pun melangkah masuk ke dalam rumah setelah seorang pelayan mempersilahkan mereka untuk masuk.


"Dimana Daniel dan Naina?" Gumam Kevin karena tak melihat keberadaan dua sahabatnya.


Seorang pelayan nampak datang menghampiri mereka sambil membawakan minuman di dalam nampan. "Silahkan duduk dulu, Tuan, Nona. Tuan Daniel dan Nona Naina masih berada dalam kamar dan sebentar lagi akan turun." Ucapnya.


Kevin mengangguk paham lalu duduk di atas sofa diikuti Queen setelahnya.


"Daddy mana Tak Jel?" Boy mulai merengek karena tak kunjung melihat keberadaan Zeline di sana.


"Sabar ya, Sayang. Kak Zel masih berada di atas dan sebentar lagi akan turun." Tutur Queen.


"Atas sana?" Boy menunjuk pada lantai dua berada.


Queen pun mengangguk membenarkannya.


"Lamana tulun." Ucap Boy yang mulai tidak sabar.


"Adik Boy..." Zeline berjalan terburu-buru ke arah Boy saat sudah berada di lantai bawah.


"Tak Jel..." Boy sampai bertepuk tangan karena sangking senangnya melihat keberadaan Zeline.


"Adik Boy datang menjengukku?" Tanya Zeline dengan mata berbinar.


Boy pun tersenyum malu-malu menjawab ucapan Zeline. "Iya ini..." ucap Boy pelan.


Daniel dan Naina tersenyum gemas mendengarnya.


"Kalian sudah lama datang?" Tanya Daniel.


"Tidak lama. Kami baru saja datang beberapa menit yang lalu." Jawab Kevin.


Daniel mengangguk paham lalu menjatuhkan bokongnya setelah berjabat tangan dengan Kevin dan Queen diikuti Naina setelahnya.


"Tumben sekali Marvel dan Dio belum datang?" Tanya Kevin.


Daniel menatap ke sekitarnya. "Tadi mereka sudah mengabariku jika sudah berangkat. Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai." Jawab Daniel.


Kevin mengangguk paham. "Tidak seperti biasanya mereka datang lama seperti ini." Komentar Kevin merasa aneh. Karena kedua sahabatnya itu selalu datang lebih awal jika ada perkumpulan seperti saat ini.


"Mungkin itu terjadi karena Marvel sedang pusing saat ini." Ucap Daniel lalu tersenyum.


"Pusing kenapa?" Tanya Kevin.


"Karena dia diharuskan menikah lebih dulu untuk mendapatkan tender dari perusahaan yang ada di negara M." Jawab Daniel.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.