Queenara

Queenara
Membutuhkan pendamping hidup



"Kalian benar-benar ingin membuatku gager otak, ya!" Cecar Marvel merasa kesal.


"Kami bukan ingin membuatmu gager otak melainkan agar kau cepat sadar dari apa yang kau katakan." Cetus Daniel.


"Apa maksudmu?" Tanya Marvel.


"Dari pada mengurus masa depan kedua anak-anak kami, lebih baik kau mengurus masa depanmu yang sudah di depan mata." Timpal Kevin.


"Kau..." Marvel dibuat geram mendengar ucapan Kevin yang ada benarnya.


"Kevin benar. Lebih baik kau mencari calon pendamping hidupmu dari pada memikirkan siapa jodoh anakku nantinya." Tambah Daniel.


"Jangan mengingatkanku tentang pernikahan. Kau tahu jelas jika aku tidak ingin memikirkannya." Pungkas Marvel.


"Tapi kau dipaksa harus memikirkannya atau tender itu akan jatuh ke tangan orang lain." Cibir Dio.


"Hei... kenapa kau ikut-ikutan mendesaakku?!" Amuk Marvel pada Dio.


"Itu karena apa yang Daniel dan Kevin katakan benar." Jawab Dioa seadanya.


Marvel menghela nafas panjang. "Entah mengapa aku merasa tidak ada yang berpihak dan mengerti dengan perasaanku sekarang." Ucap Marvel memasang wajah sedih.


Daniel, Kevin dan Dio mendengus bersamaan melihat wajah pura-pura memelas Marvel.


"Terlalu banyak drama." Ucap Daniel lalu mereka menggeleng bersamaan.


Marvel hanya bisa menghembuskan nafas kasar di udara melihat teman-temannya tidak ada satu pun yang berpihak kepadanya. Suasa di antara mereka pun berubah hening saat mereka memilih menyandarkan punggung masing-masing di sandaran sofa.


"Jadi bagaimana?" Tanya Daniel pada Marvel setelah cukup lama terdiam.


"Bagaimana seperti apa maksudmu?" Tanya Marvel.


"Bagaimana dengan calon pendamping hidupmu?" Jawab Daniel.


Marvel mengangkat kedua bahunya. "Entahlah... ini sungguh membuat kepalaku sakit." Jawab Marvel.


"Kau hanya memiliki waktu satu bulan untuk mencari calon pendampingmu atau kau akan kehilangan tender besar itu." Ucap Daniel dengan wajah serius.


"Tapi kau dipaksa harus memikirkannya. Jika kau tidak ingin, tender itu bisa jatuh ke pihak lain yang menjadi beruntung dari pada dirimu." Ucap Kevin.


Marvel terdiam memikirkan ucapan kedua sahabatnya. Saat ini hati dan pemikirannya dibuat kacau memikirkan syarat yang diberikan perusahaan Morgan padanya.


"Mungkin saja inilah jalan agar kau segera menikah." Ucap Daniel kemudian.


"Omong kosong. Kau tahu jelas aku tidak ingin menikah dalam waktu dekat ini. Aku bahkan berniat untuk melanjang seumur hidup." Ucap Marvel.


Daniel tersenyum miring mendengarnya. "Benarkah begitu? Apa kau tidak membutuhkan wanita untuk menemani hari tuamu dan mengisi hari-harimu?" Tanya Daniel.


"Tidak. Aku bisa membayar mereka jika ingin." Kelakar Marvel.


"Ck." Lidah Daniel berdecak. Ia selalu dibuat tak habis pikir mendengar jawaban Marvel.


"Percayalah jika kau pasti membutuhkannya. Kau tidak bisa selamanya sendiri." Ucap Kevin.


Marvel semakin dibuat malas mendengarkan ucapan ketiga sahabatnya. "Aku tidak ingin hidupku kacau dan ribet seperti kisah percintaan kalian. Lebih baik hidupku seperti ini. Tenang dan tentram." Ucapnya.


"Tapi kau lihat dibalik kekacauan kami akhirnya kami mendapatkan kebahagian." Ucap Daniel mencoba meretakkan kepercayaan diri Marvel.


Marvel terdiam dan mengiyakan dalam hati ucapan Daniel. Ia dapat melihat dengan jelas kebahagiaan di wajah kedua sahabatnya saat ini walau cukup lama melewati peliknya hubungan percintaan mereka.


"Aku bahagia bersama Naina dan Kevin bahagia dengan keluarganya." Ucap Daniel kemudian.


"Diamlah. Kau membuat kepalaku bertambah sakit." Ucap Marvel yang membuat Daniel, Dio dan Kevin menahan tawa karena Marvel mulai terpancing dengan ucapan mereka.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.