
"Papa... Mama... saya mohon berikan kesempatan sekali lagi pada saya untuk menebus segala kesalahan saya pada Queen dan menjadikan Queen kembali menjadi istri saya. Saya akan berjuang sekuat dan semampu saya untuk membahagiakan Queen dan Boy dan tak lagi membuat Queen bersedih karena saya." Ucap Kevin penuh harap.
Papa Adam diam beberapa saat sambil menatap tajam pada Kevin. "Pergilah!" Ucap Papa Adam sedikit keras.
"Pah... apa maksud Papah? Kenapa Papa menyuruh Kevin pergi. Berikan Kevin kesempatan untuk kembali membina rumah tangga dengan Queen. Demi kebahagiaan Queen dan Boy cucu kita, Pah." Ucap Mama Lita sedikit keras. Ia merasa tidak setuju dengan ucapan suaminya itu.
"Saya tidak akan pergi sebelum Papa mau menyerahkan Queen kembali menjadi istri saya." Ucap Kevin penuh tekad. Ia tidak ingin usahanya selama ini berujung sia-sia karena tak mendapatkan restu dari Papa Adam
"Papah..." Mama Lita memegang lengan Papa Adam agar menarik ucapannya yang menyuruh Kevin untuk pergi.
"Jika kau ingin meminta Queen kembali menjadi istrimu pada saya, maka pergilah sekarang juga dan kembali-lah bersama kedua orang tuamu untuk melamar Queen kembali menjadi istrimu." Ucap Papa Adam kemudian yang membuat kedua mata Mama Lita membola sempurna.
*
Sore harinya, Queen nampak berjalan tergesa-gesa keluar dari dalam ruangan kerjanya dengan tatapan yang tak lepas dari layar ponselnya. Sangking fokusnya pada layar ponselnya sambil berjalan, Queen bahkan tidak menyadari jika Riri baru saja keluar dari dalam ruangan kerjanya hingga membuat tubuh mereka saling bertabrakan.
"Aw..." Riri meringis kesakitan merasa sakit di pundaknya akibat ditabrak oleh Queen.
"Maaf, maafkan saya, Riri." Ucap Queen merasa bersalah.
"Tidak masalah, Nona." Jawab Riri tersenyum seraya meringis.
"Maaf karena saya tidak melihat jalan dan akhirnya menabrak tubuhmu." Sesal Queen.
Riri tetap tersenyum membalas ucapan Queen. "Kenapa Nona berjalan terburu-buru? Bukankah sudah saatnya jam pulang kerja dan tidak ada lagi pekerjaan yang harus Nona kerjakan?" Tanya Riri.
Queen menghela nafas sesaat. "Saya berjalan terburu-buru karena saya ingin cepat sampai di rumah, Riri. Entah mengapa sejak pagi tadi saya selalu berpikiran tentang Boy. Terlebih tadi malam Boy tidak tidur dengan tenang dan sering terjaga." Jela Queen.
Riri mengangguk paham dan mengerti apa yang Queen rasakan saat ini. "Kalau begitu segeralah pulang, Nona. Tapi jangan berkendara dengan kecepatan tinggi yang bisa membahayakan keadaan, Nona." Pesan Riri.
Queen tersenyum mendengarkan ucapan Riri. "Sekali lagi maafkan saya, Riri, kalau begitu saya pamit duluan untuk pulang." Ucap Queen dengan cepat.
Riri mengangguk. "Hati-hati di jalan, Nona." Ucap Riri yang diangguki Queen sebagai jawaban.
*
Setelah sampai di depan rumah kedua orang tuanya, Queen memarkirkan mobilnya di depan rumah lalu segera keluar dari dalam mobilnya. Ia berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah lalu sedikit berlari saat sudah masuk ke dalam rumah.
Queen pun tak memperdulikan sekitarnya dan lebih memilih melanjutkan langkahnya menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
Setelah sampai di depan pintu kamarnya, Queen mendorong pintu kamarnya dengan tak sabar hingga menimbulkan suara gesekan yang cukup keras.
"Boy?" Ucapnya memanggil nama putranya. Keningnya mengkerut melihat tidak ada tanda-tanda keberadaan Boy di dalam kamarnya. Queen mengedarkan pandangannya mencari keberadaan putranya. "Boy? Dimana Boy?" Ucap Queen merasa bingung. Karena biasanya putranya itu selalu berada di dalam kamarnya menyambut kepulangannya dari bekerja.
"Apa mungkin Boy bermain di halaman samping?" Tebak Queen. Tak ingin banyak berpikir, Queen pun segera keluar dari dalam kamarnya dan menuruni anak tangga menuju halaman samping.
Setelah sampai di halaman samping, Queen kembali dibuat bingung karena tidak melihat keberadaan Boy di sana. "Dimana Boy? Dimana anakku?" Gumam Queen. Karena merasa cemas dengan keberadaan putranya, Queen pun berteriak memanggil Mama Lita dan Papa Adam.
"Mama... Papa..." panggil Queen dengan sedikit keras.
Mama Lita dan Papa Adam yang sedang berada di dalam ruangan baca pun segera keluar dari dalam ruangan saat mendengar Queen memanggil nama mereka.
"Queen? Ada apa ini? Kenapa kau berteriak?" Tanya Mama Lita merasa bingung.
"Mamah... dimana Boy? Kenapa Queen tidak melihat Boy dimana-mana?" Tanya Queen dengan wajah panik.
"Boy?" Mama Lita mengulang ucapan Queen.
"Dimana Boy, Mah?" Tanya Queen merasa tak sabar.
"Tenanglah, sayang... Boy tadi dibawa Kevin ke apartemennya karena Boy tidak mau ditinggalkan saat Kevin berpamitan untuk pulang dari rumah kita." Ucap Mama Lita lalu menjelaskan kedatangan Kevin ke rumah mereka yang membuat Queen terkejut mendengarnya.
"A-apa? Kevin datang ke rumah kita?" Ucap Queen terbata dan merasa tak percaya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.