
"Papah... Zel ingin bermain bersama Boy dan adik." Ucap Zeline pada Daniel.
"Daddy... main sama Tak Zel." Boy pun ikut merengek pada Queen.
Marvel dan Dio kembali saling pandang dan tertawa kecil bersamaan.
"Sepertinya Boy dan Zeline sudah tidak sabar untuk bermain bersama. Sebaiknya Naina dan Queen membawa anak-anak bermain di ruangan keluarga." Saran Marvel sambil menahan tawa.
"Baiklah, kalau begitu ayo Queen, kita ajak anak-anak bermain di ruang tengah." Ajak Naina pada Queen.
Queen pun mengangguk mengiyakan. Setelah mendapatkan persetujuan dari Kevin, Queen segera mengambil Boy dan membawanya mengikuti Naina ke ruangan keluarga.
"Aku tidak menyangka jika kecentilan Zel akan turun kepada Boy." Kelakar Marvel.
"Kau benar. Bisa saja karena kedua orang tua mereka tidak jadi berjodoh, merekalah yang menggantikan orang tuanya untuk berjodoh." Timpal Dio lalu tertawa-tawa.
Sebuah bantal sofa yang baru saja dilemparkan Daniel nampak terjatuh pas di wajah Dio. Dio dan Marvel tak menghentikan tawanya justru semakin tertawa terbahak-bahak seakan lemparan bantal dari Daniel tidak berefek apa pun bagi mereka.
"Apa kalian sudah puas tertawa?" Tanya Daniel ketus.
"Tentu saja belum." Jawab Marvel dan semakin tertawa lebih keras. Dio pun turut semakin tertawa dengan keras mengikuti Marvel.
Daniel dan Kevin saling pandang dan menghela nafas bersamaan. Mereka memilih membiarkan Dio dan Marvel saling tertawa hingga mereka merasa puas.
Sementara di ruangan tengah, Naina dan Queen terlihat tengah tersenyum melihat anak-anak mereka yang nampak akrab bermain bersama.
"Apa biasanya Ziko belum tidur jam segini, Nai?" Tanya Queen.
"Biasanya sudah. Aku membiasakan Ziko untuk tidur lebih awal. Namun karena Boy akan datang ke sini, Ziko menolak lebih awal untuk ditidurkan." Naina tersenyum mengingat Ziko yang langsung menolak saat tadi ditidurkan di atas ranjang.
"Boy juga seperti itu." Queen turut tersenyum mengingat kebiasaan putranya.
"Oh ya, aku dengar Boy suka mengigau memanggil nama Daddynya saat tidur." Ucap Naina.
Queen mengangguk membenarkan. "Ya. Hampir setiap malam Boy selalu mengigau memanggil nama Daddynya." Jawab Queen.
"Apa itu terjadi karena dia merindukan Daddynya?" Tanya Naina.
"Seperti yang kau pikirkan. Boy selalu merindukan Daddynya di alam bawah sadarnya sekali pun." Jawab Queen.
"Apa kau mengingat masa lalumu yang sama persis sepertiku, hem?" Tanya Queen.
Naina mengangguk sambil menatap wajah Zeline yang sedang tertawa bersama Ziko dan Boy. "Aku menyesal pernah menjadi ibu yang egois untuk anakku." Tutur Naina.
Queen menghela nafasnya. "Maaf jika itu semua terjadi karena ada aku di hidup Daniel." Sesal Queen.
Naina menggelengkan kepalanya. "Tidak seperti itu. Aku melakukan itu semua bukan karena adanya dirimu. Itu murni keinginan dari hatiku sendiri." Pungkas Naina.
Queen mengelus lengan Naina. Ia melupakan jika kesalahan terbesar Daniel-lah yang membuat Naina memilih menyembunyikan keberadaan Zeline dari Daniel.
"Ehe... Boy mau bola!" Ucap Boy sambil tertawa saat Zeline hendak melemparkan bola padanya.
"Zi mau bola!" Ziko pun turut bersuara meminta untuk dilemparkan bola.
Zeline tertawa melihat adik-adiknya yang terlihat lucu karena saling menginginkan bola darinya.
"Baiklah, kalau begitu ayo tangkap!" Seru Zeline lalu melemparkan bola di udara.
Boy dan Ziko pun dengan segera saling mengejar arah bola akan terjatuh hingga tubuh mereka bertabrakan.
"Hua..." suara tangisan Boy dan Ziko terdengar bersahutan.
Naina dan Queen segera bangkit dari duduk masing-masing dan mengambil anak mereka masing-masing.
"Hua... Zi jahat..." ucap Boy dengan menangis sambil menunjuk Ziko.
"Sudah, sudah, jangan menangis Boy." Queen mengusap-usap kepala putranya untuk menenangkannya. Pun dengan Naina yang turut melakukan hal yang sama untuk menenangkan Ziko.
"Kenapa adik-adik jadi menangis? Sungguh tidak asik." Ucap Zeline sambil melipat kedua tangannya di dada. Walau merasa kesal karena kedua adiknya menangis dan permainan jadi terhenti, Zeline tetap menunjukkan sisi dirinya menjadi seorang Kakak dengan menghampiri Ziko dan Boy secara bergantian untuk menenangkan mereka.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.