Queenara

Queenara
Adik untuk Boy



"Oh astaga... apa mereka menertawai rambutku yang nampak basah?" Wajah Queen mulai merona membayangkan apa yang ada dalam pemikiran kedua sekretaris Kevin saat ini. Ia pun melangkah dengan semakin cepat dan menundukkan pandangan saat melewati karyawan Kevin.


Bisik-bisikan kecil dari karyawan wanita Kevin yang membicarakan tentang rambutnya yang nampak basah membuat Queen semakin malu karenanya.


"Harusnya aku mengeringkan rambutku lebih dulu." Gumam Queen sambil terus melangkah keluar dari perusahaan Kevin. Setelah berada di dalam mobilnya, Queen menghembuskan nafas lega. "Ini sungguh memalukan." Ucapnya lalu segera menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya keluar dari perkarangan perusahaan.


Selama dalam perjalanan kembali ke perusahaannya, Queen berusaha melupakan kejadian memalukan di perusahaan Kevin beberapa menit yang lalu. "Sudahlah, Queen, tidak perlu memikirkannya. Lagi pula sah saja kan aku melakukannya dengan Kevin dan  mereka mengetahuinya." Gumam Queen menguatkan hatinya.


*


Pada malam harinya, Queen pun menceritakan apa yang terjadi setelah ia keluar dari dalam ruangan kerja Kevin pada Kevin. Queen terus bercerita dan sesekali menutup wajahnya membayangkan betapa malunya ia tadi. Sementara Kevin yang mendengarkannya hanya tersenyum gemas pada istrinya itu.


"Sudahlah, Sayang. Tidak ada salahnya jika mereka mengetahuinya. Lagi pula mereka tidak akan berani mengejekmu jika kau datang lagi ke perusahaan." Ucap Kevin seraya tersenyum.


Queen mendengus lalu menjatuhkan wajahnya di pundak Kevin. Ia menatap pada putranya yang masih asik memainkan mainan mobil-mobilan yang baru dibelikan Kevin tanpa terlihat mengantuk sedikit pun.


"Tapi tetap saja aku merasa malu." Lirih Queen.


Kevin mengusap rambut Queen dengan tangannya. "Tidak perlu memikirkannya lagi." Tutur Kevin.


Queen menghela nafasnya lalu mengangguk sebagai jawaban.


"Besok pagi Marvel dan Dio mengajak kita untuk menjenguk Zel yang baru saja keluar dari rumah sakit." Ucap Kevin.


Queen mengangkat kepalanya. "Oh ya? Zel sudah pulang dari rumah sakit?" Tanya Queen.


Kevin mengangguk. "Tadi sore Zel sudah diperbolehkan untuk pulang." Jawab Kevin.


Queen mengangguk paham. "Syukurlah kalau begitu." Ucap Queen merasa lega.


"Sayang..." lirih Kevin sambil mengusap perut Queen yang masih rata.


Tubuh Queen dibuat menegang mendapatkan sentuhan lembut dari Kevin.


"Aku harap dia segera hadir di dalam sini." Ucap Kevin lembut.


Queen dibuat tertegun mendengarnya. "Maksudmu kau ingin..." Queen menjeda ucapannya.


Queen semakin dibuat tertegun mendengarnya.


"Kenapa kau diam? Apa kau tidak ingin? Tanya Kevin.


Queen menggeleng. "Bukan begitu." Ucapnya.


"Lalu?" Tanya Kevin.


"Tidak untuk saat ini. Boy masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang lebih dari kita. Apa lagi kau baru bertemu denganya, Boy pasti masih mengharapkan kasih sayang yang besar darimu untuknya." Jelas Queen.


Kevin menghembuskan nafas bebas di udara.


"Maaf, tapi aku harap kau mengerti maksud ucapanku." Tutur Queen.


Kevin mengangguk lalu menatap pada putranya yang sedang tertawa memainkan mainan barunya. "Kasih sayangku untuk Boy tidak akan pernah berkurang walau nantinya ada bayi baru yang lahir dari rahimmu. Ucap Kevin lembut.


"Aku tahu itu. Tapi tidak untuk sekarang." Balas Queen.


"Baiklah kalau begitu." Kevin mengusap kepala Queen lalu memberikan ciuman bertubi-tubi di pucuk kepala Queen.


"Tapi bagaimana jika dia hadir sebentar lagi?" Tanya Kevin saat mengingat sesuatu.


"Maksudmu?" Tanya Queen bingung.


"Kau tidak lupa bukan jika kita melakukannya tidak pernah memakai pengaman? Bisa saja adik Boy tumbuh dalam rahimmu sebentar lagi." Ucap Kevin lembut namun dapat membuat Queen terkejut mendengarnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.