
Suasana di kediaman kedua orang tua Marvel pagi itu nampak sudah ramai oleh para kerabat Marvel dan kedua orang tuanya. Terlihat di dalam rumah ketiga sahabat Marvel dengan pasangannya masing-masing kecuali Dio yang belum memiliki pasangan saling bercengkrama satu sama lain.
"Apa Kak Dara sudah menghubungimu dimana sudah dimana ayah Windi saat ini?" Tanya Kevin pada Daniel.
Daniel menganggukkan kepalanya lalu mengeluarkan ponsel dari saku celananya. "Lima belas menit yang lalu Kak Dara mengabari jika tim medis dan Ayah Windi sudah berada di jalan dan akan segera sampai dalam waktu tiga puluh menit lagi." Jawab Daniel.
Kevin menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia paham dengan kondisi ayah Windi yang saat ini tidak bisa dibawa berkendara dengan kecepatan di atas rata-rata hingga membuat perjalanan dari rumah sakit ke rumah Marvel memakan waktu cukup lama.
Di tengah penantian Daniel, Kevin dan Dio yang tengah menunggu kedatangan Amri, di lantai dua tepatnya di dalam kamar milik Marvel, Windi terlihat tengah duduk di atas ranjang ditemani oleh Mama Belinda.
"Kau terlihat cantik sekali, Sayang." Ucap Mama Belinda dengan tersenyum pada calon menantunya.
"Mama bisa saja." Jawab Windi dengan mengubah nama panggilannya pada Mama Belinda. Ya, sejak beberapa hari yang lalu Mama Belinda memang meminta Windi agar memanggilnya dan Papa Bagas dengan nama panggilan yang Marvel ucapkan pada mereka.
"Mama mengatakan apa adanya. Setelah dirias seperti saat ini kau terlihat semakin cantik. Mama yakin Marvel pasti akan terpesona saat melihatmu nanti." Ucap Mama Belinda.
Windi tersenyum saja menanggapi pujian calon mertuanya itu. Tak berselang lama suara pintu kamar terdengar diketuk dari luar. Windi dan Mama Belinda mempersilahkan orang yang berada di luar untuk masuk ke dalam kamar.
Ceklek
Pintu kamar terbuka dari luar dan memperlihatkan wajah Naina, Queen dan Zeline di sana. Windi dan Mama Belinda tersenyum menyambut kedatangan istri dari teman-teman Marvel itu.
"Apa Om Amri sudah datang?" Tanya Mama Belinda pada mereka karena tadi Queen dan Naina berpamitan untuk turun ke bawah sebentar untuk memastikan kedatangan Amri dan melihat anak-anak mereka yang bermain di lantai bawah.
"Belum Tante. Sepertinya dalam waktu lima belas menit lagi Om Amri akan datang." Jawab Naina.
"Queen... kau terlihat pucat sekali." Ucap Mama Belinda.
Queen tersenyum tipis lalu melangkah ke arah Mama Belinda. "Semenjak hamil anak kedua ini Queen merasa mudah lemas dan tidak berselera untuk makan, Tante." Jawab Queen.
"Apa? Jangan bilang jika kau belum makan pagi ini?" Tanya Mama Belinda.
"Sudah. Queen sudah makan beberapa suapan dari Kevin. Tapi itu semua jadi percuma karena makanan yang baru saja masuk ke dalam perut Queen sudah kembali keluar akibat muntah-muntah." Jawab Queen lirih.
"Ya ampun..." Mama Belinda menatap prihatin pada Queen. "Sudahlah, lebih baik kau berbaring di sini saja dulu sambil menunggu acara dimulai." Ucap Mama Belinda.
"Apa tak masalah, Tante?" Queen nampak sungkan.
"Tak masalah. Berbaringlah. Nanti Tante akan meminta MUA untuk merapikan rambutmu yang berantakan akibat berbaring." Ucap Mama Belinda.
"Baiklah, Tante." Ucap Queen lalu berjalan ke arah ranjang yang nampak kosong.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.