Queenara

Queenara
Tidak akan membuang waktu



"Aku membawa Boy ke sini karena saat baru sampai di apartemen Mami dan Papi mengabariku jika mereka baru saja sampai di rumah." Ucap Kevin kemudian.


"Apa Mami dan Papi baru kembali dari luar kota?" Tanya Queen.


Papi Niko dan Mami Eve mengangguk sebagai jawaban.


Suasana di dalam ruang keluarga pun berubah canggung saat Mami Eve dan Papi Niko menatap Queen secara bersamaan.


"Queen... Papi dan Mami minta maaf jika selama ini telah bersikap tidak tegas pada Kevin hingga membuat kalin harus berpisah. Maafkan Papi dan Mami karena terlalu fokus pada perusahaan tanpa menyadari jika Kevin tidak bahagia dengan keputusan yang kami buat beberapa tahun lalu." Ucap Mami Eve.


"Queen paham dengan apa yang telah terjadi, Mami. Dan Queen tidak menaruh dendam atas apa yang telah terjadi." Ucap Queen lembut.


"Kau menang wanita yang baik. Mami dan Papi sangat beruntung memiliki menantu sebaik dirimu, Queen." Ucap Mami Eve.


"Queen tidak sebaik yang Mami pikirkan. Queen juga bersalah atas apa yang telah terjadi, Mami." Ucap Queen mengakui kesalahannya.


Mami Eve tersenyum mendengarnya. "Mami dan Papi harap setelah ini kalian bisa kembali bersama." Pinta Mami Eve.


Queen menatap Mami Eve dan Papi Niko secara bergantian lalu menatap Boy yang kini diam sambil menggigit jari telunjuknya. Balita itu nampak tenang duduk di pangkuan Mami Eve.


"Secepatnya Kevin akan kembali menjadikan Queen kembali menjadi istri Kevin." Timpal Kevin.


Queen menoleh ke samping menatap wajah Kevin yang nampak menatapnya dengan tatapan serius. "Kev..." lirih Queen merasa ragu dengan ucapan Kevin terlebih ia belum menunjukkan bukti pada Papa Adam tentang kesalahpahamannya dengan Kevin.


"Tadi pagi aku sudah menemui kedua orang tuamu untuk memintamu kembali menjadi istriku, Queen." Ucap Kevin mengatakan tujuannya datang ke rumah kedua orang tua Queen.


Queen melebarkan kedua matanya mendengarkan ucapan Kevin. Ternyata itulah alasan Kevin datang ke rumahnya tadi pagi.


"Kenapa kau datang tanpa memberitahuku lebih dulu? Bukankah aku sudah berkata untuk tidak menemui kedua orang tuaku sebelum aku membawa bukti kesalahpahaman di antara kita pada Papa?" Queen menunjukkan rasa cemasnya pada Kevin. Ia sungguh takut Papa Adam berprilaku buruk pada Kevin.


"Aku tidak ingin mengulur waktu untuk menjadikanmu kembali menjadi istriku, Queen." Jawab Kevin.


"Lalu bagaimana tanggapan Papa? Apa Papa bersikap buruk padamu?" Tanya Queen cepat.


"Kau tidak perlu khawatir. Semua yang ada di dalam pemikiranmu saat ini tidak terjadi karena usahaku datang membuahkan hasil sesuai dengan apa yang aku harapkan." Jelas Kevin.


"Papa Adam sudah memberikan izin padaku untuk melamarmu kembali menjadi istriku." Ucap Kevin yang membuat Queen terkejut mendengarnya. "Secepatnya aku akan datang kembali ke rumahmu dengan membawa Mami dan Papi." Lanjut Kevin kemudian.


Mami Eve dan Papi Niko tersenyum bersamaan melihat wajah terkejut Queen saat ini.


"Percayalah, seberat apa pun rintangan akan aku lewati jika itu untuk dirimu dan Boy." Ucap Kevin yang membuat Queen berkaca-kaca. Kevin meraih jemari Queen dan menggenggamnya dengan erat. "Tetaplah bersamaku seberat apapun rintangan di luar sana." Pinta Kevin.


Queen menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Tanpa terasa satu tetes air mata pun jatuh membasahi kedua pipinya.


Sore mulai berganti malam. Queen tetap berada di kediaman kedua orang tua Kevin sesuai permintaan Mami Eve yang memintanya untuk makan malam bersama dan berbicara dari hati ke hati tentang apa yang terjadi selama ini pada kelurganya yang berimbas pada hubungan Queen dan Kevin.


Setelah cukup lama berada di kediaman kedua orang tua Kevin, Queen pun berpamitan untuk pulang ke rumahnya sambil membawa Boy.


"Biar aku yang mengantarkanmu pulang." Ucap Kevin menahan Queen yang hendak masuk ke dalam mobilnya.


"Tidak perlu. Biarkan aku pulang berdua dengan Boy. Tetaplah di sini bersama Mami dan Papi. Kita bisa bertemu kembali esok hari." Tutur Queen lembut.


"Tapi—" ucapan Kevin terputus saat Queen meletakkan jari telunjuknya di bibirnya.


"Percayalah kami akan baik-baik saja." Ucap Queen meyakinkan Kevin.


Kevin menghembuskan nafas bebas di udara dan mengangguk sebagai jawaban. Setelah berpamitan pada Kevin, Queen pun segera melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah kedua orang tuanya. Bukannya tidak ingin Kevin menemaninya, hanya saja Queen ingin Kevin beristirahat setelah melihat raut lelah di wajah Kevin. Dan seolah mengerti dengan keadaan, Boy pun tidak merengek karena harus berjauhan kembali dengan Kevin. Balita itu justru melambaikan tangannya pada Kevin yang membuat Kevin dan Queen tersenyum karenanya. Setelahnya mobil Queen pun mulai melaju meninggalkan perkarangan rumah dengan diiringi lambaian tangan Kevin.


Di tengah perjalanan, Queen tiba-tiba saja mengurangi laju kecepatan mobilnya saat melihat dua sosok yang sangat dikenalinya tengah duduk di sebuah taman yang berada tidak jauh dari jalan raya.


"Kak Mirza? Riri?" Gumamnya dengan tatapan tak percaya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.