Queenara

Queenara
Ada apa dengan wanita itu?



"Wanita itu bekerja sebagai kasir di sini?" Tanya Marvel sambil berjalan.


Dio mengangguk mengiyakan. "Dua bulan lalu dia diangkat menjadi kasir di sini." Jawab Dio.


"Oh..." Marvel terus berjalan dengan membayangkan wajah sendu wanita itu.


"Apa kau melihat kesedihan di wajah wanita itu?" Tanya Dio.


"Ya. Ada masalah apa yang menimpanya sehingga wajahnya seperti itu." Tanya Marvel.


"Aku akan menceritakannya nanti." Ucap Dio. Marvel mengangguk saja. Mereka pun mencari makanan dan minuman yang bisa mereka beli di sana. Setelah cukup berkeliling di dalam supermarket dan sesekali melihat kegiatan wanita yang sedang mereka incar, Marvel dan Dio pun memutuskan untuk membayar barang belanjaan mereka ke meja kasir.


"Kau lihat itu, semakin dekat dengannya wajahnya terlihat semakin cantik walau tanpa polesan make up." Bisik Dio saat mereka tengah mengantri untuk membayar.


Marvel mengiyakannya. Entah mengapa kini pandangannya terus tertuju pada wanita itu yang terlihat sangat indah dipandang mata.


Tibalah giliran mereka untuk membayar. Wanita itu mengatupkan kedua tangannya di dada lalu mengambil barang belanjaan milik Marvel. Marvel terus memperhatikan wanita itu tanpa berkedip namun tak membuatnya salah tingkah melihatnya.


"Anda sudah lama bekerja di sini, Nona?" Tanya Dio tiba-tiba.


Wanita itu menghentikan aktivitasnya sejenak lalu menatap pada Dio. "Sudah hampir dua tahun, Tuan." Jawabnya lalu kembali melanjutkan kegiatannya.


Dio tersenyum miring menatap Marvel yang terus memperhatikan wanita itu tanpa berkedip. "Sepertinya wanita pilihanku sudah menarik perhatian Marvel." Ucap Dio dalam hati.


"Totalnya dua ratus enam puluh ribu, Tuan." Ucapnya pada Marvel.


Marvel segera mengeluarkan tiga lembar uang pecahan merah dan menyerahkannya pada wanita itu.


"Ini kembaliannya, Tu—" ucapnnya terputus saat Marvel mengangkat sebelah tangannya. "Ambil saja." Ucapnya lalu pergi dari hadapan wanita itu.


"Tuan?" Wanita itu hendak memberikan kembalian uang Marvel pada Dio namun Dio juga melakukan hal yang sama.


"Aku ramal kita akan bertemu lagi setelah ini." Ucap Dio lalu mengedipkan sebelah matanya pada wanita itu.


Wanita itu terlihat bingung menatap Dio. Sedangkan teman wanitanya yang juga bekerja sebagai kasir nampak tersenyum malu melihat tingkah Dio sekaligus terpesona dengan ketampanan yang dimiliki Dio.


Dio pun berlalu begitu saja dari hadapan wanita itu sambil melambaikan sebelah tangannya.


Wanita yang bernama Windi itu menggeleng. "Tidak. Aku bahkan baru bertemu dengan mereka." Jawabnya bingung.


"Mereka tampan, ya." Pujinya.


Windi menaikkan kedua bahunya. "Entalah." Jawabnya lalu mengatupkan kedua tangannya saat pengunjung yang lain sudah berdiri di hadapannya untuk membayar barang belanjaannya.


"Bagaimana?" Tanya Dio setelah menjatuhkan bokongnya di atas kursi yang berhadapan dengan Marvel yang berada di depan supermarket.


"Menarik." Jawab Marvel singkat.


"Kau terpesona bukan padanya?" Tanya Dio.


"Tidak seperti yang kau pikirkan." Jawab Marvel.


Dio mendengus mendengarnya. "Katakan saja jika kau terpesona." Ketusnya tak percaya.


Marvel tertawa mendengarnya.


"Jadi bagaimana? Kau setuju dengan tawaranku bukan?" Dio menaikan sebelah alis matanya.


"Tidak sebelum kau menceritakan dengan rinci apa yang terjadi pada wanita itu." Ucap Marvel.


Dio menghela nafas panjang. "Bukankah kau sudah melihat pesan yang kemarin aku tunjukkan padamu?" Tanya Dio.


"Sudah. Tapi aku juga ingin mendengar rinciannya dan melihatnya secara langsung." Ucap Marvel.


"Baiklah, kalau begitu besok pagi kita ikuti dia." Ajak Dio.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.