
Riri mengangguk sebagai jawaban. Setelahnya ia dan Mirza keluar dari ruangan rapat menuju ruangan Queen.
Setelah berada di dalam ruangan Queen, Queen menatap kedua orang yang berada di hadapannya saat ini dengan tatapan menyelidik.
"Jadi?" Queen menatap bergantian Mirza dan Riri.
"Maafkan saya Nona karena telah bersikap tidak baik di dalam ruangan kerja saya." Ucap Riri.
Queen menganggukkan kepalanya. "Jadi bagaimana?" Queen menuntut jawaban hubungan mereka saat ini.
"Aku dan Riri sudah menjalin hubungan selama satu tahun belakangan ini." Ucap Mirza menjawab pertanyaan Queen.
"Apa? Satu tahun belakangan ini?" Queen terbelalak. "Tapi bagaimana bisa?" Queen cukup merasa penasaran.
Mirza pun menjelaskan awal mula hubungannya dan Riri terjalin seiring seringnya mereka berkomunikasi dan bertemu membahas permasalahan Queen yang akhirnya membuat mereka semakin dekat dan perasaan itu tumbuh begitu saja di hati mereka masing-masing.
Queen menatap Mirza dengan senyuman tipis di bibirnya. Pantas saja satu tahun belakangan ini ia melihat sikap Mirza yang terlihat tidak seperti biasanya yang sering memainkan ponselnya jika berada di dekatnya. Queen merasa lega karena akhirnya Mirza bisa melupakan dirinya dan membuka hatinya untuk wanita baru dan wanita itu adalah orang yang sangat dikenalinya. Queen merasa senang karena wanita yang dipilih Mirza adalah wanita baik dan tulus seperti Riri.
Queen pun mengalihkan pandangannya pada Riri yang kini sedang tertunduk. "Aku senang karena akhirnya kau berhasil menemukan pria yang baik untukmu, Riri." Ucap Queen tulus pada Riri.
Riri mengangkat kepalanya dan menatap Queen dengan tersenyum kaku. Entah mengapa lidahnya terasa kelu untuk berbicara saat ini. Terlebih ia mengetahui sebelumnya jika Mirza menaruh perasaan yang sangat besar untuk Queen.
"Jangan canggung seperti itu. Aku tidak akan memakanmu." Ucap Queen lalu tertawa hingga memecahkan keheningan di antara mereka.
Riri tersenyum menatap Queen. Ia dapat melihat ketulusan di wajah Queen saat mengatakan rasa senangnya karena ia telah bersama Mirza. Namun tetap saja lidahnya masih terasa kelu untuk berbicara.
"Jadi kapan Kakak berniat melama Riri?" Tanya Queen pada Mirza. Ia yakin Mirza tidak akan mau mengundur waktu lagi menjadikan wanitanya sebagai istrinya.
"Satu bulan lagi aku akan melamar Riri menjadi istriku." Ucap Mirza dengan yakin.
"Apa?" Bukan Queen yang bersuara melainkan Riri yang merasa terkejut mendengar jawaban Mirza. Karena sebelumnya Mirza belum mengatakan apa pun padanya.
"Aku tidak ingin terlalu lama mengulur waktu, Ri. Aku ingin segera menjadikanmu sebagai istriku." Ucap Mirza.
"Tapi..." Riri tertunduk. Bukannya tidak ingin segera bersama dalam ikatan pernikahan dengan Mirza, namun ia masih merasa ragu apakah dirinya pantas bersanding dengan Mirza mengingat kasta keluarganya yang sangat berbeda jauh dengan keluarga Mirza.
Riri pun mengangguk mengiyakan ucapan Mirza. "Saat ini kau hanya perlu percaya padaku tanpa memikirkan hal apa pun lagi." Lanjut Mirza kemudian.
"Baiklah." Jawab Riri sambil tersenyum yang membuat Mirza dan Queen merasa lega melihatnya.
*
Sore harinya, Queen nampak memasuki rumahnya sambil tersenyum membayangkan hubungan Mirza dan Riri. Entah mengapa ia merasa sangat senang hingga tak dapat melunturkan senyuman di wajahnya.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu Queen?" Tanya Papa Adam menatap bingung pada Queen.
Queen mengehentikan langkahnya dan merasa terkejut melihat keberadaan Papa Adam di sampingnya. "Papa?" Queen tersenyum kaku pada Papa Adam.
"Katakan, hal apa yang membuatmu tersenyum sendiri seperti itu?" Tanya Papa Adam.
"Queen saat ini merasa sangat senang, Pah." Jawab Queen lalu melebarkan senyumannya saat mengingat kembali hubungan Mirza dan Riri.
"Senang karena apa?" Tanya Papa Adam.
Queen pun menceritakan hubungan yang terjalin di antara Mirza dan Riri saat ini. Papa Adam yang mendengarkannya pun turut merasa senang karena orang kepercayaannya kini sudah menemukan tambatan hatinya yang tak lain adalah pria yang baik dan sangat dikenalinya.
"Syukurlah kalau begitu. Riri dan Mirza adalah pasangan yang serasi." Jawab Papa Mirza setelah Queen menceritakan tentang Mirza dan Riri.
"Papa benar. Mereka adalah pasangan serasi." Balas Queen.
"Sebagai hadiah atas kinerja Riri selama ini, Papa akan memberikan hadiah dengan menyelenggarakan pesta pernikahan yang mewah untuknya dan Mirza saat mereka menikah nanti." Ucap Papa Adam yang membuat Queen tersenyum lebar mendengarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.