
"Hei..." Marvel menatap berang pada Dio karena telah meninju lengannya. "Jangan sembarangan memukulku!" Cecar Marvel.
Dio mendengus. "Itu salahmu karena tidak menjawab pertanyaanku." Jawab Dio tanpa merasa bersalah.
Marvel menggelengkan kepalanya. "Pertanyaanmu yang mana yang tidak aku jawab?" Tanyanya.
"Wanita mana yang membuatmu kesal?" Tanya Dio sambil berkacak pinggang.
Marvel tak menghiraukannya dan justru memejamkan kedua kelopak matanya.
"Jangan membuatku kesal, Marvel." Tekan Dio.
"Ck." Lidah Marvel berdecak. Ia pun bangkit dari pembaringannya dan duduk di atas sofa. Dio pun segera duduk di sofa yang bersebelahan dengan Marvel.
"Jadi?" Tanyanya lagi.
"Wanita mana lagi kalau bukan wanita supermarket itu." Ucap Marvel.
"Maksudmu Windi?" Tanya Dio.
"Windi?" Ulang Marvel.
"Ya, Windi. Wanita supermarket yang aku jodohkan denganmu itu adalah Windi." Jawab Dio.
"Jadi namanya Windi." Lirih Marvel.
"Ya. Namanya Windi. Apa kau tidak mengetahuinya?" Tanya Dio.
"Bagaimana aku bisa tahu kalau kau tidak memberitahukannya!" Cetus Marvel.
Dio tertawa mendengarnya. Ia memang lupa belum memberitahu Marvel siapa nama wanita yang akan dijodohkan dengannya itu.
"Jadi ada apa dengannya? Sepertinya dia telah membuatmu kesal?" Tanya Dio.
Marvel menghela nafasnya lalu menceritakan apa yang terjadi di supermarket saja jam yang lalu padanya pada Dio. Dan bukannya merasa prihatin, Dio justru tertawa mendengar curhata sahabatnya itu.
"Si4lan, kau menertawakanku?" Tanya Marvel.
"Haha, itulah akibat kau tidak percaya padaku. Wanita itu adalah wanita yang unik yang sama sekali tidak terpesona dengan ketampanan yang kita miliki." Ucap Dio.
Marvel pun diam dan membenarkan dalam hati ucapan Dio.
"Jadi bagaimana, apa kau sudah ingin mengikuti kegiatannnya mulai besok pagi?" Tanya Dio.
Marvel masih diam dan berpikir. "Apa kau yakin dia tidak bekerja besok pagi?" Tanya Marvel.
Dio menggeleng. "Wanita itu tidak mengambil jam kerja di atas jam satu siang. Dia telah mengatur waktu agar selalu mendapatkan sift sore untuk bekerja." Terang Dio.
"Kau akan mendapatkan jawabannya nanti." Jawab Dio dengan tatapan penuh arti.
"Tidak perlu main rahasiaan padaku." Ketus Marvel.
"Tidak begitu. Hanya saja aku ingin kau melihatnya secara langsung dan menilainya sendiri." Jawab Dio.
Marvel menghela nafas panjang. Entah mengapa kini ia mulai merasa penasaran dengan sosok wanita yang bernama Windi itu. Wanita unik yang tidak terpesona dengan ketampanan dan kelebihan yang ia miliki.
"Aku heran, apa wanita itu tidak mengetahui siapa kita?" Tanya Marvel.
Dio mengangkat kedua bahunya. "Aku juga tidak tahu. Tapi sepertinya dia tidak tahu." Jawab Dio.
"Lagi pula jika pun dia tahu, belum tentu dia peduli dengan siapa kita." Tambah Marvel.
"Nah, itu kau tahu." Ucap Dio lalu menepuk lengan Marvel cukup keras.
"Kau..." pekik Marvel merasa sakit pada lengannya.
"Hahaha..." Dio tertawa-tawa tanpa rasa bersalah pada Marvel.
Marvel pun membalas tinjuan pada lengan Dio hingga membuat Dio meringin karenanya. "Memangnya enak?" Cibirnya.
"Kau sudah berani membalasku rupanya!" Berang Dio.
"Tentu saja. Apa yang tidak aku berani di dunia ini." Sombongnya.
Dio hanya bisa menghela nafasnya mendengar ucapan Marvel.
Tak berselang lama, Marvel pun bangkit dari duduknya. "Aku pergi dulu." Ucapnya.
"Kenapa buru-buru sekali? Kau baru saja datang?" Tanya Dio.
"Lihatlah ini." Marvel menunjukkan ponselnya yang bergetar dan memperlihatkan panggilan telefon dari Mamanya pada Dio.
"Ibu negara sudah menyuruhmu untuk pulang?" Cibir Dio.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.