
Marvel telah sampai di perusahaannya. Ia kini sudah masuk ke dalam lift yang akan mengantarkannya ke lantai teratas dimana ruangannya berada. Selama berada di dalam lift Marvel terus menatap pada layar ponselnya yang menampilkan pesan masuk dari Dio di sana. Sahabatnya itu terlihat mengirim pesan semangat untuk dirinya yang pagi ini berniat menemui Ayah Windi.
"Kau terlambat memberi semangat, Dio. Aku bahkan sudah pulang dari menemui Om Amri." Ucap Marvel dengan tersenyum. Walau pun begitu, Marvel tetap mengirimkan balasan pesan terima kasih untuk sahabatnya itu.
Ting
Pintu lift sudah terbuka. Marvel keluar dari sana dengan badan tegap dan langkah lebar. Marvel terus berjalan hingga akhirnya langkahnya terhenti saat sudah berada di depan ruangan kerjanya.
Marvel yang hendak meraih handle pintu untuk membuka pintu ruangan kerjanya menghentikan pergerakannya saat mendengar suara tidak asing dari dalam ruangan kerjanya.
"Bukankah itu suara Mama dan Papa?" Gumamnya dengan mata memicing. Marvel pun mendekatkan telinganya pada pintu agar dapat lebih mendengar dengan jelas suara dari dalam ruangan kerjanya.
"Benar. Itu suara Mama dan Papa." Ucap Marvel. Setelah memastikan suara siapa yang ia dengar, Marvel pun melanjutkan pergerakannya meraih handle pintu.
"Marvel?" Senyuman manis di wajah cantik Mama Belinda menyambut kedatangan Marvel. Sementara Papa Bagas nampak menatap datar padanya. Marvel tahu alasan wajah datar Papanya itu kerena ia terlambat datang ke perusahaan pagi ini.
"Dari mana saja kau?" Tanya Papa Bagas tak bersahabat. Ia tidak menyukai putranya yang datang terlambat dan dapat memberikan contoh tidak baik pada bawahannya nantinya.
"Papah..." Mama Belinda menyenggol lengan suaminya karena tidak suka mendengar suaminya berbicara ketus pada putranya. Papa Bagas pun hanya bisa menghela nafas melihat istrinya yang membela anaknya itu.
"Marvel... kemarilah." Ucap Mama Belinda setelah menegur Papa Bagas.
Marvel menurutinya dengan berjalan mendekat ke arah Mama Belinda yang tengah duduk di sofa. Setelah berada di dekat Mama Belinda, Marvel segera menjatuhkan bokongnya di atas sofa.
"Itu karena Mama dan Papa merasa bosan berada di rumah dan memutuskan untuk mengunjungimu di perusahaan. Lagi pula tadi malam kau tidak pulang ke rumah hingga membuat Mama begitu merindukanmu." Ucap Mama Belinda.
Marvel tersenyum mendengar ucapan Mamanya. Sedangkan Papa Bagas masih memasang wajah galaknya pada Marvel.
"Sekarang jawab pertanyaan Papa, dari mana kau hingga datang terlambat pagi ini?" Tanya Papa Bagas.
Marvel menghela nafas melihat Papanya yang nampak kesal karena ia tidak disiplin masuk bekerja. "Aku baru saja mengunjungi calon mertuaku di rumah sakit." Jawab Marvel.
"Apa? Calon mertua?" Tanya Mama Belinda dengan wajah terkejut. Pun dengan Papa Bagas yang turut memasang wajah terkejut mendengar ucapan putranya.
"Ya. Aku baru saja pulang mengunjungi mertuaku yang sedang dirawat di rumah sakit." Ulang Marvel dan sedikit menambah kata-katanya.
Wajah Mama Belinda kini terlihat begitu senang mendengar ucapan calon mertua yang keluar dari mulut putranya. "Maksudmu orang tua dari calon menantu Mamah?" Tanya Mama Belinda yang diangguki Marvel sebagai jawaban. "Memangnya sakit apa calon besan Mama itu? Huh, Mama harus mengunjunginya juga setelah ini." Ucap Mama Belinda dengan cepat. Ia bahkan langsung memikirkan apa yang akan dibawanya untuk mengunjungi calon besannya itu sebelum Marvel menjawab pertanyaannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.