Queenara

Queenara
Kenapa ada mereka di sini?



"Papah..." lirih Queen lalu menarik ikon hijau di layar ponselnya. Cukup lama Queen dan Papa Adam berbincang lewat telefon hingga akhirnya Queen pun kembali ke tempat duduknya.


"Maaf, tapi aku harus segera kembali ke rumah saat ini." Ucap Queen pada Kevin.


"Kenapa buru-buru sekali?" Tanya Kevin.


"Itu karena..." Queen tak melanjutkan ucapannya karena tidak ingin memberitahu Kevin alasannya harus pulang saat ini.


Mengerti jika Queen tak bisa memberitahukannya, Kevin pun kembali angkat bicara. "Pembicaraan kita belum selesai. Bisakah setelah ini kita mengatur waktu untuk bertemu kembali?" Pinta Kevin penuh harap.


Queen menganggukkan kepalanya lalu mengambil Boy dari tangan Kevin. "Maaf, aku harus pergi." Ucapnya lalu segera membawa Boy yang tengah merengek menjauh dari Kevin sambil menatap ke arah sosok yang sejak tadi memperhatikannya.


"Bukankah sudah Papa katakan untuk menjaga jarak darinya?" Papa Adam melayangkan tatapan protesnya pada Queen yang tidak mau mengindahkan ucapannya.


"Queen tidak bisa melakukannya selama Boy masih darah daging Kevin, Pah." Jawab Queen dengan pelan dan kepala menunduk.


Wajah Papa Adam memerah mendengar ucapan Queen yang menyiratkan arti jika sampai kapan pun Queen tidak bisa menjauh dari Kevin karena selamanya Boy tetaplah darah daging Kevin.


"Kau tidak lupa bukan dengan apa yang telah dia lakukan selama ini kepadamu?" Tanya Papa Adam dengan tajam.


"Queen tidak melupakannya, Pah. Tapi itu tetap tidak bisa menjadi tolak ukur Queen menjauhi Kevin dari Boy." Jawab Queen.


"Papa tidak ingin kau kembali terluka, Queen." Papa Adam mengungkapkan isi hatinya.


"Queen tahu itu, Pah. Queen pun tidak ingin terluka kembali. Tapi selamanya Queen tidak bisa menjadi ibu yang egois karena memisahkan Boy dengan ayah kandungnya. Selamanya Kevin adalah ayah kandung Boy dan Kevin berhak bertemu dengan Boy. Terlebih..." Queen pun mulai menceritakan bagaimana tidur Boy yang selalu tidak nyaman selama satu bulan terkhir kemarin karena merindukan Kevin.


"Bisa saja itu semua hanya perasaanmu saja, Queen. Boy masih kecil bahkan belum pernah bertemu dengan Kevin. Bagaimana bisa kau menyimpulkan jika Boy merindukan Kevin?" Papa Adam menggeleng tak habis pikir.


"Tapi itu kenyataannya, Pah. Walau belum pernah bertemu tapi Boy sangat mengenali wajah Kevin. Dan Boy sering mengigau memanggil nama Kevin." Jawab Queen.


Papa Adam mengusap wajahnya kasar. Bukannya ingin bersikap egois, hanya saja saat ini ia masih kecewa dengan sikap Kevin pada Queen yang telah membuat putri sematawayangnya itu terluka.


"Papah..." Queen berucap lirih.


"Ada apa?" Tanya Papa Adam.


Papa Adam yang mengerti maksud ucapan Queen pun memilih pergi meninggalkan Queen yang masih berdiri di tempatnya.


"Maafkan Queen, Pah. Tapi sebagai seorang Ibu, Queen tidak bisa menjauhi Boy dari ayahanya. Terlebih Queen dapat melihat dan merasakan jika Kevin sangat menyayangi Boy sejak Boy masih berada dalam kandungan Queen." Ucap Queen sambil menatap punggung Papa Adam yang semakin menjauh darinya.


*


Ting


Suara notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya menghentikan kegiatan Queen yang sedang sibuk dengan setumpuk dokumen di depannya.


"Bisakah kita bertemu siang ini?" Gumam Queen membaca pesan di ponselnya. Queen pun membuka foto profil sang pemilik pesan yang sudah ia ketahui siapakah orangnya. Siapa lagi jika bukan Kevin mantan suaminya.


"Bagaimana ini, apa aku harus menolaknya? Tapi aku sudah berjanji untuk bertemu kembali dengannya." Queen menghela nafas panjang. Tak lama ia pun mengetikkan pesan balasan untuk Kevin yang berisi persetujuan atas ajakan Kevin.


"Lebih baik aku pergi sekarang saja sebelum Papa kembali ke perusahaan." Ucap Queen lalu segera bangkit dari duduknya.


Lima belas menit berlalu, Queen pun telah sampai di salah satu resto yang menjadi tempat pertemuannya dengan Kevin. "Dimana dia?" Gumam Queen sambil menatap sekitar mencari keberadaan Kevin. Tak lama seorang pelayan pun datang menghampirinya dan memberitahu keberadaan Kevin saat ini.


"Ruangan VIP?" Gumam Queen sebelum masuk ke dalam ruangan yang ditunjuk oleh pelayan. Tangan Queen pun dengan ragu membuka hendle pintu dan saat pintu terbuka betapa terkejutnya Queen melihat sosok yang berada di dalam ruangan bukan hanya Kevin melainkan ada Daniel, Marvel dan Dio di sana.


"Selamat datang Queenara." Sapa Dio dan Marvel bersamaan sedangkan Daniel dan Kevin memilih tersenyum tipis menyambut kedatangan Queen.


Kenapa mereka ada di sini? Tanya Queen dalam hati sambil melangkah masuk ke dalam ruangan.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.