
"Karena Mama berniat menjadikannya menantu Mama jika kau merasa cocok dengannya." Ucap Mama Belinda penuh maksud.
"Apa? Maksudnya Mama berniat menjodohkanku dengan anak dari rekan bisnis Mama?" Tebak Marvel yang sudah menangkap kemana arah pembicaraan Mama Belinda.
Mama Belinda pun mengangguk mengiyakan ucapan Marvel.
Marvel menggelengkan kepalanya. "Bagaimana bisa Mama berniat menjodohkanku dengannya? Apa Mama pikir aku tidak bisa mencari pasangan hidupku sendiri?" Tanya Marvel.
"Ya. Mama merasa seperti itu. Di umurmu yang sudah hampir tiga puluh tahun kau belum juga menemukan pasangan untuk hidupmu. Kau terlalu menutup diri untuk itu. Apa kau lupa Marvel jika umur Mama sudah tak lagi muda? Mama sudah sangat menginginkan seorang cucu." Ucap Mama Belinda dengan wajah sedih.
Marvel menghela nafasnya. "Marvel tahu itu, Ma. Tapi untuk saat ini Mama tidak perlu repot-repot mencarikan istri untuk Marvel karena Marvel sudah menemukan calon istri untuk Marvel." Ucap Marvel dengan tegas.
"Apa? Kau sudah mendapatkan calon menantu untuk Mama?" Tanya Mama Belinda senang.
Marvel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Ya. Marvel sudah menemukannya, Ma." Jawab Marvel yakin namun berbeda dengan hatinya yang meragu saat mengatakannya.
"Benarkah begitu, Sayang?" Mama Belinda mendekat pada Marvel sangking senangnya.
"Ya. Secepatnya Marvel akan memperkenalkannya pada Mama dan Papa." Jawab Marvel.
"Oh ya ampun..." Mama Belinda memeluk erat tubuh Marvel untuk mengukapkan perasaan senangnya.
Marvel pun tersenyum kaku dan membalas pelukan Mama Belinda.
"Awas saja jika sampai kau berbohong pada Mama." Ucap Papa Bagas tegas.
Marvel menatap malas pada Papa Bagas. "Terserah jika Papa tidak percaya." Jawa Marvel.
"Sudahlah, Pa, percayakan saja semuanya pada putra kita." Ucap Mama Belinda.
Papa Bagas mengangguk saja walau hatinya saat ini tidak merasa yakin dengan putranya itu.
"Apa Mama percaya begitu saja pada anak itu?" Tanya Papa Bagas.
Mama Belinda mengangguk. "Mama percaya padanya. Lagi pula Marvel pasti tidak ingin melihat Mama kecewa." Jawab Mama Belinda tersenyum.
Papa Bagas menghela nafas panjang. "Baiklah kalau begitu." Ucap Papa Bagas berusaha untuk juga percaya pada putranya itu.
Sedangkan Marvel yang baru saja masuk ke dalam kamarnya langsung melakukan panggilan pada Dio.
"Ada apa kau menelfonku?" Tanya Dio saat panggilan sudah terhubung.
"Besok pagi aku akan menjemputmu untuk mengikuti gadis itu." Ucap Marvel.
"Baiklah. Aku akan menunggumu. Tapi ingat untuk tidak membatalkannya begitu saja atau aku akan marah besar padamu." Ucap Dio tegas.
"Kau tenang saja. Aku pasti akan datang" Jawab Marvel lalu mematikan sambungannya begitu saja tanpa perduli Dio yang sedang mengumpat di apartemennya karena dirinya.
"Huft." Marvel melemparkan ponselnya begitu saja di atas ranjang. "Kenapa semua orang kini terlihat mendesakku untuk menikah." Marvel menggelengkan kepalanya merasa tak habis pikir dengan jalan hidupnya selama ini.
"Baiklah, baiklah. Jika ini yang mereka inginkan maka aku akan menurutinya. Namun jangan salahkan aku jika jodoh yang aku dapatkan tidak sesuai dengan harapan mereka." Ucap Marvel merasa sudah pasrah dengan jalan hidupnya. Kini ia hanya bisa berusaha untuk mewujudkan keinginan kedua orang tuanya dengan memberikan menantu untuk mereka.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.