
Boy menggelengkan kepalanya. Matanya pun menatap wajah Queen dengan intens. "Mommy... Boy temu Daddy!" Ucap Boy sedikit tidak jelas.
"Apa? Boy bertemu Daddy?" Tanya Queen memastikan ucapan Boy.
"Iya." Jawab Boy dengan keras. "Temu Daddy..." ucap Boy lagi lalu menunjuk kembali pada foto. "Ma Kakek tu temu Daddy." Celoteh Boy berusaha menjelaskan apa yang ia maksud.
Kening Queen mengkerut dalam. Ia pun kembali mencoba memahami maksud ucapan putranya.
"Mommy... ada Daddy... ada Daddy... Daddy Boy!" Boy menarik-narik ujung baju yang Queen kenakan.
"A-apa tadi malam Boy bertemu Daddy di acara pesta?" Tanya Queen sedikit ragu.
"Ya. Ada Daddy! Dad ndong Boy!" Celotehnya lagi.
"A-apa?" Kedua mata Queen membola sempurna. "Daddy bersama siapa?" Tanya Queen.
"Oom. Banak Oom itu, Mom!" celotehnya lagi sambil menunjuk sekitar seolah menjelaskan keramaian di acara rekan bisnis Papa Adam tadi malam.
"Apa benar Boy bertemu dengan Kevin di acara rekan bisnis Papa tadi malam?" Gumam Queen sambil menatap putranya yang masih asik berceloteh tentang pertemuannya denga Daddynya.
"Daddy... Daddy..." Boy kembali menyebutkan nama Daddynya lalu tertawa-tawa.
"Boy..." Queen meraih tubuh Boy lalu memangkunya. Tangannya pun terulur mengusap rambut lebat putranya. "Jika benar Boy bertemu dengan Kevin, lantas kenapa Papa tidak menceritakannya kepadaku tadi malam?" Tanya Queen. Hembusan nafas Queen terdengar melambat saat membayangkan pertemuan Boy dan Daddynya untuk pertama kalinya.
"Aku harus memastikannya apa benar Boy bertemu dengan Kevin tadi malam." Ucap Queen. Queen pun bangkit dari atas sofa dan membawa Boy kembali ke dalam kamarnya.
"Mana Mom?" Tanya Boy.
"Kita kembali ke kamar, ya." Jawab Queen lalu mulai menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Saat sudah berada dalam kamarnya, Queen pun mendudukkan Boy di atas ranjang. "Tunggu sebentar." Ucap Queen lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas. "Agh, ponselku kehabisan daya. Bagaimana aku bisa lupa mencasnya tadi malam?" Decak Queen. "Sudahlah, lebih baik aku memandikan Boy lebih dulu sebelum mengecek ponselku." Ucap Queen lalu mengajak Boy masuk ke kamar mandi.
Setengah jam berlalu, Queen dan Boy pun keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Queen membawa Boy ke arah lemari kamarnya untuk mengambil baju Boy dan memakaikannya di sana.
"Oh astaga..." jantung Queen berdetak begitu cepat membayangkan kembali pertemuan Boy dengan Kevin. Bagaimana Boy dengan mudah mengenali Kevin dan bagaimana ekspresi Kevin saat pertama kalinya bertemu dengan putranya.
Pandangan Queen pun beralih pada putranya yang nampak tertawa sambil memainkan mobil mainan barunya. "Boy... apa kau senang karena bertemu dengan Daddy? Agh, tentu saja Boy sangat senang." Lirih Queen mengingat ekspresi Boy saat bercerita tentang Kevin tadi.
*
Karena sudah hampir dua hari berjauhan dengan putranya, pagi ini Queen memutuskan untuk membawa Boy berbelanja bersamanya di pusat perbelanjaan yang tidak terlalu jauh dari letak rumah sakit Mama Lita dirawat. "Setelah berbelanja aku bisa melihat Mama sebentar sebelum pulang." Ucap Queen saat mobil sudah hampir sampai di pusat perbelanjaan.
Setelah sampai di pusat perbelanjaan, Queen pun turun sambil memegang Boy. "Ayo kita belanja, Sayang." Ajak Queen.
Boy hanya tertawa menjawab ucapan Boy. Seorang Nany yang diminta Queen ikut dengan mereka pun mengikuti langkah Boy dan Queen dari belakang.
"Biar saya saja yang menggendong Tuan kecil, Nona." Tawarnya pada Queen.
Queen menggelengkan kepalanya. "Tidak masalah, Bibi. Biar saya saja." Jawabnya.
"Baik, Nona." Jawab Nany patuh.
Queen pun kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam pusat perbelanjaan. Saat baru saja masuk ke dalam pusat perbelanjaan, Boy pun memberontak meminta diturunkan dari gendongan Queen. Mengetahui bagaimana sikap putranya yang ingin berjalan dengan bebas, Queen pun segera menurunkan Boy dari gendongannya. "Ingat, jangan berlari kemana-mana." Ucap Queen pada Boy. Queen pun meminta Nany untuk mengikuti langkah Boy selama ia sedang berbelanja.
Tak jauh dari mereka berada seseorang nampak tertegu melihat pemilik hatinya yang dulu pergi kini sudah berada tepat di depan matanya. "Queenara... kau di sini?" Gumamnya dengan memandang wajah Queen penuh kerinduan.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.