
"Tunggu sebentar, Tuan kecil. Saya akan membawa Tuan kecil bertemu dengan Daddy." Ucap Nany menahan pergerakan Boy. Nany pun dengan hati-hati berjalan menuruni tangga sambil mendekap erat tubuh Boy.
"Hua... Daddy!" Boy pun akhirnya menangis karena merasa tidak sabar bertemu dengan Kevin.
Tak kuasa melihat tangisan putranya yang terus memanggil namanya, Kevin segera berjalan ke arah tangga lalu menaiki anak tangga satu persatu. Di tengah anak tangga, Kevin langsung mengambil alih tubuh Boy dari gendongan Nany.
"Daddy... hua..." Boy menangis sejadi-jadinya sambil mengusap wajah tampan Kevin.
Melihat putranya yang menangis membuat mata Kevin berkaca-kaca. "Jangan menangis, Boy..." ucap Kevin sambil mengusap rambut Boy.
Bukannya berhenti, tangisan Boy justru semakin terdengar lebih keras. "Hua... Daddy pelgi..." jerit Boy.
"Kita turun dulu, ya." Kevin pun memilih menuruni anak tangga sambil mengusap rambut Boy dengan tangannya.
"Papa lihat sendiri bukan, sekarang apa Papa tega menjauhkan Boy dengan ayah kandungnya?" Tanya Mama Lita pada Papa Adam dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Papa Adam tak menjawab ucapan Mama Lita. Ia menatap Kevin yang sedang menuruni tangga dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Setelah berada di lantai bawah, Kevin berjalan mendekat pada Papa Adam dan Mama Lita sambil menggendong Boy yang sedang menangis.
"Kevin, coba berikan Boy pada Mama." Ucap Mama Lita berniat membantu menenangkan Boy yang sedang menangis.
Kevin mengangguk lalu mencoba memberikan Boy pada Mama Lita. Boy pun memberontak di gendongan Kevin sambil menggelengkan kepalanya tanda penolakan berpindah ke tangan Mama Lita.
"Nda mahu!" Jerit Boy di dalam gendongan Kevin.
"Sudahlah, biarkan Boy bersama Kevin." Ucap Papa Adam pada Mama Lita.
Mama Lita pun mengurungkan niatnya mengambil Boy dan membiarkan Kevin menggendong Boy yang sedang menangis.
"Boy... tenanglah... ada Daddy di sini." Ucap Kevin masih berupaya menenangkan Boy.
"Boy itut Daddy." Ucap Boy dengan terisak-isak. Balita itu seperti menunjukkan jika ia tidak ingin lagi ditinggal oleh Kevin.
"Daddy tidak akan pergi kemana-mana, Boy." Ucap Kevin sambil mengusap-usap punggung Boy.
Cukup lama Kevin berusaha menenangkan Boy hingga akhirnya Boy pun berhenti menangis setelah mendengar Kevin berjanji tidak akan meninggalkannya.
Kevin mengangguk dan segera mendaratkan bokongnya di sofa sambil memangku Boy.
Mama Lita menatap wajah cucunya yang masih basah oleh air mata dengan perasaan haru. Bagaimana tidak, ia dapat melihat dan merasakan perasaan Boy saat ini yang tidak ingin jauh dari Daddynya.
"Ikatan batin antara Boy dan Kevin sangat kuat. Di umur Boy yang terbilang masih kecil dia sudah bisa mungungkapkan perasaannya jika tidak ingin jauh dari Daddynya." Ucap Mama Lita pelan pada Papa Adam.
"Itu hanya perasaan Mama saja." Ucap Papa Adam menyangkal apa yang Mama Lita katakan.
"Mama yakin jika Papa dapat melihat dan merasakan apa yang Mama rasakan saat ini." Ucap Mama Lita yang tidak percaya dengan ucapan Papa Adam.
Papa Adam pun terdiam dan tak lagi menyangkal ucapan Mama Lita. Di dalam hatinya ia membenarkan jika Boy tidak ingin dipisahkan dengan Daddynya bahkan di bawah alam sadar Boy sekali pun.
Suasana di ruangan pun kembali berubah tegang saat Kevin berdehem untuk melanjutkan ucapannya yang belum selesai karena kehadiran Boy.
"Papa... Mama... saya mohon berikan kesempatan sekali lagi pada saya untuk menebus segala kesalahan saya pada Queen dan menjadikan Queen kembali menjadi istri saya. Saya akan berjuang sekuat dan semampu saya untuk membahagiakan Queen dan Boy dan tak lagi membuat Queen bersedih karena saya." Ucap Kevin penuh harap.
Papa Adam diam beberapa saat sambil menatap tajam pada Kevin. "Pergilah!" Ucap Papa Adam sedikit keras.
"Pah... apa maksud Papah? Kenapa Papa menyuruh Kevin pergi. Berikan Kevin kesempatan untuk kembali membina rumah tangga dengan Queen. Demi kebahagiaan Queen dan Boy cucu kita, Pah." Ucap Mama Lita sedikit keras. Ia merasa tidak setuju dengan ucapan suaminya itu.
"Saya tidak akan pergi sebelum Papa mau menyerahkan Queen kembali menjadi istri saya." Ucap Kevin penuh tekad. Ia tidak ingin usahanya selama ini berujung sia-sia karena tak mendapatkan restu dari Papa Adam
"Papah..." Mama Lita memegang lengan Papa Adam agar menarik ucapannya yang menyuruh Kevin untuk pergi.
"Jika kau ingin meminta Queen kembali menjadi istrimu pada saya, maka pergilah sekarang juga dan kembali-lah bersama kedua orang tuamu untuk melamar Queen kembali menjadi istrimu." Ucap Papa Adam kemudian yang membuat kedua mata Mama Lita membola sempurna.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.