
"Apa sebelumnya kau jarang membawanya bermain bersama teman-teman yang seusia dengannya, hem?" Tanya Kevin lembut.
"Seperti yang kau fikirkan. Aku membatasi Boy untuk bermain di luar rumah jika tidak ada Kak Mirza di sisi kami." Jawab Queen.
"Apa itu semua karena kau takut keberadaan kalian akan terlihat oleh anak buahku, hem?" Tanya Kevin.
Queen tersenyum kikuk mendengar pertanyaan Kevin. Karena apa yang Kevin katakan ada benarnya. Ia memang takut jika keberadaannya dan Boy diketahui oleh anak buah Kevin walau saat itu ia merasa Kevin tak lagi mencari keberadaannya.
"Mirza dan dirimu memang terlalu pandai menyembunyikan Boy dariku. Namun kalian tidak lebih pandai dari pada takdir yang akhirnya menuntunmu kembali padaku." Ucap Kevin tulus dengan tatapan penuh cinta pada Queen.
Deg
Jantung Queen berdebar-debar mendengarkan ucapan dari Kevin.
"Sejauh apa pun kau melangkah menjauh dariku, kau akan tetap kembali kepada diriku karena takdir hidupmu adalah untuk terus bersamaku." Lanjut Kevin lalu menarik sebelah tangan Queen untuk digenggamnya.
Wajah Queen pun mulai merona mendengar ucapan Kevin yang terdengar begitu manis di telinganya. Apalagi saat ini Kevin tengah menggenggam lembut tangannya yang membuat ia sulit menenangkan jantungnya yang berdebar begitu cepat.
Kevin pun melepas genggamannya saat mobil mulai melewati keramaian. "Apa kau sudah memberitahu Mama dan Papa jika sudah dalam perjalanan pulang?" Tanya Kevin.
"Sudah. Sebelum masuk ke dalam mobil tadi, aku sudah mengirimkan pesan pada Mama dan Papa." Jawab Queen.
Kevin menganggukkan kepalanya lalu kembali fokus pada jalanan yang cukup padat di depannya. Sesekali ia menolehkan wajahnya ke samping untuk melihat wajah cantik Queen yang membuatnya selalu terpesona.
"Apa kau merasa senang malam ini?" Tanya Kevin saat mobil berhenti di lampu merah.
"Ya. Tentu saja aku merasa senang." Jawab Queen tersenyum.
Kevin turut tersenyum mendengarnya. "Apa kau tahu jika membuatmu senang adalah sebuah kebahagiaan bagiku." Ucap Kevin.
Queen tertunduk dengan wajah yang kembali merona.
"Aku sangat bersyukur karena Tuhan memberikan kesempatan bagiku untuk bisa membahagiakanmu dan Boy. Entah apa jadinya aku jika kau tetap memilih menjauh dariku dan menghilangkanku dari hidupmu." Ucap Kevin.
"Bisakah kau tidak membahas tentang itu lagi? Aku selalu merasa bersalah jika mengingatnya." Lirih Queen.
Kevin mengusap punggung tangan Queen. "Jangan pernah menyesal atas apa yang telah terjadi. Aku bahkan merasa bersyukur karena kepergianmu akhirnya bisa membuatku sadar jika dirimu sangatlah berarti bagi diriku. Dan aku sangat menyesal karena telah terlalu lama menyia-nyiakanmu sejak kau menjadi istriku." Tutur Kevin.
"Kau tahu jika aku juga merasa bersyukur karena Tuhan menghadirkanmu menjadi pria yang begitu tulus mencintaiku. Kau adalah pria yang sangat aku harapkan selama ini. Aku sangat senang dan bersyukur karena akhirnya aku bisa merasakan arti mencintai dan juga dicintai."
Kevin mendekatkan tubuhnya pada Queen dan dengan cepat mencium kening Queen. "Terimakasih karena telah mencintaiku." Ucap Kevin lalu menjalankan kembali mobilnya karena rambu lalu lintas sudah menunjukkan warma hijau.
Deg
Deg
Apa Kevin baru saja menciumku? Apa aku habis merasakan ciuman seperti apa yang dirasakan Riri tadi? Ucap Queen dalam hati.
*
Mobil Kevin nampak sudah berhenti di depan rumah kedua orang tua Queen. Kevin segera turun dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Queen dan mengambil Boy yang sedang tertidur dari pangkuan Queen.
"Dia tidur lelap sekali." Queen mengusap-usap kepala putranya.
"Untung saja Boy tidak rewel karena sudah lewat dari jam tidurnya." Jawab Kevin.
Queen tersenyum mendengarnya. "Kau benar. Mungkin karena terlalu lelah bermain membuat Boy terlelap dengan cepat." Ucap Queen. "Kalau begitu ayo kita masuk." Ajaknya.
Kevin mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Saat baru saja membuka pintu rumah, Queen dan Kevin sudah dikejutkan melihat keberadaan Papa Adam yang berdiri di depan pintu.
"Kalian baru pulang?" Tanya Papa Adam.
"Kenapa Papa belum tidur?" Tanya Queen tanpa menjawab pertanyaan Papa Adam. Sedangkan Kevin sudah lebih dulu menjawab pertanyaan Papa Adam dengan anggukan kepalanya.
"Papa menunggumu dan Boy pulang." Jawab Papa Adam singkat.
Queen mengangguk paham lalu beralih menatap pada Kevin. "Kev, kemarikan Boy, biar aku saja yang membawanya ke kamar." Ucap Queen.
Kevin menurut dan segera memberikan Boy pada Queen.
"Naiklah ke kamar, Papa ingin berbicara dengan Kevin lebih dulu." Titah Papa Adam pada Queen.
***
Note.
Buat teman-teman yang masih menanyakan cerita cinta Aga dan Amara, Cerita Aga dan Amara akan terbit setelah novel Queenara tamat ya teman-teman.
Aga dan Amara akan dibuat di buku baru. Sedangkan cerita Kevin in the gang tetap di tulis di buku Queenara.
Terimakasih🤗
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.