
"Kakak mengusir kami?" Marvel memasang wajah sedihnya.
"Tentu saja. Kakak ingin bekerja dan sebaiknya sekarang kalian segera pergi." Balas Dara.
Marvel memasang wajah pura-pura sedihnya. "Ayo kita pergi, Dio." Ajaknya lalu kembali menaikkan kaca mata hitamnya.
Dio mengangguk lalu menaikkan kembali kaca mata hitamnya. Mereka pun melangkah setelah berpamitan pada Dara.
"Mereka ada-ada saja." Gumam Dara lalu ikut melangkah menuju ruangan kerjanya.
"Jadi kita akan melihat siapa dulu?" Tanya Dio saat mereka sudah berada di depan ruangan perawatan Boy dan Zeline.
*
Kevin dibuat menggeleng saat melihat dua orang pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan perawatan putranya. Berbeda dengan Queen yang menggeleng sambil menahan senyum melihat penampilan dua orang pria yang sangat dikenalinya itu.
Dua orang pria yang tak lain adalah Dio dan Marvel nampak berjalan mendekat pada Kevin. Mereka pun secara bersamaan membuka kaca mata hitamnya setelah berada tepat di hadapan Kevin.
"Apa kalian sudah berganti profesi saat ini?" Tanya Kevin dengan nada menyindir.
Sebelah alis tebal Marvel terangkat. "Maksudmu?" Tanyanya bingung.
"Aku kira kalian sudah berganti profesi menjadi tukang urut saat ini." Jawab Kevin datar.
"Apa maksudmu?" Dio dibuat semakin bingung mendengar ucapan Kevin.
"Ya, penampilan kalian yang memakai kaca mata hitam membuatku menilai kalian sudah berganti profesi menjadi tukang urut." Jawab Kevin.
"Hei!" Suara Dio sedikit meninggi. Marvel pun dengan cepat memukul lengan Dio karena suaranya hampir saja membangunkan Boy yang sedang tertidur.
"Apa-apaan kau?" Cetus Dio sambil mengelus lengannya yang sakit.
"Pelankan suaramu atau kau akan membangunkan Boy!" Tukas Marvel.
Kekesalan di wajah Dio berubah menjadi senyuman kaku saat menyadari Boy sedang tertidur saat ini.
"Lagi pula kenapa kau mengatai kami tukang urut?! Apa kau tidak lihat penampilan kami ini keren?" Dio berusaha berucap pelan namun tak menyurutkan wajah kesalnya kembali pada Kevin.
"Kau benar juga!" Timpal Marvel lalu menatap Kevin tajam.
"Aku mengatakan apa adanya. Jika kalian tidak percaya, tanyakan saja pada Queen." Balas Kevin datar.
"Aku tidak tahu." Jawab Queen lalu tertawa kecil.
Marvel dan Dio saling pandang lalu menghela nafas berbarengan.
"Sudahlah, dia tidak tau apa itu keren seperti kita." Lirih Dio yang diangguki Marvel sebagai jawaban.
Marvel dan Dio pun akhirnya duduk di kursi sofa sambil menatap Boy yang sedang terbaring di atas ranjang.
"Bagaimana keadaan Boy saat ini?" Tanya Marvel.
Kevin menatap pada putranya. "Sudah mulai baikan. Pagi ini Boy sudah tidak terlalu sering menangis karena menahan sakit." Jawab Kevin.
Wajah Marvel berubah layu. "Kasihan sekali ponakanku." Ucapnya lalu menghela nafas berat.
"Kau benar. Boy masih kecil dan sekarang sudah harus merasakan sakitnya jarum infus menusuk tangannya." Lirih Dio.
Kevin turut menghela nafas berat. "Aku juga tidak tega melihatnya. Namun bagaimana lagi. Boy harus dirawat agar cepat membaik." Ucap Kevin.
Marvel dan Dio mengangguk paham. Pandangan mereka beralih pada Queen yang kini berwajah sendu setelah mendengarkan percakapan mereka.
"Semuanya telah terjadi dan tidak bisa diulang kembali. Untuk kedepannya kau dan Queen hanya bisa memantau makanan apa saja yang dimakan Boy. Anak kecil itu juga tidak bisa terlalu dilarang karena mereka pasti lebih mengutamakan apa yang mereka mau." Ucap Marvel.
"Kau benar. Bagaimana pun juga aku tidak bisa melarang Boy terlalu keras. Untuk kejadian kemarin, itu karena aku lalai karena tidak memperhatikan Boy." Jawab Kevin.
"Tidak begitu. Jelas saja kau tidak memperhatikan Boy karena kau sibuk menyambut dan bercengkrama dengan tamu yang datang." Timpal Dio.
Marvel mengangguk membenarkan ucapan Dio.
"Oh ya, apa kalian sudah melihat keadaan Zel?" Tanya Kevin.
Marvel menggeleng. "Belum. Setelah ini kami akan melihat bocah nakal itu." Jawab Marvel. Kepalanya lalu menggeleng saat mengingat kenakalan Zeline yang mengantarkannya menuju ranjang rumah sakit.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.