
"Kau..." Windi tak dapat melanjutkan ucapannya dan lebih memilih tersenyum membalas ucapan Marvel. Senyuman manis yang terbit dari wajah Windi berhasil membuat jantung Marvel berdebar-debar.
"Tuan Marvel, Nona Windi." Penghulu mengucapkan nama mereka sambil melihat berkas pernikahan mereka yang terletak di atas meja. Pandangan Marvel dan Windi pun terputus dan kini mereka menatap pada penghulu yang tengah membacakan isi berkas yang ada di depannya.
"Karena Tuan Marvel dan Nona Windi sudah ada di sini maka acara pagi ini sudah bisa dimulai." Pembawa acara mulai membuka acara pagi itu karena tidak ingin terlalu lama mengingat ayah Windi yang tidak bisa terlalu lama berada di luar rumah sakit.
"Ayah..." Windi menatap tersenyum haru pada ayahnya yang akan menjadi wali nikahnya saat ini. Walau dalam kondisi seperti saat ini yang masih lemah bahkan wajah Amri terlihat masih pucat, Amri tetap ingin menikahkan putri semata wayangnya tanpa perduli dengan kondisi tubuhnya. Untuk saja Dara dan pihak rumah sakit sudah memberikan penanganan yang terbaik pada Amri lebih dulu hingga kondisi Amri masih stabil seperti saat ini.
Acara pernikahan pagi itu pun akhirnya dimulai setelah penghulu kembali angkat bicara mempertanyakan kesiapan Marvel dan Windi untuk menikah. Setelah mendapatkan jawaban siap dari keduanya, Marvel dan Windi pun diminta meminta restu dan permohonan maaf pada kedua orang tua mereka lebih dulu agar pernikahan yang akan mereka jalani kedepannya selalu diberikan keberkahan.
Suasana haru mulai menyelimuti orang-orang yang sedang menyaksikan pernikahan Marvel dan Windi saat Marvel dan Windi saling meminta maaf pada kedua orang tua mereka. Isak tangis yang terdengar dari mulut Windi dan Mama Belinda pun membuat sebagian orang yang mendengarnya turut meneteskan air mata termasuk Naina dan Queen.
Acara pun semakin berlanjut dengan proses akad nikah Marvel dan Windi. Semua orang kini fokus pada acara inti mereka pagi itu. Tak seorang pun dari mereka mengalihkan pandangan pada sosok pria tampan yang kini berjabat tangan dengan pria paruh baya yang berstatus sebagai ayah dari mempelai wanita.
"SAH..." kata sah terdengar begitu nyaring hingga menggema ke sudut ruangan saat Marvel berhasil membacakan ijab qabul dalam satu tarikan nafas. Tidak ada sedikit pun rasa gugup dalam tubuh pria itu hingga begitu lancar membacakan ijab qabul untuk menjadikan Windi menjadi istrinya.
Satu tetes air mata nampak jatuh di wajah cantik Windi saat mendengar jika kini ia sudah sah menjadi istri dari pria gagah dan tampan yang duduk di sebelahnya saat ini. Sebuah pernikahan yang terjadi begitu cepat dengan persiapan yang sangat singkat.
"Ya. Kau sudah menjadi seorang istri dari Marvel Atmajaya." Jawab Marvel yang mendengan ucapan Windi.
Windi menoleh pada Marvel yang tengah tersenyum padanya. Ia pun akhirnya turut tersenyum membalas senyuman yang Marvel berikan.
"Windi..." suara seseorang yang sangat dikenalinya membuat perhatian Windi teralihkan ke sumber suara.
Tak berada jauh darinya Alisa terlihat duduk sambil menangis menatap padanya. Windi tersenyum dengan kedua mata berkaca-kaca menatap pada sahabat baiknya itu. Alisa, sahabatnya itu memang datang sedikit terlambat tadi karena ia harus mengantarkan adiknya sekolah lebih dulu dan harus melalukan absen pagi di tempat kerjanya lebih dulu.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.