
"Sepertinya asik juga jika sekarang menelefon kekasihku yang jauh di sana dari pada menyusul Daniel dan Kevin." Ucap Dio lalu meninggalkan Marvel.
"Mereka sungguh menyebalkan!" Sungut Marvel. "Lebih baik aku menyusul Zeline yang sedang bermain dengan Ziko dan Boy saja." Putusnya tak ingin berdiri sendiri.
Marvel pun segera melangkah ke arah Zeline untuk bergabung bersama mereka. Terlihat di sana ada Farhan dan Fahri yang turut bergabung dengan Zeline dan yang lainnya.
"Kenapa Om ikut berkumpul bersama kami? Apa Om mau ikut ke dalam genk kami?" Tanya Farhan dengan ketus.
"Tentu saja Om datang ke sini untuk ikut bermain bersama kalian sebelum pulang dari rumah ini." Jawab Marvel dengan santai.
"Apa Om tidak malu berkumpul dan bermain bersama anak-anak seperti kami?" Timpal Fahri dengan tatapan mengejeknya.
"Kenapa Om harus malu? Tidak ada salahnya bukan jika Om bermain bersama kalian?" Tanya Marvel.
Farhan dan Fahri saling pandang lalu mendengus bersamaan. "Tentu saja salah." Jawab Farhan.
"Salah? Dari mana datangnya salah?" Tanya Marvel bingung.
"Seharusnya Om itu bermain dengan para orang tua, bukan anak-anak seperti kami." Timpal Fahri.
"Apa Om sudah tidak memiliki teman untuk bermain?" Tanya Farhan sebelum Marvel menjawa ucapan Fahri.
"Tentu saja ada. Tapi kau lihat sendiri bukan teman-teman Om saat ini fokus pada pasangannya masing-masing." Ucap Marvel memasang wajah sedihnya.
"Sungguh kasihan sekali. Itulah resiko untuk prio jomlo seperti Om. Hidupnya jadi sengsara." Ucap Farhan asal namun menusuk ke jantung Marvel.
"Hahaha...." Zeline tertawa-tawa mendengar ucapan kakak sepupunya. "Om Marvel jomlo, ya?" Ucapnya sambil tertawa.
Marvel menatap sebal pada para bocil yang kini sedang mengejeknya. Walau merasa sebal diejek oleh mereka, namun Marvel tidak memilih meninggalkan mereka justru tetap berada di dekat mereka dan melihat mereka yang sedang bermain.
"Terserah apa yang kalian katakan, yang penting Om akan tetap di sini bersama kalian." Ucap Marvel tanpa malu.
"Baiklah, karena kami sedang berbaik hati dan merasa kasihan dengan kesendirian Om saat ini, maka kami membiarkan Om bermain di sini." Ucap Farhan dengan wajah mengejek.
Tak jauh dari Marvel berada, Dio nampak tertawa-tawa sambil menelefon kekasihnya karena kasihan melihat nasib sahabatnya saat ini. Pun dengan Daniel yang kini tengah menahan tawa melihat sikap Marvel.
"Aku tidak pernah salah pilih menjadikan Marvel pengasuh Zeline sejak dulu." Ucapnya pelan karena takut Naina mendengar ucapannya saat ini.
*
Tanpa terasa acara lamaran Kevin dan Queen hari itu pun berakhir. Para kerabat dan teman-teman mereka yang datang hari itu satu persatu meninggalkan rumah Queen termasuk Kevin dan keluarganya. Queen melepas kepergian mereka dengan senyuman manis terkembang di kedua sudut bibirnya.
"Apa kau merasa senang hari ini, Sayang?" Mama Lita mengusap lengan Queen yang berada di sebelahnya.
Queen menoleh dan tersenyum pada Mama Lita. "Queen sangat senang, Ma. Terima kasih telah menerima Kevin kembali, Mah." Ucap Queen.
Mama Lita tersenyum. "Jangan mengucapkan terima kasih pada Mama. Kau tahu, apa pun akan Mama berikan untukmu, Sayang." Jawab Mama Lita.
"Mamah..." Queen memeluk tubuh Mama Lita. "Queen sangat bahagia. Sungguh bahagia." Lanjut Queen semakin mendekap erat tubuh Mama Lita.
Tak berbeda dengan Queen saat ini, Kevin pun turut bahagia setelah berhasil melamar Queen kembali menjadi istrinya. Selama dalam perjalanan menuju rumahnya, Kevin tersenyum saat mengingat Queen menerima lamarannya. Senyuman di wajah Kevin pun dapat terlihat oleh Mami Eve dan Papi Niko.
Mami Eve dan Papi Niko kini merasa tenang karena akhirnya Kevin menemukan kebahagiaannya tanpa rasa terpaksa sedikit pun. Rasa bersalah mereka pada Kevin pun akhirnya terasa berkurang dengan kebahagiaan Kevin saat ini.
Qeenara... memilikimu adalah hal yang pernah aku mimpikan sejak dulu sebelum kau bersama Danie. Walau hati ini pernah merasa sakit melihatmu bersama dengan sahabatku, namun aku tetap bahagia karena akhirnya kau bisa mendapatkan Daniel menjadi milikmu. Telah sekian lama aku berusaha membohongi hati dan perasaanku jika aku sudah tidak menginginkanmu hingga akhirnya aku menyakitimu. Dan saat ini, aku berjanji tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang pernah aku perbuat. Aku akan berusaha sekuat dan semampuku untuk memberikan cinta dan kebahagiaan untukmu dan anak-anak kita.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.