
Keesokan harinya, Windi nampak telah bersiap untuk menemui Marvel di alamat yang telah dikirimkan oleh Alisa padanya. Untung saja hari ini ia mendapatkan shift sore hingga bisa membuatnya menemui Marvel sesuai rencananya tadi malam.
Sebelum berangkat menemui Marvel, Windi berpamitan pada ayahnya lebih dulu dan tak lupa menitipkan ayahnya pada perawat selama ia tidak ada di ruangan rawat ayahnya. Setelah siap, Windi pun berangkat menuju tempat Marvel bekerja dengan menggunakan ojek online.
"Ini benar tempatnya?" Gumam Windi menatap gedung menjulang tinggi di depannya saat ini. Dengan langkah ragu Windi pun masuk ke dalam perusahaan dengan hanya bermodalkan nama lengkap Marvel.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu, Nona?" Tanya seorang security menghampiri Windi yang nampak kebingungan berdiri di depan pintu perusahaan.
"Ya. Saya ingin menemui Tuan Marvel, Pak." Jawab Windi.
"Maksud anda Tuan Marvel atmajaya?" Tanya security.
Windi menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Anda bisa menanyakan keberadaan Tuan Marvel saat ini pada resepsionis yang ada di dalam, Nona." Jawab security sambil menunjuk pada meja resepsionis yang terlihat dari pintu kaca.
Windi mengikuti arah pandangan security. "Baik, Pak. Terima kasih atas informasinya." Jawab Windi lembut.
Security mengangguk sebagai jawaban.
Windi pun berjalan masuk ke dalam loby dan menghampiri salah satu resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" Tanya resepsionis pada Windi.
"Ya. Saya ingin menemui Tuan Marvel. Apa Tuan Marvel ada di dalam ruangannya?" Tanya Windi.
"Maksud anda Tuan Marvel Atmajaya?" Tanya resepsionis.
Windi pun mengangguk sebagai jawaban.
"Apa anda sudah membuat janji sebelumnya dengan Tuan Marvel, Nona?" Tanyanya.
Windi menggelengkan kepalanya. "Apa saya harus membuat janji dengannya lebih dulu?" Tanya Windi bingung.
Resepsionis pun mengangguk. "Untuk bertemu dengan Tuan Marvel anda harus membuat janji lebih dulu, Nona. Dan saat ini Tuan Marvel belum bisa ditemui karena Tuan Marvel sedang ada pertemuan dengan rekan bisnisnya dari luar negeri." Jawabnya lembut.
Windi semakin dibuat bingung mendengarnya. Ia pun berpikir apa jabatan Marvel di perusahaan ini sehingga begitu sulit untuk menemuinya. Di tengah kebingan Windi yang ingin menemui Marvel, Jhoni yang baru saja keluar dari dalam lift nampak menghampiri Windi yang masih terdiam di depan resepsionis.
"Eh." Windi seketika membalikkan tubuhnya.
"Apa anda berbicara dengan saya?" Tanya Windi karena tidak mengenali pria di depannya saat ini.
Jhoni menganggukkan kepalanya. "Apa anda ingin menemui Tuan Marvel, Nona?" Tanya Jhoni.
"Agh, ya. Saya ingin menemui Tuan Marvel tapi saya belum membuat janji dengannya." Jawab Windi dengan polosnya.
Jhoni menahan senyumannya mendengar jawaban Windi. "Mari ikut saya, Nona." Ajak Jhoni.
"Kemana?" Tanya Windi bingung.
"Tentu saja menemui Tuan Marvel." Jawab Jhoni.
"Apakah saya bisa menemuinya?" tanya Windi.
"Bisa, Nona." Jawab Jhoni.
"Emh, baiklah kalau begitu." Ucap Windi. Sebelum mengikuti Jhoni, Windi tak lupa mengucapkan terima kasih pada resepsionis yang tadi ditanyanya.
Jhoni pun menuntun Windi menuju lift untuk naik menuju ruangan Marvel berada. Dan sebelum masuk ke dalam lift, Windi sempat dibuat bingung melihat orang-orang yang terlihat menundukkan kepalanya saat melihat Jhoni.
Kebingungan Windi pun semakin bertambah saat telah berada di lantai tertinggi perusahaan dan Jhoni membawanya ke depan ruangan yang bertuliskan presiden direktur perusahaan Atmajaya.
"Presiden direktur?" Gumam Windi dengan kedua mata membola sempurna.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.