Queenara

Queenara
Aku harus pergi



Boy hanya tertawa menjawab ucapan Boy. Seorang Nany yang diminta Queen ikut dengan mereka pun mengikuti langkah Boy dan Queen dari belakang.


"Biar saya saja yang menggendong Tuan kecil, Nona." Tawarnya pada Queen.


Queen menggelengkan kepalanya. "Tidak masalah, Bibi. Biar saya saja." Jawabnya.


"Baik, Nona." Jawab Nany patuh.


Queen pun kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam pusat perbelanjaan. Saat baru saja masuk ke dalam pusat perbelanjaan, Boy pun memberontak meminta diturunkan dari gendongan Queen. Mengetahui bagaimana sikap putranya yang ingin berjalan dengan bebas, Queen pun segera menurunkan Boy dari gendongannya. "Ingat, jangan berlari kemana-mana." Ucap Queen pada Boy. Queen pun meminta Nany untuk mengikuti langkah Boy selama ia sedang berbelanja.


Tak jauh dari mereka berada seseorang nampak tertegu melihat pemilik hatinya yang dulu pergi kini sudah berada tepat di depan matanya. "Queenara... kau di sini?" Gumamnya dengan memandang wajah Queen penuh kerinduan.


*


"Bibi, saya ingin ke rak yang ada di sana dulu. Bibi tolong jaga Boy, ya." Pinta Queen pada Nany.


"Baik, Nona." Jawabnya patuh.


Setelah memberikan pesan pada Boy agar tidak berlari kemana-mana, Queen pun segera berjalan ke arah rak khusus perlengkapan anak-anak. Dan dari jarak yang tidak terlalu jauh, pria yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Queen segera berjalan ke arah Boy yang kini sedang berlari diikuti Nanynya.


"Apa kau ingin menghampiri anakmu?" Tanya Marvel yang berada di samping Kevin. Ya, pria yang sejak tadi berdiri memperhatikan Queen adalah Kevin dan Marvel yang juga sedang berada di pusat perbelanjaan.


"Tentu saja." Ucap Kevin sambil terus melangkah ke arah Boy.


Marvel menggelengkan kepalanya lalu mengikuti langkah Kevin. "Kenapa kau tidak menemui ibunya saja?" Tanya Marvel.


Kevin menghentikan langkahnya lalu menatap tajam pada Marvel.


"Ya, ya, aku hanya bercanda." Ucap Marvel sambil menggaruk keningnya yang tak gatal.


Kevin tak membalas ucapan Marvel dan lebih memilih mengejar langkah Boy yang semakin menjauh darinya. Untung saja jarak Boy dan Queen saat ini cukup jauh hingga Kevin tidak merawa awas jika Queen akan melihat keberadaannya.


"Boy..." suara Kevin yang terdengar mengalun menghentikan Boy yang sedang berlari.


Boy menolehkan wajahnya ke belakang mencari asal suara yang memanggil namanya dan terdengar tidak asing di telinganya.


"Boy..." Kevin berjongkok lalu merentangkan kedua tangannya saat Boy menoleh padanya.


"Daddy! Daddy!" Boy segera berlari ke arah Kevin. Boy pun hampir saja terjatuh saat berlari karena sangking bersemangatnya mengejar Kevin.


"Hati-hati jagoan." Ucap Kevin setelah Boy masuk ke dalam dekapannya.


"Ya, Daddy ada di sini." Jawab Kevin lalu mengecup sayang kening Boy.


"Ehe..." Boy tertawa lalu mengusap wajah Kevin dengan tangan mungilnya.


"Jajan sini, Dad?" Tanya Boy dengan nada sedikit tidak jelas.


Kevin tersenyum mendengarnya. "Ya. Selain jajan Dad juga ingin menemuimu." Ucap Kevin.


"Mommy nda?" Tanya Boy.


Kevin dibuat terdiam mendengarnya. "Tentu saja Mommymu juga." Jawab Marvel dari arah belakang Kevin dengan senyum jahil di wajahnya. Setelahnya Marvel pun mengacungkan jari tengah dan telunjuknya saat melihat tatapan tajam dari Kevin.


"Maaf, anda siapa, Tuan?" Nany yang ditugaskan menjaga Boy pun memasang badan karena takut jika Kevin dan Marvel adalah orang yang bernit jahat pada Boy.


"Saya adalah ayah kandung Boy." Jawab Kevin dengan tegas seolah mematahkan pemikiran negatif Nany Boy padanya.


Nany pun mengangguk paham setalah menyadari kemiripan di wajah Boy dan Kevin.


Kevin pun memanfaatkan kesempatan yang ada dengan mengajak Boy berbicara seraya menggendongnya. Ia mengajak Boy ke arah rak yang cukup jauh dari Queen agar Queen tak melihat keberadaannya.


Sementara Queen yang telah selesai mengambil barang-barang keperluan Boy dan dirinya berjalan dengan tergesa-gesa saat tak melihat keberadaan Boy dan Nanynya di sekitarnya.


"Dimana mereka?" Gumam Queen sambil melihat ke kanan dan ke kiri. Wajah Queen pun berubah cemas saat tak kunjung melihat keberadaan Boy dan Nanynya.


"Kita harus segera pergi. Queen sedang berjalan ke arah sini." Bisik Marvel di telinga Kevin.


Kevin mengangguk paham lalu berpamitan pada Boy untuk pergi lebih dulu. Dengan berat hati Kevin pun segera pergi meninggalkan Boy yang sedang menangis karena tak rela ditinggalkan olehnya.


"Daddy... Daddy...!!" Boy mengulurkan sebelah tangannya berharap Kevin membalikkan tubuhnya.


Maafkan Daddy, Boy. Dad akan segera mememuimu dan Mommy kembali di tempat yang berbeda. Ucap Kevin dalam hati sambil mempercepat langkahnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.