Queenara

Queenara
Menghilangkan rasa malu



"Tidak perlu tegang begitu, Sayang..." lirih Kevin lalu memegang pinggang ramping Queen dengan sebelah tangannya. Sedangkan tangannya yang bebas ia pergunakan untuk mengelus lembut wajah Queen.


Queen kembali memejamkan kedua kelopak matanya merasakan sentuhan lembut tangan Kevin di wajahnya.


Cup


Kembali Kevin memberikan sebuah kecupan di bibir manis Queen. Ia tersenyum melihat wajah Queen yang saat ini memerah mendapatkan ciuman darinya.


Cup


Kali ini Kevin tak hanya memberikan sebuah kecupan melainkan sebuah ciuman dan luma-tan cukup lama yang membuat ciuman mereka semakin panas. Kevin tak melepaskan tangannya yang berada di pinggang Queen dan justru semakin merapatkan tubuh mereka.


Queen masih setia memejamkan kedua kelopak matanya menikmati sensasi yang Kevin berikan. Tubuhnya semakin dibuat menegang kala tangan Kevin semakin naik memegang kedua aset berharganya.


"Sepertinya tidak enak jika di sini." Lirih Kevin setelah melepas ciumannya. Namun tidak dengan tangannya yang masih memegang secara bergantian aset berharga milik Queen.


Queen membuka perlahan kedua kelopak matanya. Ia menatap sayu pada Kevin seolah memberikan kode untuk sesuatu yang diinginkan lebih oleh tubuhnya saat ini.


Kevin tak menyia-nyiakan kode yang Queen berikan. Ia kembali membenamkan bibirnya di bibir manis Queen sambil menuntun Queen ke arah ruangan kamar pribadinya yang ada di dalam ruangan kerjanya. Kevin berjalan dengan perlahan sambil menuntun Queen menuju pintu kamar pribadinya.


Setelah sampai di depan kamar pribadinya, Kevin membuka pintu kamar dengan sebelah tangannya yang bebas namun tidak melepaskan ciuman di antara mereka.


Queen membalas ciuman dan lum-atan yang Kevin berikan hingga membuat tubuh Kevin kian memanas. Pun sesuatu yang sudah mulai menegang dan terasa sangat jelas oleh Queen saat ini.


Kevin dengan hati-hati menjatuhkan tubuh Queen di atas ranjang dan menghimpitnya. Ia semakin ganas melu-mat bibir manis Queen dan mempererat cengkraman tangannya di aset beharga milik Queen.


Satu desa-han yang sejak tadi Queen tahan pun lolos dari bibir mungil Queen. Kevin tersenyum mendengar suara indah dari bibir mungil istrinya itu.


Queen membuka kedua kelopak matanya. Ia manatap tak rela pada Kevin yang melepaskan ciumannya begitu saja.


Kevin pun segera bangkit dari tubuh Queen. "Kau harus membuka bajumu lebih dulu." Ucap Kevin.


Mengerti maksud ucapan Kevin, Queen pun ikut bangkit dari pembaringannya. Ia dengan malu-malu membuka pakaian kerjanya hingga memperlihatkan sesuatu yang sangat indah di mata Kevin.


Kevin meneguk salivanya susah payah. Ia tidak bisa membiarkan keinginannya tidak tersalurkan terlalu lama. Dengan cepat tangannya bergerak membantu Queen melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuh Queen hingga memperlihatkan tubuh polos Queen yang terlihat begitu indah di kedua matanya.


"Emh... sayang..." Queen merasa malu melihat tatapan Kevin saat ini. Ia menutup kedua aset berharganya dengan kedua tangannya.


"Jangan menutupinya." Ucap Kevin lalu melepas kedua tangan Queen yang sedang menutupi kedua aset berharganya.


"Kau belum melepas pakaianmu." Ucap Queen.


Kevin mengangguk.


"Biar aku yang membantumu." Ucap Queen lalu tanpa malu melepaskan satu persatu kancing kemeja Kevin hingga terlepas seluruhnya. Setelah melepas kemeja dari tubuh Kevin, Queen pun membantu melepaskan celana yang masih melekat di tubuh Kevin.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.