
Cukup lama Kevin memberikan sentuhan-sentuhan lembut di tubuh Queen yang membuat tubuh Queen menggeliat tak karuan. Setelah merasa Queen sudah semakin terbuai dengan sentuhan yang ia berikan, Kevin pun menatap Queen dengan tatapan penuh permintaan.
"Bolehkah aku melakukannya?" Tanyanya parau.
Queen yang sudah sangat menginginkan sentuhan lebih dari Kevin dan tanpa sadar jika pakaian di tubuhnya sudah hampir terlepas seluruhnya pun dengan cepat mengangguk dan menarik kembali tengkuk Kevin. Mendapat persetujuan dari Queen membuat Kevin dengan cepat membantu Queen melepas pakaian yang masih tersisa di tubuh Queen hingga Kevin dapat melihat dengan sempurna indahnya tubuh wanita yang sangat dicintainya itu.
Kevin memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah Queen yang basah akibat percintaan mereka yang berlangsung cukup lama. Senyuman di wajah tampan Kevin tak pernah surut setelah ia berhasil memasuki wanitanya untuk yang kedua kalinya. Ia kembali memberikan ciuman di wajah Queen dan mengucapkan terima kasih karena wanitanya telah bersedia memberikan apa yang ia inginkan.
Pun dengan Queen yang tetap tersenyum membalas senyuman Kevin walau saat ini tubuhnya terasa remuk setelah pergulatan panas mereka berakhir. Sisa kenikmatan pun masih terasa jelas di tubuhnya. Tak berbeda dengan Kevin, ia pun turut berterima kasih karena Kevin juga memberikan apa yang ia inginkan.
"Tidurlah, kau pasti lelah." Ucap Kevin lembut.
Queen menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. "Kau juga tidurlah." Jawabnya.
Kevin tersenyum lalu dengan perlahan turun dari atas tubuh Queen. Ia berbaring di sebelah Queen lalu menarik tubuh Queen ke dalam pelukannya. Tangannya terulur mengusap kepala Queen untuk menghantarkan Queen tidur dalam pelukannya.
Karena tubuhnya sudah terasa lelah dan matanya sudah terasa sangat berat, tak membutuhkan waktu lama bagi Queen untuk terlelap.
"Terima kasih dan selamat tidur cintaku." Ucap Kevin lalu memberikan ciuman cukup lama di kening Queen. Kevin pun turut memejamkan kedua kelopak matanya untuk menyusul Queen ke alam mimpi.
*
Deringan ponsel yang terdengar cukup keras membangunkan Kevin dan Queen dari tidur lelapnya. Kevin nampak terbangun lebih dulu dengan mata yang masih terasa sangat berat.
"Siapa yang menelfon malam-malam begini?" Gumamnya.
Queen pun turut membuka kedua kelopak matanya. Ia menatap ke wajah Kevin yang kini menatap ke arah nakas yang berada di sebelah tubuhnya.
"Ponselmu berdering, Sayang." Ucap Queen dengan parau.
"Iya, Sayang. Tunggu sebentar." Ucap Kevin lalu perlahan melepaskan tangannya yang menjadi penyangga untuk kepala Queen. Kemudian meraih ponselnya yang ada di atas nakas.
Queen pun bangkit dari pembaringannya sambil menatap Kevin.
Tak lama setelah panggilan terhubung, wajah Kevin nampak berubah cemas. "Mama tunggu sebentar kami akan segera pulang ke rumah." Ucapnya lalu mematikan sambungan telefon.
"Ada apa, Sayang?" Tanya Queen yang turut memasang wajah cemas pada Kevin.
Kevin menghela nafasnya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Queen. "Boy sakit, Sayang." Ucap Kevin berusaha tetap tenang.
"Apa?" Kedua bola mata Queen membulat sempurna. "Boy sakit?" Ulang Queen. Sangking terkejutnya mendengar ucapan Kevin, Queen sampai tidak sadar jika selimut yang menutupi dadanya sudah melorot hingga ke perutnya.
Kevin berusaha menggunakan akal sehatnya melihat pemandangan yang bisa kembali membangkitkan gairahnya. Ia pun mengangguk mengiyakan ucapan Queen.
"Boy tiba-tiba saja sakit dan saat ini menangis mencari keberadaan kita." Ucap Kevin cepat.
"Boy sakit apa?" Queen segera turun dari ranjang tanpa menggunakan selimut yang tadi menutupi tubuhnya.
Kevin kembali dibuat menguatkan imannya melihat pemandangan begitu indah di depannya dengan mengingat putranya yang sedang sakit saat ini.
"Aku juga tidak tahu. Tapi Boy menangis sambil memegang perutnya." Ucap Kevin.
Queen dibuat semakin panik. Tanpa pikir panjang ia segera berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya di sana.
"Ayo kita pulang sekarang, Kev!" Ajaknya yang sudah semakin cemas.
Kevin mengangguk lalu segera memakai pakaian yang diberikan Queen kepadanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.