
Tiga hari kemudian,
Setelah kepulangan Boy dari rumah sakit tiga hari yang lalu, Kevin dan Queen memutuskan untuk tinggal di rumah kedua orang tua Queen lebih dulu sampai memastikan keadaan Boy benar-benar sehat dan siap kembali dibawa ke apartemen.
Kevin dan Queen pun sudah kembali bekerja seperti biasanya. Walau merasa berat meninggalkan putranya yang baru saja sehat dari sakitnya, namun Queen tetap melakukannya karena kini ia memiliki tanggung jawab cukup besar di perusahaan milik keluarganya setelah Papa Adam memutuskan untuk tidak terlalu sering datang ke perusahaan jika tidak ada urusan penting yang mengharuskannya untuk datang.
Di perusahaan milik keluarga Queen siang itu, Queen terlihat termenung sambil menatap kosong ke arah depannya yang menampakkan banyaknya bangunan menjulang tinggi. Ia termenung memikirkan suaminya yang sudah tiga hari belakangan ini tak lagi menyentuhnya. Queen merasa cukup bersalah karena mengabaikan suaminya dan memilih fokus mengurus Boy.
Walau Kevin tidak menunjukkan sikap berbeda padanya, namun tetap saja Queen kini merasa bersalah karena acap kali mengabaikan suaminya padahal ia tahu apa yang sedang Kevin inginkan.
"Aku jadi merasa bersalah padanya." Lirih Queen. Ia ingat bagaimana tiap malam Kevin selalu menutupi keinginannya untuk menyentuhnya karena ada Boy di antara mereka. Queen menyadari jika suaminya itu adalah pria normal dan pasti saat ini menginginkan mengulang kembali malam pertama mereka sebagai pengantin yang saling mencintai.
Mama Lita pun beberapa kali menyarankan padanya agar menitipkan Boy padanya namun Queen selalu menolak karena tidak ingin mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Terlalu larut dalam pemikirannya membuat Queen tak mendengar ponselnya yang berdering sejak tadi. Hingga deringan ketiga, akhirnya Queen tersadar dan segera mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja kerjanya.
"Mama?" Gumam Queen membaca nama yang tertera di layar ponselnya. Queen segera mengangkat panggilan telefonnya. "Hallo Mama." Ucap Queen.
"Mommy... Mommy..." bukan suara Mama Lita yang menyahutnya, melainkan suara Boy yang terdengar riang di seberang telefon.
"Boy..." Queen tersenyum lebar mendengar suara putranya.
"Hallo Queen..." suara Mama Lita mulai terdengar. "Apa Mama mengganggu waktu kerjamu?" Tanya Mama Lita.
"Tidak, Mama. Kebetulan Queen sedang tidak sibuk." Jawab Queen.
Queen tersenyum mendengarnya. "Apa Mama pergi bersama Papa juga?" Tanya Queen.
"Ya. Papa juga ikut. Mama tidak tega jika meninggalkan Boy di rumah." Tutur Mama Lita.
"Mama boleh membawa Boy. Tanpa Mama minta izin pasti Queen mengizinkannya." Ucap Queen. Lagi pula Queen tahu jarak rumah teman Mama Lita tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Dan menurutnya tidak masalah jika Boy ikut bersama Mama dan Papanya.
"Baiklah, kalau begitu Mama matikan telefonnya lebih dulu karena Mama ingin bersiap-siap." Ucap Mama Lita.
"Baik, Mah." Jawab Queen.
Setelah sambungan telefon terputus, Queen pun kembali teringat pada suaminya. Queen segera melakukan panggilan telefon dengan Kevin dan menanyakan kegiatan Kevin saat ini. Saat mengetahui jika Kevin sedang tidak sibuk saat ini, membuat senyuman di wajah Queen terkembang.
"Aku akan memberikan kejutan untuknya." Ucap Queen setelah sambungan telefonnya terputus. Queen segera mengambil tas sandangnya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.