Queenara

Queenara
Kau menyukainya, Sayang?



"Apa?" Queen cukup terkejut mendengarnya. "Bagaimana bisa perusahaan sebesar perusahaan Melody diakuisi perusahaan lain?" Tanyanya bingung.


"Aku juga tidak mengetahuinya. Yang pasti hanya perusahaan besar yang berada jauh di atas perusahaan kedua orang tua Melody yang bisa melakukannya." Jawab Kevin.


Queen terdiam sambil berpikir. "Hanya ada beberapa perusahaan besar di negara ini yang bisa dengan mudah mengakuisi perusaahaan mereka." Ucap Queen.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Kevin. Ia ingin memastikan apakah Queen sepemikiran dengannya saat ini.


"Perusahaan Alexader, Perusahaan Dharma dan perusahaan Bagaskara." Queen menyebutkan nama perusahaan terbesar di negaranya. "Apa mungkin..." Queen mulai menebaak-nebak.


"Seperti yang kau pikirkan. Aku rasa Daniel berperan penting dalam hal ini." Ucap Kevin.


"Apakah benar begitu?" Queen cukup terkejut mendengar Kevin sepemikiran dengannya.


"Walau Daniel acap kali menyangkal jika aku mempertanyakan hal ini, namun aku merasa yakin jika Daniel turut andil dalam masalah ini. Aku tahu bagaimana sahabatku selama ini. Mereka pasti tidak akan tinggal diam jika salah satu di antara kami sedang dalam masalah. Terlebih mereka mengetahui permasalahan itu terjadi karena adanya pihak lain yang berusaha menjatuhkan salah satu di antara kami." Jelas Kevin.


Queen diam sambil menatap intens wajah Kevin. Tak berbeda dengan Kevin yang sangat mengenali Daniel dan yang lainnya, ia pun turut mengenal Daniel dalam berteman. Seperti yang Kevin katakan, Daniel dan yang lainnya tidak akan tinggal diam jika ada seseorang yang berniat menjatuhkan salah satu di antara mereka.


"Mereka memang tidak melanggar apa yang aku katakan untuk tidak membantuku menyelesaikan permasalahanku saat itu. Namun mereka bekerja dengan cara lain menjatuhkan lawanku dengan cara mereka sendiri." Ucap Kevin kemudian.


"Aku bangga denganmu." Ucap Queen menggenggam erat sebelah tangan Kevin.


Kevin menoleh menatap Queen.


"Aku bangga karena ayah dari anakku berhasil keluar dari permasalahan berat yang menimpanya dengan usahanya sendiri." Ucap Queen lalu tersenyum.


Kevin turut tersenyum mendengarnya. "Itu semua karena dirimu dan Boy. Walau kalian jauh dariku, namun semangat dalam diriku terus bertambah saat mengingat kalian kembali. Aku sungguh mencintaimu dan Boy. Tetaplah menjadi terang dalam gelapku dan semangat di saat aku sudah lelah dengan kerumitan dunia ini." Tutur Kevin.


Kedua bola mata Queen nampak berkaca-kaca mendengar ucapan Kevin yang sangat menyentuh hatinya. "Aku berjanji untuk itu." Ucap Queen.


*


Setelah melewati lebih kurang tiga puluh lima menit perjalanan, akhirnya mobil Kevin pun sampai di apartemen. Kevin menggenggam erat tangan Queen sebelum keluar dari dalam mobil. Queen pun tersenyum menatap pada Kevin dengan penuh cinta.


"Ayo kita turun." Ajak Kevin.


Tibalah mereka di depan pintu apartemen. Kevin membuka pintu apartemennya dan menarik tangan Queen masuk ke dalam apartemennya sambil menyeret koper milik Queen.


"Apa kau ingin minum?" Tawar Kevin setelah berada di ruang tamu.


Queen menggeleng. "Kita ke kamar saja." Ajaknya.


Kevin tersenyum lalu menarik lembut tangan Queen untuk masuk ke dalam kamar mereka.


"Kev..." Queen dibuat terkejut saat masuk ke dalam kamar sudah disambut aroma bunga mawar yang bertaburan di atas ranjang.


"Marvel dan Dio yang mempersiapkannya." Ucap Kevin lembut.


Queen tersenyum mendengarnya. Ia pun berjalan ke arah ranjang dengan diikuti Kevin di belakangnya.


"Apa kau menyukainya, Sayang?" Bisik Kevin di telinga Queen. Kedua tangannya pun mulai melingkar di pinggang ramping Queen.


Queen membalikkan tubuhnya dan tersenyum pada Kevin. "Aku menyukainya, Sayang." Jawab Queen malu-malu.


Kevin tersenyum melihat rona merah yang kembali muncul di kedua pipi Queen. Queen saat ini terlihat seperti pengantin baru yang masih terlihat kaku pada pasangannya.


"Aku senang dengan panggilan itu. Bisakah untuk seterusnya kau tetap memanggilku seperti itu?" Tangan Kevin terangkat mengelus pipi Queen.


"Bisa, Sayang." Jawab Queen sambil tersenyum.


Kevin menatap wajah Queen dengan intens sambil tersenyum. "Terima kasih, Sayang." Ucap Kevin lalu mulai mendekatkan wajahnya pada Queen.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.