
"Kau tanya kenapa? Apa kau lupa jika kita akan menjadi detektif hari ini?" Tanya Dio.
"Maksudmu?" Tanya Marvel bingung.
"Kita akan mengikuti gerak-gerik Windi pagi ini." Jawab Dio.
Puk
Marvel melemparkan bantal sofa ke wajah Dio. "Itu namanya bukan detektif tapi penguntit." Ketus Marvel.
"Alah, itu sama saja." Jawab Dio.
Marvel mendengus mendengarnya. "Ayo kita pergi sekarang." Ajak Marvel.
"Tidak bisa. Kau tidak boleh pergi sebelum mengganti pakaianmu dengan pakaian yang sama seperti yang aku kenakan!" Ketus Dio.
"Aku tidak berminat. Membuang waktuku saja." Ketus Marvel lalu bangkit dari duduknya. Dio tak membiarkan Marvel tak menurutinya begitu saja. Ia segera menarik tangan Marvel untuk menghentikan pergerakan Marvel.
"Hei, kau mau apa?!" Amuk Marvel.
"Ayo ganti bajumu lebih dulu. Kau harus berpenampilan yang sama denganku." Ucap Dio tanpa bantahan.
"Aku tidak mau!" Tolak Marvel. Namun bukannya memperdulikan penolakan Marvel, Dio justru menarik tangan Marvel menuju kamarnya.
*
Saat ini Dio dan Marvel sudah berada di dalam mobil menuju kediaman Windi yang berjarak lima kilometer dari apartemen Dio berada. Dan seperti permintaan Dio, Marvel sudah terlihat memakai pakaian hitam serta atribut hitam yang lainnya sama seperti yang Dip kenakan.
"Ini sungguh menyebalkan." Sungut Marvel.
Dio hanya menarik tipis sebelah sudut bibirnya dan terus melajukan mobilnya menuju kediaman Windi.
"Apa kau tahu dimana rumah wanita itu?" Tanya Marvel.
"Dia memiliki nama, dan namanya adalah Windi." Ucap Dio.
"Terserah kau saja. Sekarang jawab apa kau mengetahui dimana rumah wanita itu?" Tanya Marvel lagi.
"Jika aku tidak tahu, tidak mungkin aku membawamu saat ini." Balas Dio sedikit ketus.
"Rumahnya ada di dalam gang ini." Ucap Dio.
Marvel memperhatikan gang yang Dio maksud. "Kenapa kau tidak langsung masuk saja?" Tanya Marvel.
"Tunggu dulu. Aku ingin memastikan jika mobil kita bisa berputar balik setelah masuk ke dalam gang ini." Ucap Dio sambil melihat layar ponselnya.
Marvel mengangguk paham.
"Oke, di dalam sana kita bisa putar balik. Bahkan jalan gang ini bisa tembus ke gang yang lain." Ucap Dio lalu segera menjalankan kembali mobilnya masuk ke dalam gang.
Marvel memperhatikan setiap rumah yang mereka lewati. Jika di lihat dari depan rumah yang berada di dalam gang terlihat cukup padat. Namun saat dilewati jarak atar rumah tidak terlalu rapat bahkan ada halamana kecil yang menjadi pembatas rumah antar warga.
Saat melewati rumah dengan bangunan tingkat dua, Dio tiba-tiba saja menghentikan laju mobilnya.
"Kenapa kau berhenti?" Tanya Marvel.
"Lihat itu." Tunjuk Dio pada sosok wanita yang baru saja keluar dari dalam rumahnya.
"Windi?" Ucap Marvel.
"Ya. Tepat sekali." Jawab Dio.
"Mau kemana dia pagi-pagi begini?" Tanya Marvel.
"Kau akan mengetahuinya sebentar lagi. Lebih baik sekarang kita ikuti dia." Ucap Dio. Dio pun menunggu motor milik Windi melaju cukup jauh dari hadapan mereka lalu mulai menjalankan mobilnya mengikuti motor Windi.
Mobil Dio pun terus melaju mengikuti motor Windi dengan mengatur jarak aman. Dan setelah lima belas menit mengikuti motor Windi, tibalah mereka di depan rumah sakit yang Dio dan Marvel ketahui adalah rumah sakit tempat Kak Dara bekerja.
"Rumah sakit? Kenapa dia datang ke sini?" Tanya Marvel bingung.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.