
Marvel pun menceritakan apa yang membuat Amri yang ia maksud sebagai calon mertuanya itu terbaring di rumah sakit. Mendengarkan cerita dari putranya membuat wajah Mama Belinda yang tadinya bersemangat berubah layu seketika.
"Kasihan sekali dia." Komentar Mama Belinda.
Marvel mengangguk. "Maka dari itulah Marvel berniat membawa Ayah Amri berobat ke rumah sakit terbaik yang ada di negara S, Ma." Jawab Marvel.
Pandangan Mama Belinda dan Papa Bagas kini terpusat pada Marvel yang terlihat begitu serius saat mengatakannya.
"Mama setuju untuk itu. Tapi apakah Amri menerima tawaran darimu?" Tanya Mama Belinda.
"Marvel akan mengusahakannya, Ma." Jawab Marvel dengan yakin.
Papa Bagas menatap putranya penuh arti. Kali ini untuk pertama kalinya ia melihat putranya begitu sungguh-sungguh untuk membantu seseorang yang tak lain adalah calon besannya.
"Marvel, Mama ingin mengunjunginya." Ucap Mama Belinda.
"Tapi tidak untuk saat ini, Ma. Mama bisa mengunjunginya di saat aku sudah siap membawa Mama bertemu dengan calon ayah mertuaku." Ucap Marvel.
"Kenapa seperti itu?" Tanya Mama Belinda cepat.
"Karena ada hal yang harus Marvel pastikan lebih dulu, Ma." Jawab Marvel.
"Marvel, kau tidak main-main bukan dengan ucapanmu? Kau benar-benar sudah menemukan calon menantu untuk Mama bukan?" Ucap Mama Belinda dengan tatapan menyelidik. Entah mengapa pemikirannya langsung tertuju pada sosok calon menantunya setelah mendengar ucapan Marvel yang terkesan penuh makna di pemikirannya.
"Tentu saja Marvel tidak main-main, Ma." Ucap Marvel yakin.
"Baiklah. Jika kau menghalangi Mama bertemu dengan besan Mama untuk saat ini, maka ayo pertemukan Mama dengan calon menantu Mama lebih dulu." Pinta Mama Belinda.
Deg
Marvel dibuat tertegun mendengar permintaan Mamanya. Untuk saat ini ia tidak mungkin mengabulkan permintaan Mamanya mengingat Windi belum menjawab tawarannya.
"Marvel..." Papa Bagas menatap putranya tajam.
"Tapi tidak untuk saat ini, Ma. Marvel akan membawanya secepatnya ke rumah kita jika dia sudah siap. Marvel tidak bisa terburu-buru mempertemukannya dengan Mama dan Papa." Ucap Marvel.
Marvel dapat menangkap maksud dari ucapan Mamanya yang memintanya untuk membawa Windi ke rumah mereka dalam waktu satu minggu ini.
"Marvel akan mengusahakannya untuk itu, Ma." Jawab Marvel.
"Mama percayakan semuanya padamu, Nak." Ucap Mama Belinda lalu menepuk pundak Marvel.
Papa Bagas pun mengambil sikap bersiap untuk bangkit dari duduknya.
"Papa ingin kemana?" Tanya Marvel.
"Pergi dari sini. Papa rasa niat Mamamu datang ke perusahaan ini sudah tercapai dan sudah saatnya kami untuk pergi." Ucap Papa Bagas.
"Tapi kenapa cepat sekali?" Tanya Marvel.
"Apa kau ingin berlama-lama menunda mengerjakan pekerjaanmu?" Tanya Papa Bagas ketus.
Marvel menggaruk keningnya yang tak gatal. Papanya itu memang tidak bisa diajak main-main jika dalam urusan pekerjaan. Dibandingkan dirinya, Papa Bagas jauh lebih disiplin dalam bekerja bahkan Papa Bagas tidak sekali pun pernah terlambat masuk bekerja. Tidak sama seperti dirinya.
"Marvel, kalau begitu Mama dan Papa pamit pergi dulu." Ucap Mama Belinda yang bersiap untuk bangkit dari duduknya.
Marvel mengiyakannya lalu turut bangkit dari duduknya.
"Ingat, Mama menagih janjimu dalam waktu seminggu ini atau kau akan tahu akibatnya." Ucap Mama Belinda tersenyum namun tidak dengan tatapannya yang penuh dengan peringatan.
^^^
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.