
"Ternyata wanita yang ada di dalam kamar itu benar-benar Queen." Lirih Dio merasa malu dengan apa yang ia lakukan tadi. "Berarti sejak tadi aku bertingkah bodoh dengan menjaga sepasang suami istri yang tengah bercinta." Dio dibuat semakin malu menyadari kesalahannya.
Pintu kamar pribadi Kevin pun tertutup saat Kevin sudah masuk ke dalam kamar. Dio mengelus dadanya setelah tak melihat lagi wajah Queen di balik pintu.
"Sayang, ada apa ini?" Tanya Queen heran saat Kevin menutup pintu kamar dengan cepat.
"Di luar ada Dio." Jawab Kevin sambil mengusap rambut panjang Queen yang nampak kusut.
"Dio?" Tanya Queen.
Kevin mengangguk membenarkan. "Dio sudah datang sejak setengah jam yang lalu." Jawab Kevin.
"Apa?" Kedua mata Queen terbelalak. "A-apa dia mengetahui apa yang kita lakukan?" Tanya Queen.
Kevin pun mengangguk membenarkan. "Dia bahkan mengupingnya." Jawab Kevin santai.
"Apa?!" Queen sedikit berteriak sangking terkejutnya.
"Sudahlah, Sayang, tidak perlu memikirkannya." Ucap Kevin tak ingin Queen kefikiran.
"Ini sungguh memalukan. Dio mengetahui apa yang kita lakukan bahkan dia mengupingnya." Queen menggigit jari telunjuknya. Sungguh saat ini ia merasa malu karena ketahuan oleh Dio sedang bercinta dengan Kevin.
"Bagaimana ini. Aku sungguh malu bertemu dengannya." Lirih Queen.
Kevin kembali mengusap rambut panjang Queen. "Sudahlah, sudah aku katakan tidak perlu memikirkannya." Tutur Kevin.
"Bagaimana aku tidak memikirkannya, Dio mendengar suaraku yang—" Queen menghentikan ucapannya karena sangat merasa malu saat ini.
"Sayang..." Kevin membawa tubuh Queen ke dalam dekapannya. "Tidak perlu memikirkannya, oke?" Ucap Kevin.
Queen menghela nafas panjang lalu mengangguk sebagai jawaban.
"Sekarang lebih baik kau ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhmu." Ucap Kevin.
Queen mengangguk mengiyakan. Kevin pun melerai pelukannya lalu mengusap wajah Queen. "Kalau begitu aku pamit keluar dulu." Ucap Kevin.
"Emh, tapi..." Queen meragu membiarkan Kevin pergi dari dalam kamarnya.
"Semua akan baik-baik saja." Ucap Kevin menenangkan hati Queen.
"Baiklah." Ucap Queen tersenyum dan membiarkan Kevin keluar dari dalam kamarnya. "Apa yang Dio pikirkan saat ini tentangku. Apa dia berpikir jika aku terlalu bersemangat datang ke perusahaan Kevin hanya untuk bercinta? Queen kembali dibuat berpikir dengan pendapat Dio saat ini.
"Siapa?" Tanya Kevin setelah Dio mematikan sambungan telefonnya.
"Marvel." Jawab Dio seadanya.
"Ada apa dia menelefonmu?" Tanya Kevin.
"Dia ingin memastikan janji pergi denganku nanti malam." Jawab Dio.
"Memangnya kalian ingin pergi kemana?" Tanya Kevin.
"Ke supermarket. Ada misi yang ingin kami jalankan di sana." Ucap Dio dengan senyuman penuh arti.
Kevin dapat menangkap senyuman penuh arti di wajah Dio.
"Apa ada sesuatu hal yang ingin kau rencanakan?" Tebak Kevin.
Dio tersenyum miring. "Seperti yang kau pikirkan. Ada sebuah misi yang ingin aku jalankan untuk kelangsungan hidup Marvel." Jawab Dio.
"Misi apa itu?" Tanya Kevin yang merasa penasaran dengan maksud ucapan Dio.
Dip pun mendekatkan bibirnya ke telinga Kevin lalu membisikkan suatu rencananya untuk Marvel.
"Apa kau yakin dengan rencanamu itu?" Tanya Kevin.
Dio mengangguk. "Jika tidak seperti itu kita tidak bisa mematahkan niatnya yang ingin melajang seumur hidup." Jawab Dio.
"Kau yakin wanita itu wanita baik-baik?" Tanya Kevin.
Dio mengangguk mengiyakan. "Aku sudah memastikan untuk itu." Jawabnya yakin.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.