
"Queen sudah pulang?" Tanya Papa Adam yang baru saja keluar dari dalam ruangan perpustakaan.
Mama Lita menganggukkan kepalanya. "Queen sudah naik ke kamarnya." Jawab Mama Lita.
Papa Adam mengalihkan pandangannya ke lantai dua rumahnya dimana Queen terlihat berjalan sambil menggendong Boy di sana. "Apa dia terlihat bahagia?" Tanya Papa Adam.
"Sangat. Queen terlihat sangat bahagia." Jawab Mama Lita yang dibalas senyuman tipis di wajah Papa Adam.
"Ayo kita ke kamar. Sudah saatnya istirahat." Ajak Papa Adam yang diangguki Mama Lita sebagai jawaban. Mama Lita dan Papa Adam pun berjalan beriringan menuju kamar mereka.
Sedangkan Queen yang baru saja sampai di dalam kamarnya nampak telah meletakkan tubuh Boy di atas ranjang.
"Emh... Daddy..." Ucap Boy parau dengan mata tertutup.
"Anak Mommy... kenapa kau tidak pernah melewatkan menyebutkan nama Daddymu di dalam tidurmu? Apa kau sangat menyayangi Daddy melebihi sayangmu pada Mommy?" Gumam Queen lalu tersenyum
*
Keesokan harinya, Queen terlihat melangkah dengan tergesa-gesa setelah keluar dari lift. Ia menatap ke arah sekitarnya mencari sosok yang sejak kemarin sudah tidak sabar untuk dijumpainya. "Dimana Riri? Kenapa dia belum terlihat?" Ucap Queen sambil terus melangkah. Setelah sampai di depan ruangan kerja Riri, Queen segera mengetuk pintu. Namun setelah menunggu beberapa saat tak kunjung mendapatkan jawaban dari dalam ruangan. "Apa dia belum datang? Kenapa tumben sekali." Gumam Queen karena biasanya Riri lebih dulu datang dari pada dirinya.
Queen segera mengeluarkan ponselnya dari dalam tas sandangnya. Setelah membuka aplikasi pesan, Queen menghembuskan nafas melihat pesan masuk dari Riri yang mengatakan jika pagi ini ia ingin pergi ke gudang perusahaan atas perintah dari Papa Adam.
"Pantas saja dia belum datang." Queen pun membalas pesan dari Riri lalu melanjutkan langkah menuju ruangan kerjanya. "Sudahlah, tak masalah. Aku bisa bertanya langsung dengan Kak Mirza nanti siang." Ucap Queen karena nanti siang Mirza akan datang ke perusahaannya untuk membahas rencana kerja sama perusahaan mereka. "Kenapa aku merasa tidak sabar begini mendengar langsung dari mulut mereka tentang hubungan mereka saat ini?" Queen tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya merasa konyol dengan sikapnya saat ini.
*
Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat. Queen yang terlalu fokus pada pekerjaannya tidak menyadari jika saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Deringan panggilan masuk di ponselnya yang terdengar cukup keras menghentikan kegiatan Queen yang sedang mengetikkan sesuatu di layar komputernya.
"Kevin?" Queen dibuat terkejut melihat nama Kevin tertera di layar ponselnya. "Ada apa dia menghubungiku?" Gumam Queen dan segera menggeser ikon hijau di layar ponselnya. Cukup lama Queen dan Kevin melakukan panggilan telefon hingga akhirnya panggilan telefon pun berakhir dengan senyuman manis di bibir Queen.
Queen pun kembali melanjutkan mengerjakan pekerjaannya dengan perasaan tak sabar menunggu waktu jam makan siang tiba.
Tak berbeda dengan Queen, di perusahaannya, Kevin pun turut tersenyum tipis setelah melakukan panggilan telefon dengan Queen. "Aku harap setelah ini hubungan kita semakin membaik." Ucap Kevin penuh harap. Kevin pun kembali melanjutkan mengerjakan pekerjaannya dengan semangat yang semakin bertambah untuk menaikkan kembali repurtasi perusahaannya.
*
Di sebuah restoran yang berada tidak terlalu jauh dari perusahaannya, Queen terlihat sudah duduk di salah satu kursi yang berada di sudut ruangan menunggu kedatangan Kevin. Setelah lima menit menunggu, Kevin nampak menunjukkan batang hidungnya yang membuat Queen tersenyum ke arahnya.
"Maaf telah membuatmu menunggu." Ucap Kevin setelah berada di hadapan Queen.
"Tak masalah, Ayo duduklah." Ajak Queen.
Kevin mengangguk lalu mendudukkan tubuhnya di kursi yang berhadapan dengan Queen. "Kau terlihat semakin cantik hari ini." Puji Kevin dengan tersenyum tipis sambil menatap wajah cantik Queen.
Queen dibuat tersenyum malu mendengar ucapan Kevin. "Kau terlalu berlebihan, Kev." Ucap Queen diiringi denyut jantungnya yang berdetak semakin kencang.
"Aku tidak berlebihan, Queen. Aku mengatakan yang sebenarnya jika kau semakin cantik di penglihatanku." Jawab Kevin.
Queen menunduk dengan wajah yang mulai merona. Melihat ekspresi Queen membuat Kevin melebarkan senyumannya. Apa lagi saat ini ia melihat Queen yang mulai salah tingkah ditatap olehnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.