Queenara

Queenara
Penyesalan Farhan dan Fahri



"Farhan, Fahri?" Ucap Kevin menatap kedua keponakan Daniel yang baru saja masuk ke dalam ruangan perawatan.


"Hai Om, Hai Tante." Sapa Farhan dan Fahri berbarengan. Kevin dan Queen membalas sapaan mereka dengan tersenyum. Mereka pun berjalan ke arah ranjang Boy.


"Kami dengar keadaan adik Boy sudah semakin membaik." Ucap Farhan membuka suara.


Queen mengangguk seraya tersenyum membernarkannya. "Boy sudah semakin membaik dan hari ini sudah diperbolehkan untuk pulang." Ucap Queen.


"Hai Tak." Ucap Boy yang sejak tadi hanya diam. Boy menatap Farhan dan Fahri secara bergantian dengan tersenyum hingga menunjukkan deretan giginya.


"Hai adik Boy." Jawab Farhan dan Fahri hampir berbarengan.


"Farhan, Fahri, ada apa kalian datang ke sini?" Tanya Kevin.


"Kami datang untuk memastikan keadaan adik Boy sudah baik-baik saja." Jawab Farhan.


Kening Kevin dibuat mengkerut mendengarkan ucapan Farhan. Entah mengapa ia menangkap ada maksud dan tujuan lain Farhan dan Fahri datang ke dalam ruangan putranya.


"Selain itu kami juga ingin meminta maaf pada adik Boy karena tidak menjaganya dengan baik." Tambah Fahri kemudian.


"Kalian tidak salah dalam hal ini." Jawab Queen lembut.


"Tapi kami bersalah, Aunty. Jika kami menjaga adik Boy dengan baik, adik Boy tidak akan masuk rumah sakit dan kami tidak akan dimarahi Mama Dara." Celetuk Farhan.


"Apa kalian habis dimarahi oleh Mama Dara?" Tebak Kevin.


Farhan dan Fahri mengangguk bersamaan. "Hampir saja telinga kami juga dijewer Mama. Untung saja teman Mama cepat datang dan menyelamatkan kami dari amukan Mama." Farhan menyengir di akhir ucapannya.


"Maksud kalian?" Tanya Kevin bingung.


Farhan pun menjelaskan saat Dara tengah memarahi mereka seorang dokter pria yang baru saja memeriksa Boy datang dan mengabari jika Boy sudah semakin membaik dan sudah diperbolehkan untuk pulang. Mendengar ucapan temannya itu membuat kemarahan Mama Dara akhirnya menyurut dan tidak jadi menjewer telinga mereka masing-masing.


"Mama benar-benar seperti monster jika sudah marah." Fahri pun memperagakan tangannya layaknya monster yang sedang marah.


Kevin tersenyum mendengarnya. Pun dengan Queen yang dibuat menggeleng mendengar ucapan polos kedua putra Dara. Sedangkan Boy nampak tertawa melihat eskpresi wajah Fahri saat ini.


"Kenapa buru-buru sekali?" Tanya Queen.


"Karena masih ada satu misi yang harus kami selesaikan Anty." Jawab Farhi dengan wajah serius.


"Misi? Misi apa itu?" Tanya Queen.


"Misi untuk masuk ke ruangan rawat Nutrizel dan meminta maaf padanya." Jawab Fahri.


"Nutrizel?" Queen dibuat bingung mendengarnya. "Maksud kalian Zeline?" Tanya Queen setelah menangkap maksud ucapan Fahri.


Fahri pun mengangguk membenarkan pertanyaan Queen.


"Astaga... kenapa kalian mengganti nama Zel seperti itu." Queen dibuat menggeleng seraya tersenyum mendengarnya.


"Karena itu adalah panggilan yang cocok untuknya, Anty." Jawab Fahri dengan enteng. Setelahnya ia membekap mulutnya sendiri setelah menyadari sudah salah berbicara.


"Maksud Fahri itu adalah panggilan sayang kami untuk Zel. Benar begitu kan Fahri?" Farhan membesarkan kedua bola matanya pada Fahri.


"Emh, ya." Jawab Fahri tersenyum kaku.


Karena tak ingin terlalu banyak salah berbicara, akhirnya Farhan pun segera membawa Fahri keluar dari ruangan perawatan Boy.


"Lain kali kau jangan asal berbicara di depan Om Kevin dan Anty Queen." Tegur Farhan pada Fahri setelah keluar dari dalam ruangan Boy.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.