Queenara

Queenara
Tebar pesona



"Biar Mama yang menjaga Boy." Ucap Mama Lita.


"Sayang?" Queen menatap bingung pada Kevin.


"Sudahlah... sebaiknya kita membersihkan tubuh lebih dulu." Ucap Kevin tanpa menjawab kebingungan di wajah Queen saat ini.


"Apa kita mandi berdua?" Tanya Queen.


"Sepertinya begitu lebih cepat." Jawab Kevin.


Queen mengangguk saja. Walau merasa canggung dan malu karena ada Mama Lita di antara mereka, namun Queen tetap melakukannya karena tak ingin terlalu lama meninggalkan putranya. Lagi pula mereka akan mandi di ruangan khusus yang sudah disewa Kevin untuk tempat istirahat Mama Lita dan Papa Adam.


Setelah masuk ke dalam ruangan khusus yang disewakan Kevin, Queen pun langsung bertanya maksud ucapan Mama Lita. Dan betapa terkejut dan malunya Queen setelah mengetahui alasan Mamanya meminta mereka untuk membersihkan diri lebih dulu karena belum sempat mandi setelah bercinta dan itu dapat dilihat jelas oleh Mama Lita.


"Sudahlah, tidak perlu memikirkannya. Sebaiknya sekarang kita mandi agar cepat kembali ke ruangan perawatan Boy." Ajak Kevin.


Queen mengangguk mengiyakan. Ia tidak bisa terlalu lama meninggalkan putranya itu karena bisa saja Boy terbangun dan mencari keberadaannya. Apa lagi di saat sakit seperti saat ini biasanya Boy hanya mau dengan dirinya.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Queen, Kevin segera menarik tangan Queen untuk masuk ke dalam kamar mandi. Dan lagi, Kevin harus dibuat menahan nafas saat acara mandi mereka berlangsung kerena harus melihat kembali tubuh indah Queen. Untung saja akal sehatnya masih berjalan hingga Kevin mengesampingkan sesuatu di dalam dirinya yang mulai bergejolak.


*


Pukul sembilan pagi, dua orang pria tampan menggunakan kaca mata hitam nampak berjalan dengan gagah memasuki rumah sakit. Mereka terus melangkah dengan percaya diri seolah tiada satu orang pun yang dapat menandingi ke tampanan di wajah mereka. Terlihat dengan jelas jika mereka sedang tebar pesona saat ini.


Terlihat tak jauh dari mereka berada, seorang wanita cantik tengah menggelengkan kepalanya melihat kedua pria yang sangat dikenalinya itu. Ia melangkah mendekati kedua pria itu dan memanggil salah satu di antara merek.


"Marvel." Ucapnya sedikit keras.


Marvel menghentikan langkahnya begitu pun dengan Dio. Ya, kedua pria yang sedang tebar pesona itu adalah kedua sahabat Daniel dan Kevin. Mereka menurunkan kaca mata hitam yang menggantung di hidung mancung mereka hingga dapat melihat dengan jelas siapa wanita yang ada di depan mereka saat ini.


"Kak Dara?" Ucap mereka bersamaaan.


Dara menggelengkan kepalanya menatap Marvel dan Dio. "Apa kalian datang ke rumah sakit untuk tebar pesona?" Cibir Dara.


Marvel berdehem. "Tentu saja tidak. Kami datang untuk menjenguk dua bocah nakal yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit saat ini." Kilah Dio.


Marvel dan Dio tersenyum tampan.


"Apa kalin tidak bekerja?" Tanya Dara mengingat saat ini sudah memasuki jam kerja mereka.


"Untuk saat ini tidak. Karena kami ingin menjenguk keponakan kami lebih dulu." Jawab Marvel.


"Apa tidak masalah?" Tanya Dara.


"Tentu saja tidak. Bukannya sombong, Kakak tidak lupa bukan jika kami adalah pemilik perusahaan, jadi tidak ada yang bisa memarahi kami." Kelakar Marvel.


Dio mengangguk mengiyakannya. Kesombongan di wajah kedua pria tampan itu mulai terlihat jelas. Dara hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap kedua sahabat adiknya itu.


"Pergilah, bukankah kalian ingin menjenguk Boy dan Zeline?" Ucap Dara.


"Kakak mengusir kami?" Marvel memasang wajah sedihnya.


"Tentu saja. Kakak ingin bekerja dan sebaiknya sekarang kalian segera pergi." Balas Dara.


Marvel memasang wajah pura-pura sedihnya. "Ayo kita pergi, Dio." Ajaknya lalu kembali menaikkan kaca mata hitamnya.


Dio mengangguk lalu menaikkan kembali kaca mata hitamnya. Mereka pun melangkah setelah berpamitan pada Dara.


"Mereka ada-ada saja." Gumam Dara lalu ikut melangkah menuju ruangan kerjanya.


"Jadi kita akan melihat siapa dulu?" Tanya Dio saat mereka sudah berada di depan ruangan perawatan Boy dan Zeline.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.