Queenara

Queenara
Kemana perginya Melody?



"Jika kau dan Kevin ingin tidur di apartemen Kevin tidak masalah, Sayang. Papa dan Mama akan menjaga Boy malam ini." Ucap Papa Adam dengan lembut.


Queen menatap pada Kevin seolah meminta jawaban. Kevin pun mengangguk mengiyakan tawaran Papa Adam.


"Emh, baiklah, untuk malam ini Queen dan Kevin akan tidur di apartemen Kevin." Jawab Queen sedikit kikuk. Bagaimana tidak, ia sudah dapat menangkap maksud Papa Adam bertanya seperti itu kepadanya.


Kevin pun tersenyum tipis mendengar jawaban dari Queen. Untuk malam ini ia akan menjalankan misi dengan Queen untuk lebih mendekatkan hubungan di antara mereka.


"Kalau begitu Queen dan Kevin pamit ke kamar dulu, Pah. Queen ingin mempersiapkan pakaian yang akan dibawa untuk nanti malam." Ucap Queen yang diangguki Papa Adam dan Mama Lita sebagai jawaban.


*


Sebelum berangkat ke apartemen, Kevin dan Queen menyempatkan lebih dulu melihat putra mereka yang sedang tertidur di dalam kamar Mama Lita dan Papa Adam. Walau merasa berat meninggalkan putranya tidur tanpa dirinya malam ini, namun Queen tetap pergi meninggalkan Boy karena tidak ingin mengecewakan Kevin. Lagi pula Mama Lita sudah menenangkannya jika ada dirinya dan Papa Adam yang menjaga Boy malam ini.


"Semoga Boy tidak rewel malam ini." Ucap Queen setelah masuk ke dalam mobil Kevin. Ia menatap ke arah rumahnya dengan perasaan berat hati.


"Jika kau tidak ingin, kita bisa menunda tidur di apartemen malam ini." Ucap Kevin lembut.


Queen menggelengkan kepalanya. "Tidak begitu. Ayo sekarang kita berangkat." Ucap Queen merasa tidak enak pada Kevin.


"Apa kau yakin?" Tanya Kevin.


Queen mengangguk sebagai jawaban.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Kevin lalu melajukan mobilnya keluar dari dalam perkarangan rumah kedua orang tua Queen.


Selama dalam perjalanan menuju apartemen, Queen dan Kevin lalui dengan saling berbincang ringan satu sama lain tentang kehidupan mereka selama berpisah hingga akhirnya bersama kembali dalam ikatan pernikahan. Tak lupa Queen mengucapkan permintaan maafnya karena tidak ada di saat Kevin sedang jatuh bangun memperjuangkan perusahaannya agar tidak bangkrut setelah orang tua Melody menarik seluruh saham mereka dari perusahaan Kevin.


"Oh ya, Kevin, bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?" Tanya Queen sedikit ragu.


"Katakan saja, sayang." Ucap Kevin dengan lembut.


Ucapan sayang dari Kevin pun berhasil membuat jantung Queen berdebar-debar. Menyadari istrinya yang tengah salah tingkah saat ini, Kevin pun mengusap punggung tangan Queen dan membuat Queen tersenyum kaku kepadanya.


Kevin menatap lurus ke depan dengan tatapan datarnya. Ia merasa malas untuk membahas Melody yang dulunya sudah sangat berperan penting menghancurkan hidupnya.


"Maaf jika pertanyaanku salah." Lirih Queen merasa tidak enak.


"Kau tidak salah, Sayang." Kevin kembali mengusap punggung tangan Queen. "Aku juga tidak mengetahui dimana keberadaannya saat ini. Sejak enak bulan yang lalu, aku sudah tidak pernah lagi bertemu dengannya maupun keluarganya. Mereka seakan hilang ditelan bumi." Ucap Kevin.


Kening Queen mengkerut setelah mendengarnya ucapan Kevin. "Lalu bagaimana dengan perusahaannya?" Tanya Queen. Karena tidak mungkin kevin tidak bertemu dengan Melody dan kedua orang tuanya selama perusahaan mereka masih berdiri.


"Aku tidak mengetahui pasti tentang itu. Yang pernah aku dengar jika saat ini perusahaan kedua orang tua Melody sudah diakuisi oleh perusahaan lain." Jawab Kevin.


"Apa?" Queen cukup terkejut mendengarnya. "Bagaimana bisa perusahaan sebesar perusahaan Melody diakuisi perusahaan lain?" Tanyanya bingung.


"Aku juga tidak mengetahuinya. Yang pasti hanya perusahaan besar yang berada jauh di atas perusahaan kedua orang tua Melody yang bisa melakukannya." Jawab Kevin.


Queen terdiam sambil berpikir. "Hanya ada beberapa perusahaan besar di negara ini yang bisa dengan mudah mengakuisi perusaahaan mereka." Ucap Queen.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Kevin. Ia ingin memastikan apakah Queen sepemikiran dengannya saat ini.


"Perusahaan Alexader, Perusahaan Dharma dan perusahaan Bagaskara." Queen menyebutkan nama perusahaan terbesar di negaranya. "Apa mungkin..." Queen mulai menebaak-nebak.


"Seperti yang kau pikirkan. Aku rasa Daniel berperan penting dalam hal ini." Ucap Kevin.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.