
Pandangan Dio pun beralih pada Marvel yang terlihat menatap Windi dengan intens.
"Marvel..." ucap Dio pelan.
Marvel menaruh jari telunjuknya di bibir sebagai permintaan agar Dio diam. Dio mengangguk dan memilih untuk diam. Marvel dan Dio terus menatap pada Windi yang masih menangis dengan menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Kini Marvel dan Dio paham alasan Windi datang ke sini karena wanita itu ingin menyalurkan kesedihannya di sini.
"Ayah... kenapa Ayah selalu membawa kata kematian di setiap permintaan Ayah? Dan kenapa Ayah selalu meminta hal yang sulit untuk aku penuhi? Aku belum siap Ayah... aku belum siap untuk menikah yang bisa membuat aku jauh dari Ayah." Lirih Windi sambil terisak. Windi terus menangis menyalurkan rasa sesak di dadanya. Selain merasa sesak karena permintaan Ayahnya, ia juga semakin dibuat sesak mengingat kondisi Ayahnya saat ini yang terlihat tidak baik-baik saja.
Puk
Tepukan lembut di bahunya membuat Windi menoleh ke arah belakang. Samar-samar ia melihat wajah yang berada di belakang tubuhnya saat ini tidak asing di penglihatannya. Windi mengusap air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya agar dapat melihat jelas siapakah gerangan yang ada di belakang tubuhnya saat ini.
"Aku bisa membantumu keluar dari permasalahanmu saat ini." Ucap Marvel yang sudah berdiri di belakang tubuh Windi.
"Anda..." Windi dibuat terkejut saat penglihatannya sudah jelas untuk mengenali sosok yang ada di belakang tubuhnya saat ini.
"Ya. Saya adalah pria yang kemarin." Ucap Marvel lalu berjalan memutari kursi dan duduk di sebelah Windi.
Windi spontan menggeser tubuhnya karena jaraknya dan Marvel sangat dekat.
"Maaf sudah membuat anda merasa tidak nyaman." Ucap Marvel.
"Maaf, tidak seperti itu." Ucap Windi sungkan.
Marvel tersenyum.
"Maaf, Tuan. Apa maksud ucapan anda tadi?" Tanya Windi.
Marvel menatap Windi dengan intens namun tak membuat Windi merasa gugup karenanya.
"Aku bisa membantumu keluar dari permasalahanmu saat ini. Aku tahu saat ini kau sedang bingung memikirkan permintaan dari ayahmu dan memikirkan biaya pengobatan untuk operasi ayahmu." Ucap Marvel.
Deg
Marvel tersenyum miring. "Anda tidak perlu tahu bagaimana saya bisa mengetahuinya." Jawab Marvel.
Windi diam dan menatap Marvel dengan wajah bingung.
"Jadi bagaimana?" Tanya Marvel kemudian.
"Bantuan seperti apa yang anda maksud?" Tanya Windi.
"Bantuan dalam bentuk sederhana namun bisa membuatmu keluar dari semua permasalahanmu saat ini." Jawab Marvel.
"Maaf. Tapi saya tidak mengerti maksud ucapan anda." Ucap Windi.
"Menikahlah denganku maka kau akan memenuhi permintaan Ayahmu." Ucap Marvel tanpa basa-basi.
"A-apa?" Windi dibuat semakin terkejut mendengarnya. "Anda jangan bercanda, Tuan." Ucap Windi sedikit keras.
"Saya tidak pernah bercanda dalam keadaan serius seperti ini, Nona. Saya tahu saat ini anda sedang bingung dengan permintaan Ayah anda yang meminta anda untuk menikah. Selain itu anda semakin bingung memikirkan biaya operasi ayah anda karena pihak yang bertanggung jawab atas ayah anda tiba-tiba saja menghilang tidak ada kabar." Ucap Marvel.
Deg
Windi tertegun mendengarnya. Bagaimana bisa pria di hadapannya saat ini mengetahui dengan rinci permasalahannya saat ini. Dan bagaimana bisa pria ini dengan mudah menawarkan sebuah pernikahan dengannya.
"Maaf, tapi saya rasa anda sedang bercanda dan saya tidak bisa menerima tawaran anda." Ucap Windi lalu bangkit dari duduknya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.