
"Marvel..." lirih Windi lalu segera bangkit dari duduknya. "Kenapa dia sudah berada di sini saja?" Tanyanya bingung karena merasa Marvel begitu cepat sampai di lantai tempat ayahnya dirawat.
Dibelakang Marvel terlihat Mama Belinda dan Papa Bagas berjalan sambil tersenyum menatap kepadanya. Windi segera berjalan menghampiri mereka namun langkahnya terhenti saat Marvel memberi kode untuk tetap berdiri di tempat saat ini.
"Apa kau sudah menunggu lama?" Tanya Marvel setelah berada di depan Windi.
Windi menggelengkan kepalanya. "Tidak." Jawabnya mencoba tersenyum. "Om, Tante." Windi mengulurkan tangannya pada Mama Belinda lalu pada Papa Bagas.
"Kenapa kau tidak menyalimiku juga?" Tanya Marvel lalu mengulurkan tangannya pada Windi.
Windi dibuat bingung melihat tangan Marvel yang sudah berada tepat di depannya. Tak ingin membuat Marvel kesal karena tidak meraih tangannya, Windi segera meraih tangan Marvel untuk menyalaminya.
Mama Belinda dan Papa Bagas tersenyum kecil melihat interaksi anak dan calon menantunya itu.
"Emh, Tante, biar Windi saja yang membawanya ke dalam." Ucap Windi berniat mengambil alih barang bawaan Mama Belinda.
Mama Belinda tersenyum lalu menyerahkan bingkisan yang ia bawa pada Windi. Setelahnya Windi pun mengajak mereka masuk ke dalam ruangan Ayahnya.
Ceklek
Suara pintu kamar yang terbuka dari luar membuat perhatian Amri teralihkan ke sumber suara. Dilihatnya di sana Windi masuk lebih dulu lalu diikuti Marvel dan sepasang wanita dan pria paruh baya yang ia yakini adalah kedua orang tua Marvel.
Amri hanya bisa tersenyum menyambut kedatangan mereka. Windi pun meletakkan bingkisan yang dibawa Mama Belinda di atas meja lalu menuntun mereka mendekat pada ayahnyaz
"Selamat datang, Tuan, Nyonya, Nak Marvel." Sapa Amri ramah.
"Panggil Belinda dan Bagas saja, Tuan." Jawab Mama Belinda lalu mengulurkan tangannya pada Amri.
Amri menyambut uluran tangan Mama Belinda sambil menyebutkan namanya. Setelahnya ia melakukan hal yang sama pada Papa Bagas.
Marvel pun mendekat pada Amri untuk menyalaminya. "Ayah..." ucap Marvel sambil bersalaman dengan Amri.
Amri mengusap pundak Marvel seraya tersenyum.
"Silahkan duduk, Om, Tante, Marvel." Ucapnya lembut.
Mereka mengiyakannya lalu duduk di atas kursi. Setelahnya Windi pun turut melakukan hal yang sama.
"Maaf jika kedatangan kami ke sini mengganggu waktu istirahat anda, Tuan." Ucap Mama Belinda.
Amri menggelengkan kepalanya. "Saya tidak merasa terganggu, Belinda. Saya justru merasa senang dengan kedatangan anda dan suami ke sini." Jawab Amri.
Mama Belinda tersenyum menanggapinya. Pun dengan Papa Bagas dan Marvel.
"Oh ya, bagaimana keadaan anda saat ini, apa sudah ada kemajuan?" Tanya Mama Belinda.
"Seperti yang anda lihat saat ini. Keadaan saya sudah mulai membaik dari pada beberapa waktu lalu." Jawab Amri.
"Syukurlah kalau begitu." Jawab Mama Belinda dengan tersenyum.
Papa Bagas pun turut tersenyum mendengarnya walau mereka tahu keadaan Amri tidak sebaik yang mereka lihat saat ini.
"Jadi maksud kedatangan kami ke sini selain untuk mengunjungi anda, kami juga berniat untuk membahas rencana pernikahan anak-anak kita." Ucap Papa Bagas mengambil alih pembicaraan.
Ayah Amri menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Papa Bagas. Windi yang mendengarkan ucapan Papa Bagas pun dibuat kembali gugup saat pembicaraan kedua orang tua Marvel dan ayahnya sudah hampir masuk ke pembahasan inti mereka.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.