Queenara

Queenara
Akhir penjelasan



"Nona ingin kemana?" Riri nampak bingung melihat Queen membawa tas keluar dari dalam ruangan kerjanya.


"Hari ini saya pulang lebih awal, Jeni. Saya ingin ke perusahaan Tuan Mirza karena ada hal yang ingin saya bicarakan dengan Tuan Mirza." Ucap Queen.


Riri mengangguk paham dan mempersilahkan Queen untuk pergi. Queen pun segera pergi meninggalkan perusahaan setelah berpamitan pada Riri. Tak lupa ia menanyakan keadaan Boy pada Nany di rumahnya untuk memastikan Boy baik-baik saja selama ia tinggalkan pergi bekerja.


"Apa hal yang ingin Kak Mirza katakan waktu itu tentang Kevin adalah tentang kebangkrutan perusahaan Kevin?" Gumam Queen mengingat Mirza yang acap kali ingin membahas tentang Kevin kepadanya namun ia tetap bersikeras untuk tidak mau mendengarnya karena tidak ingin lagi mengingat tentang Kevin dan menghapus segala perasaannya pada Kevin.


*


Setelah sampai di perusahaan Mirza, Queen pun segera melangkah masuk dan menghampiri meja resepsionis untuk mempertanyakan keberadaan Mirza saat ini. Dan setelah mendapatkan informasi jika Mirza ada di dalam ruangannya, Queen segera berjalan menuju ruangan Mirza yang berada di lantai teratas perusahaan.


Ceklek


Suara pintu yang terbuka dari luar mengalihkan tatapan Mirza dari komputernya. "Queen?" Mirza cukup merasa terkejut melihat keberadaan Queen secepat ini di perusahaannya.


"Maaf sudah mengganggu waktu Kakak." Ucap Queen sambil melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Mirza.


Mirza mendorong kursi kerjanya ke belakang lalu bangkit dari duduknya. "Ayo silahkan duduk dulu." Ajak Mirza seraya menuntun Queen menuju sofa yang berada di sudut ruangan.


Queen mendaratkan bokongnya di kursi yang berhadapan dengan Mirza. Pandangan Mirza pun tertuju pada Queen yang nampak ingin menyampaikan sesuatu padanya.


"Ada apa ini Queen? Tumben sekali kau datang di waktu seperti ini ke perusahaanku?" Tanya Mirza.


Queen menghela nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan. "Ada hal penting yang ingin aku sampaikan dan aku tanyakan pada Kakak." Ucap Queen.


"Apa itu?" Tanya Mirza. Ia menatap Queen dengan heran karena raut wajau Queen terlihat begitu tidak sabar untuk menyampaikannya.


"Tadi siang aku bertemu Kevin dan teman-temannya. Dan setelah kami melakukan makan siang bersama, Kevin dan teman-temannya menyampaikan hal tak terduga padaku, Kak." Ucap Queen dengan terburu-buru.


Queen pun menceritakan pembicaraan mereka di resto beberapa jam yang lalu pada Mirza tanpa ada yang ia kurangi dan ia lebihkan. "Kak Mirza, apakah yang mereka katakan itu benar? Perusahaan Kevin hampir saja bangkrut karena orang tua Melody menarik seluruh sahamnya karena Kevin menolak untuk menikahi Melody?" Tany Queen.


Mirza mengangguk mengiyakan. "Itu semua benar, Queen. Kau ingat dua bulan setelah keperginmu aku sempat ingin menyampaikan sesuatu tentang Kevin kepadamu namun kau menolak untuk mendengarnya?" Tanya Mirza.


Queen menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Apa waktu itu Kakak ingin menyampaikan hal itu kepadaku?" Tanya Queen.


"Benar, Queen. Saat itu aku ingin menyampaikannya kepadamu agar kau tidak salah paham lagi dengan Kevin. Kevin menolak untuk menikahi Melody karena dia lebih memilihmu tanpa perduli jika perusahaannya terancam bangkrut karena ulah orang tua Melody."


"Apa?" Walau sudah menebak jawaban Mirza, namun Queen masih tetap tak menyangka jika Kevin mau mempertaruhkan perusahaannya demi dirinya.


"Dua tahun belakangan ini dilewati Kevin dengan tidak mudah. Dia harus bekerja siang dan malam demi mempertahankan perusahaannya agar tetap berdiri tanpa mau menerima bantuan dari Daniel, Marvel dan Dio. Namun harus kau tahu di balik kerja kerasnya itu, tak sedikit pun Kevin lewatkan untuk tidak mencari keberadaanmu." Ucap Mirza.


"Kakak..." perasaan bersalah mulai menyeruak di dalam dada Queen.


"Bukannya tidak ingin mencoba menyampaikannya kembali kepadamu. Namun saat itu kau selalu menolak membahas tentang Kevin dan Kakak juga ingin melihat dulu bagaimana hasil usaha Kevin selama ini. Karena kegigihan dan keyakinannya untuk tetap mempertahankan perusahaannya, akhirnya empat bulan lalu Kevin berhasil membuat perusahaannya kembali berjaya tanpa bantuan orang lain di belakangnya." Mirza pun menceritakan usaha apa saja yang dilakukan Kevin selama dua tahun belakangan ini pada Queen yang pernah hampir membuat Kevin dalam keadaan bahaya karena di hadang para penjahat saat baru saja pulang dari perusahaannya jam dua dini hari.


Penjelasan Mirza pun membuat Queen semakin merasa bersalah dan tanpa sadar jika kini pipinya sudah basah oleh air mata.


"Betapa besar rasa cinta Kevin kepadamu tanpa kau tahu itu. Dan itulah alasan yang membuat Kakak berusaha untuk merelakanmu karena Kakak sadar jika ada sosok pria yang masih kau cintai dan ternyat dia dengan tulus membalas cintamu tanpa kau tahu jika sudah sejak lama dia mencintaimu."


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.