Queenara

Queenara
Ponakan nakal Amara



Kevin tersenyum haru mendengarnya. Ia mengangkat wajah Queen hingga beradu tatap dengannya.


"Apa kau masih sakit?" Tanyanya lembut.


Kening Queen mengkerut. "Maksudmu? Sakit bagaimana?" Tanyanya bingung.


"Itu, apa masih sakit?" Tanya Kevin lalu mengarahkan pandangan pada area sensitif Queen.


Wajah Queen merona mendengar pertanyaan dari Kevin. Ia pun menunduk tak berani menatap wajah Kevin.


"Sedikit." Lirihnya. Ia hampir saja melupakan area sensitifnya yang masih sakit karena terlalu panik dengan keadaan putranya.


Kevin tersenyum gemas mendengarnya. Ia pun mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajah cantik Queen.


Ruangan perawatan Zeline


Marvel dan Dio nampak memasuki ruangan perawatan Zeline tanpa menggunakan kaca mata hitam. Mereka tidak ingin mengambil risiko ditertawakan sebagai tukang urut lagi oleh Daniel walau mereka merasa keren saat menggunakan kaca mata hitam yang menggantung di hidung mancung mereka.


Seorang wanita yang baru saja masuk menjenguk keponakan centilnya nampak menatap ke arah Marvel dan Dio yang sedang berjalan masuk ke dalam ruangan perawatan.


"Kak Marvel, Kak Dio?" Sapa wanita cantik yang tak lain adalah Amara.


"Hai Amara." Balas Marvel dan Dio bersamaan. Melihat keberadaan Amara di sana membuat kedua pria tampan itu langsung merapikan rambut mereka masing-masing yang sebenarnya tidak kusut.


Amara tersenyum manis pada mereka yang membuat mereka salah tingkah karenanya.


"Semakin hari kau semakin cantik saja, Amara." Ucap Marvel lalu mengedipkan sebelah matanya.


Amara tertawa kecil karenanya. "Kakak juga semakin tampan saja." Balasnya ikut menggoda.


Marvel dibuat semakin salah tingkah. Sedangkan Dio nampak mendengus karena tidak ikut dipuji oleh Amara. Menyadari kekesalan di wajah Dio membuat Amara kembali angkat bicara.


"Kak Dio juga semakin tampan dan... manis." Lanjutnya.


"Ehem." Dio berusaha bersikap cool walau jantungnya kini berdetak lebih cepat.


"Hua... Mamah..." suara tangisan Zeline yang terdengar cukup keras dari atas ranjang mengalihkan tatapan Marvel dan Dio ke arah ranjang.


Di atas ranjang perawatan, Zeline nampak menangis sambil memeluk erat tubuh Naina. Ia menangis tersedu-sedu karena merasakan sakit di perut dan kepalanya saat ini.


Naina terlihat begitu lembut menenangkan putrinya yang sedang menangis dengan terus mengusap lembut rambut Zeline dan mengucapkan kata-kata lembut pada Zeline.


Marvel dan Dio pun berjalan ke arah ranjang. Melihat kedatangan Marvel dan Dio, membuat Zeline melerai pelukannya di tubuh Naina.


Marvel dan Dio tersenyum pada Zeline.


"Perut Zel sakit ini..." adu Zeline sambil menunjuk perutnya dengan jari telunjuknya. "Kepala sakit juga." Beralih menunjuk kepalanya. "Panas juga ini." Ucapnya lagi setelah menempelkan telapak tangannya ke keninga.


Marvel dan Dio seketika iba menatapnya. Marvel pun mendekat pad Zeline dan meletakkan telapak tangannya di kening Zeline.


"Benar. Keningnya panas." Ucap Marvel.


Mendengar ucapan dari Marvel membuat Zeline semakin menangis dengan keras.


"Hua... Mamah..." ucapnya lalu kembali memeluk erat tubuh Naina.


"Kasihan sekali keponakan centilku." Ucap Amara menatap iba pada Zeline.


"Ya. Kasihan sekali dia." Timpal Dio yang sudah meletakkan tangannya di leher Amara.


"Eh." Amara terkejut melihatnya.


"Turunkan tanganmu dari leher adikku!" Cetus Daniel yang sejak tadi hanya diam.


Dio tersenyum kaku lalu menurunkan tangannya. Setelahnya Daniel pun meminta Dio dan Marvel untuk duduk di atas sofa.


"Ini sungguh lucu. Bagaimana bisa Zel dan Boy sakit berbarengan seperti ini." Dio dibuat menggelengkan kepalanya.


"Jelas saja itu semua gara-gara es krim." Timpal Marvel.


"Kau benar. Tapi bagaimana bisa Farhan dan Fahri tidak ikut sakit sedangkan mereka juga ikut makan es krim kemarin?" Tanyanya bingung.


"Itu karena mereka tidak terlalu banyak memakannya. Mereka tidak seperti Zeline yang sanggup menghabiskan beberapa cup es krim." Timpal Daniel.


"Tapi tumben sekali mereka tidak bisa menjaga Zel dengan benar. Biasanya mereka tidak seperti ini membiarkan Zel makan sesuka hatinya." Tanya Dio bingung. Walau pun Farhan dan Fahri sering jahil pada Zeline, namun sebagai Kakak untuk Zeline mereka begitu perhatian walau menunjukkannya lewat kejahilan mereka pada Zeline.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.