Queenara

Queenara
Sulit untuk terbuka



Acara pernikahan Marvel dan Windi terus berlanjut hingga akhirnya selesai tepat pukul satu siang. Para kerabat dan teman-teman Marvel dan Windi satu persatu mulai berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing hingga tinggallah Marvel, Windi dan kedua orang tua Marvel yang berada di dalam rumah.


"Apa kita ingin berangkat ke rumah sakit sekarang?" Tanya Marvel pada kedua orang tuanya dan Windi.


"Ayo kita ke rumah sakit." Ajak Mama Belinda.


"Apa Mama dan Papa tidak lelah?" Tanya Windi merasa sungkan pada kedua mertuanya.


"Tidak. Mama dan Papa tidak lelah." Jawab Mama Belinda tersenyum.


Windi tersenyum kaku mendengarnya. Ia tahu mertuanya itu berbohong jika mereka tidak lelah. Sejak pagi mertuanya itu sudah bangun dan sibuk mengurus pernikahan untuknya dan Marvel. Pastilah saat ini mertuanya itu lelah dan membutuhkan istirahat. Ingin sekali Windi melarang orang tua Marvel ikut dengan mereka ke rumah sakit dan menyuruh mereka untuk istirahat saja. Namun melihat wajah penuh semangat Mama Belinda membuat Windi mengurungkan niatnya.


"Lebih baik kau mengganti pakaianmu lebih dulu." Ucap Marvel karena Windi masih menggunakan kebaya saat ini.


"Kau juga sebaiknya mengganti pakaian lebih dulu sebelum ke rumah sakit." Ucap Mama Belinda pada Marvel.


"Baiklah, Ma." Jawab Marvel lalu mengajak Windi untuk mengganti pakaiannya di dalam kamarnya.


Setelah masuk di dalam kamar Marvel, Windi dibuat gugup karena hanya ada dirinya dan Marvel di dalam kamar itu.


"Ayo cepat ganti pakaianmu." Titah Marvel pada Windi.


"Baiklah, aku akan mengganti pakaianku di dalam kamar mandi." Ucap Windi.


Marvel seketika menggeleng. "Tidak perlu. Gantilah pakaianmu di sini saja. Biar aku yang mengganti pakaian di dalam kamar mandi." Ucap Marvel.


"Tapi..." Windi nampak sungkan.


"Sudahlah, jangan banyak berpikir. Aku ke kamar mandi dulu." Ucap Marvel lembut.


Windi segera membuka kebaya yang melekat di tubuhnya setelah melihat Marvel masuk ke dalam kamar mandi. Dengan gerakan terburu-buru namun tetap berhati-hati Windi membuka satu persatu kancing kebaya yang terpasang di belakang tubuhnya. "Ini cukup susah untuk dibuka." Keluh Windi setelah berhasil membuka sebagian kancing hingga setengah bagian punggungnya dan tidak bisa lagi membuka kancing yang lainnya.


"Huh, bagaimana ini?" Keluh Windi lagi. Windi pun teringat dengan ucapan wanita yang membantunya memasang kebaya tadi jika ia harus dibantu orang lain untuk membuka kebaya yang melekat di tubuhnya.


Ceklek


Suara pintu kamar mandi yang terbuka mengalihkan perhatian Windi ke sumber suara. Dilihatnya di sana Marvel sudah berganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai.


"Kenapa kau belum mengganti pakaianmu?" Tanya Marvel.


"Aku kesulitan membuka kancing belakang kebaya ini." Jawab Windi jujur.


Marvel mengangguk paham lalu melangkah mendekat pada Windi.


"Apa tak masalah jika aku membantumu?" Tanya Marvel.


Windi terdiam beberapa saat dan akhirnya mengangguk karena sadar ia tidak akan bisa untuk melakukannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.