Queenara

Queenara
Menyadari kesalahan



"Bukannya tidak ingin mencoba menyampaikannya kembali kepadamu. Namun saat itu kau selalu menolak membahas tentang Kevin dan Kakak juga ingin melihat dulu bagaimana hasil usaha Kevin selama ini. Karena kegigihan dan keyakinannya untuk tetap mempertahankan perusahaannya, akhirnya empat bulan lalu Kevin berhasil membuat perusahaannya kembali berjaya tanpa bantuan orang lain di belakangnya." Mirza pun menceritakan usaha apa saja yang dilakukan Kevin selama dua tahun belakangan ini pada Queen yang pernah hampir membuat Kevin dalam keadaan bahaya karena di hadang para penjahat saat baru saja pulang dari perusahaannya jam dua dini hari.


Penjelasan Mirza pun membuat Queen semakin merasa bersalah dan tanpa sadar jika kini pipinya sudah basah oleh air mata.


"Betapa besar rasa cinta Kevin kepadamu tanpa kau tahu itu. Dan itulah alasan yang membuat Kakak berusaha untuk merelakanmu karena Kakak sadar jika ada sosok pria yang masih kau cintai dan ternyat dia dengan tulus membalas cintamu tanpa kau tahu jika sudah sejak lama dia mencintaimu."


*


Sore itu, setelah berbicara cukup lama dengan Mirza di perusahaannya, Queen memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya. Setelah sampai di rumah kedua orang tuanya, Queen segera mencari keberadaan Boy.


"Boy..." tak melihat keberadaan Boy di dalam rumah, Queen pun melangkahkan kakinya keluar dari pintu samping rumah untuk mencari keberadaan Boy. Dan benar saja, di taman samping rumah Boy nampak sedang bermain bola dengan Nany tanpa menyadari kehadirannya.


"Boy..." suara lembut Queen yang terdengar di belakang tubuhnya membuat Boy membalikkan tubuhnya.


"Mommy!" Seru Boy lalu berlari ke arah Queen dan memeluk kedua kaki Queen dengan kedua tangan mungilnya. "Dah pulang, Mom?" Tanya Boy sambil mengangkat wajahnya agar dapat melihat wajah Queen.


Queen tersenyum mendengarnya lalu mengusap rambut Boy. "Sudah. Mom pulang lebih cepat hari ini." Jawab Queen.


Boy tersenyum dengan wajah polosnya lalu merentangkan kedua tangannya meminta digendong. Queen pun segera mengangkat tubuh Boy dan menggendongnya.


"Bibi, Queen pamit membawa Boy ke dalam kamar dulu." Ucap Queen pada Nany.


Nany mengangguk. "Baik, Nona." Jawab Nany.


Queen segera melangkah masuk ke dalam rumah dan membawa Boy masuk ke dalam kamarnya.


"Napa cepat pulangnya, Mommy?" Tanya Boy sedikit tidak jelas sambil mengelus pipi Queen.


"Karena Mom ingin cepat bertemu dengan Boy." Jawab Queen sambil mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam kamar.


"Temu Boy, Mommy?" Tanya Boy lagi dan diangguki Queen sebagai jawaban.


Setelah masuk ke dalam kamarnya, Queen membawa Boy untuk duduk di atas ranjang kamarnya. Ia tatap wajah tampan putranya yang sangat mewarisi wajah mantan suaminya. "Boy..." kedua mata Queen mulai berkaca-kaca menatap Boy.


"Napa Mommy?" Tanya Boy dengan tatapan polosny.


Queen menggigit bibir bawahnya lalu mendekap tubuh Boy sangat erat. "Boy..." Queen mulai menangis mengingat beberapa pertemuannya hari ini yang berhasil merubah pemikirannya tentang Kevin.


"Hiks..." Queen tak dapat membendung air matanya hingga berjatuhan membasahi kedua pipinya.


"Janan nanis, Mom." Ucap Boy lalu sesaat kemudian Boy pun turut menangis dengan kencang.


Bukannya berhenti menangis, Queen justru semakin meneteskan air matanya hingga mengalir dengan deras di kedua pipinya. "Maafkan Mommy, Boy. Maafkan Mommy." Queen tak kuasa menahan rasa sedihnya saat ini.


Boy pun semakin menangis karena Queen tak kunjung menghentikan tangisannya. Ibu dan anak itu pun saling menangis dengan saling berpelukan satu sama lain. Setelah cukup lama menangis dan meluapkan sesak di dadanya yang sejak tadi ia tahan, Queen pun melepas dekapannya di tubuh Boy.


Jemarinya terulur mengusap pipi Boy yang basah dan mengusap punggung Boy yang bergetar. "Maafkan Mommy. Jangan menangis lagi." Ucap Queen.


"Mommy nanis." Ucap Boy dengan serak.


"Mommy menangis karena Mom menyesal telah bersikap buruk selama ini hingga membuatmu harus jauh dari Daddymu, Boy." Ucap Queen.


"Daddy? Mana Daddy Boy?" Tanya Boy mengingat Daddynya.


"Sepertinya Daddy masih bekerja saat ini." Jawab Queen.


"Boy mau Daddy!" Ucap Boy dengan sedikit keras.


Queen mengusap sayang kepala Boy. "Mom akan membawamu bertemu dengan Daddy nanti malam." Ucap Queen.


"Nanti malam?" Boy mengulang ucapan Queen.


Queen mengangguk mengiyakan. "Mom akan membawamu bertemu dengan Daddy. Mom yakin jika Daddy juga sangat merindukan Boy seperti Boy yang selalu merindukan Daddy." Ucap Queen.


"Jumpa Daddy... jumpa Daddy...!!" Boy pun melompat-lompat di atas ranjang karena merasa senang akan bertemu dengan Daddynya kembali.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.