
"Itu karena Queen mengenalkan siapa Daddynya pada Boy walau hanya memperlihatkan foto Kevin kepada Boy." Timpal Mirza yang sudah berdiri di belakang Kevin.
Ucapan Mirza pun berhasil membuat Kevin dan yang lainnya tertegun. Walau mereka sangat mengetahui bagaimana tulusnya hati Queen selama ini namun mereka tidak menyangka Queen masih menyampingkan masalahnya dengan Kevin demi anak mereka.
"Queen... kau begitu tulus." Ucap Marvel.
Mirza mengangguk mengiyakan. "Dia adalah wanita yang sangat tulus dan baik hati." Ucap Mirza. Tangan Mirza pun terulur mengelus kepala Boy dengan sayang. "Boy... ayo kita bersama Kakek dulu. Kakek Adam ingin memperkenalkanmu kepada teman-temannya." Ucap Mirza lembut pada Boy.
Boy menggelengkan kepalanya tanda penolakan. Namun Mirza masih berupaya berkata lembut pada Boy hingga membuat Boy mau beralih kepadanya. "Aku bawa Boy sebentar karena Om Adam ingin memperkenalkan Boy pada yang lainnya." Ucap Mirza.
Daniel, Marvel dan Dio mengangguk mengiyakan. Sementara Kevin nampak tak melepaskan pandangannya dari Boy yang sudah berada di gendongan Mirza.
Setelah Mirza mengambil Boy dari pangkuannya, Kevin tak dapat lagi memangku Boy karena saat Papa Adam memperkenalkan Boy pada rekan kerjanya Boy tiba-tiba tertidur di dalam gendongannya. Hal itu membuat Papa Adam merasa senang karena Boy tak lagi merengek meminta untuk diberikan pada Kevin.
"Ayo kita pulang." Ajak Papa Adam pada Mirza saat acara sudah ditutup.
Mirza mengangguk mengiyakan lalu bangkit dari duduknya. Papa Adam pun segera berjalan keluar dari dalam rumah Tuan Alex tanpa memperdulikan Kevin yang kini sudah berdiri tegak di posisinya bersiap untuk mengejarnya.
"Papa tunggu!" Kevin menahan pergelangan tangan Papa Adam saat hendak masuk ke dalam mobil.
Papa Adam melayangkan tatapan penuh peringatan pada Kevin lalu menatap wajah Boy yang sedang tertidur. Genggaman tangan Kevin pun perlahan melemah dan Papa Adam pun mengambil kesempatan itu untuk masuk ke dalam mobil.
"Sudahlah. Kau bisa bertemu dengan Boy lagi esok hari." Ucap Marvel sambil menepuk pundak Kevin.
Kevin hanya diam sambil menatap mobil Mirza yang mulai melaju meninggalkan perkarangan rumah Tuan Alex. Kedua tangannya pun mulai terkepal saat bayangan mobil Mirza mulai lenyap dari pandangannya.
"Sial!" Umpatnya dengan wajah yang sudah memerah.
"Kendalikan dirimu. Di sini masih banyak orang yang bisa saja salah satu diantara mereka memanfaatkan kelemahanmu untuk menjatuhkanmu kembali." Ucap Daniel penuh maksud.
Kevin menganggukkan kepalanya tanpa bersuara. Ia pun berjalan ke arah mobilnya dengan menahan amarah di dadanya karena tak bisa menahan anaknya untuk tetap bersamanya.
Marvel mengurungkan niatnya dan mengangguk sebagai jawaban. "Dia pasti merasa benar-benar dilema saat ini." Ucap Marvel.
"Tentu saja. Queen dan Boy sudah kembali namun Kevin masih tak dapat menjangkau mereka karena kini tembok pertahanan Queen semakin tinggi." Timpal Dio.
"Kau benar. Sekarang ada Papa Adam yang menjadi penghalang di antara mereka. Terlebih saat ini mereka sudah bercerai dan cukup sulit untuk bersama lagi." Ucap Dio.
"Tidak ada yang sulit jika Kevin bersungguh-sungguh ingin mendapatkan keluarganya kembali." Timpal Daniel.
Marvel menoleh ke samping menatap Daniel yang tengah menatap lurus ke depan. "Kau benar. Semuanya bisa saja terjadi jika Kevin benar-benar bersungguh-sungguh. Seperti halnya dirimu. Ada saja jalan yang membuatmu bisa bersama dengan Naina." Ucap Marvel.
Daniel tak lagi bersuara dan memilih berjalan ke arah mobilnya berada.
"Kata-katamu sungguh bijak untuk pria yang belum menikah seperti dirimu." Cibir Dio pada Marvel.
Marvel melayangkan tatapan tajamnya pada Dio. "Lalu apa bedanya denganmu? Terkadang kita perlu sadar diri sebelum mengatai orang lain." Cetus Marvel lalu menepuk lengan Dio. Setelahnya Marvel pun berjalan cepat ke arah mobilnya sebelum mendapatkan sikutan balasan dari Dio.
"Dia sungguh menyebalkan!" Sungut Dio lalu turut berjalan ke arah mobilnya.
Sementara Kevin di dalam mobilnya nampak mencengkram erat kemudinya dengan tatapan yang semakin dingin. "Boy..." lirih Kevin saat mengingat wajah buah hatinya. "Maafkan Daddy yang tidak ada di samping Mommymu saat berjuang melahirkanmu." Cengkraman tangan Kevin pun mulai melemah.
Antara rasa senang dan sedih kini ia rasakan setelah melihat wajah anaknya Boy untuk pertama kalinya. "Maafkan Daddy yang terlalu lemah menemukan kalian selama ini." Ucap Kevin kemudian.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.