Queenara

Queenara
Bagaimana ini?



"Boy akan bermain di sini?" Queen menghentikan langkahnya sambil melebarkan senyumannya. Ia merasa tidak sabar menanti putranya datang ke perusahaannya.


Setelah membalas pesan Nany, Queen pun kembali melangkah menuju ruangan kerjanya. Saat melewati ruangan kerja Riri, Queen menghentikan langkahnya saat melihat pintu ruangan kerja Riri sedikit terbuka.


"Apa Riri sudah datang ke perusahaan?" Tanya Queen. "Tapi tumben sekali Riri tidak menutup rapat pintu ruangannya." Queen pun berniat masuk ke dalam ruangan Riri dan menanyakan hasil kegiatan Riri selama berada di gudang.


"Kenapa tidak ada sahutan dari dalam?" Gumam Queen setelah mengetuk pintu yang sedikit terbuka. Karena merasa penasaran kemana perginya Riri, Queen pun membuka pintu ruangan. Dan betapa terkejutnya Queen saat pintu ruangan baru terbuka setengahnya ia melihat pemandangan tak biasa di depannya dimana kini Riri dan Mirza terlihat berciuman dengan mesra tanpa menyadari kehadirannya di depan pintu ruangan.


"Oh astaga..." Queen menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Cukup lama Queen berdiri di ambang pintu yang sudah terbuka setengahnya sambil mendekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Matanya terus menatap tanpa berkedip Riri dan Mirza yang masih larut dalam ciuman mesra mereka tanpa menyadari kehadirannya di sana.


"Nona Queen?" Riri terbelalak setelah ciuman mereka terlepas melihat Queen yang tenga menatap mereka.


"Queen?' Mirza turut terkejut melihat keberadaan Queen di sana.


"Emh, maaf telah mengganggu. Aku tadi sudah mengetuk pintu tapi tidak mendapatkan sahutan dari dalam. Kalau begitu lanjutkan saja. Aku pamit pergi dulu." Queen buru-buru menutup pintu ruangan lalu berjalan tergesa-gesa ke ruangannya dengan wajah bersemu merah. Bagaimana tidak, baru saja ia melihat ciuman mesra Riri dan Mirza yang iya lihat secara langsung dan entah mengapa membuatnya tersipu malu. "Mereka sungguh... ah sudahlah." Queen masuk ke dalam ruangan kerjanya dan menutup rapat pintu ruangan.


Sementara di ruangan Riri, Mirza dan Riri saling pandang dengan wajah yang sudah memerah karena terciduk berciuman oleh Queen.


"Emh, Mirza... Bagaimana ini?" Riri tak dapat membendung rasa malunya saat ini.


"Semuanya telah terjadi dan Queen sudah melihatnya. Biarkan saja. Jika Queen bertanya kau tinggal menjawab apa adanya." Ucap Mirza tanpa ragu.


Riri menghela nafasnya lalu mengangguk sebagai jawaban. Mirza benar, saat ini ia sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi karena Queen telah melihat langsung kemesraan mereka. Ia turut merutuki dirinya yang terbuai dalam ciuman yang Mirza berikan tanpa menyadari pintu ruangannya tadi belum tertutup sepenuhnya.


"Kalau begitu aku ke ruangan rapat dulu." Ucap Mirza yang diangguki Riri sebagai jawaban. Mirza melangkah dengan lebar keluar dari ruangan Riri dengan wajah datar tanpa ekspresi. Berbeda dengan Riri yang masih saja merasa malu atas apa yang terjadi baru saja.


Setelah pintu ruangan tertutup, Riri segera berjalan ke arah cermin untuk merapikan pakaian dan rambutnya yang sedikit berantakan. Tak lupa ia mengelap lipstiknya yang berantakan hingga mengenai pipinya menggunakan tisu lalu menambahnya kembali. Setelah merasa semuanya sudah rapi, Riri segera mengambil berkas yang diperlukan untuk rapat dan keluar dari dalam ruangannya menuju ruangan Queen.


*


"Bagaimana ini?" Wajah Riri nampak panik karena mengetahui alasan Queen menminta mereka datang ke ruangannya.


"Jangan terlalu banyak berpikir. Bukankah sudah aku katakan untuk mengatakan apa yang terjadi sebenarnya tanpa harus menutupinya lagi?" Tanya Mirza.


Riri mengangguk sebagai jawaban. Setelahnya ia dan Mirza keluar dari ruangan rapat menuju ruangan Queen.


Setelah berada di dalam ruangan Queen, Queen menatap kedua orang yang berada di hadapannya saat ini dengan tatapan menyelidik.


"Jadi?" Queen menatap bergantian Mirza dan Riri.


"Maafkan saya Nona karena telah bersikap tidak baik di dalam ruangan kerja saya." Ucap Riri.


Queen menganggukkan kepalanya. "Jadi bagaimana?" Queen menuntut jawaban hubungan mereka saat ini.


"Aku dan Riri sudah menjalin hubungan selama satu tahun belakangan ini." Ucap Mirza menjawab pertanyaan Queen.


"Apa? Satu tahun belakangan ini?" Queen terbelalak. "Tapi bagaimana bisa?" Queen cukup merasa penasaran.


Mirza pun menjelaskan awal mula hubungannya dan Riri terjalin seiring seringnya mereka berkomunikasi dan bertemu membahas permasalahan Queen yang akhirnya membuat mereka semakin dekat dan perasaan itu tumbuh begitu saja di hati mereka masing-masing.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.