
"Sudah." Ucap Marvel setelah siap memasangakan sabuk pengaman ke tubuh Windi.
"Terima kasih." Jawab Windi tenang namun berbeda dengan degub jantungnya saat ini.
Marvel mengangguk lalu turut memasang sabuk pengaman ke tubuhnya. Setelah siap, Marvel pun mulai menjalankan mobilnya keluar dari perkarangan rumah sakit.
"Apa rumah kedua orang tuamu jauh dari sini?" Tanya Windi saat mobil sudah melaju di jalan raya.
"Tidak. Hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit untuk sampai di rumah kedua orang tuaku." Jawab Marvel.
"Oh..." Windi mengangguk. Perjalanan menuju rumah kedua orang tua Marvel pun mereka lewati dalam keheningan saat Windi dan Marvel memilih diam satu sama lain.
Tiga puluh menit telah berlalu, mobil milik Marvel pun mulai memasuki kawasan perumahan elit di kotanya. Windi memperhatikan setiap rumah yang mereka lewati dengan perasaan kagum karena kali ini untuk pertama kalinya ia bisa masuk dan melihat langsung rumah mewah dengan jarak dekat.
Mobil Marvel pun terus melaju hingga akhirnya berhenti di depan pagar bewarna hitam yang menjulang tinggi. Seorang security yang mengetahui kedatangan Marvel pun segera membuka pintu pagar secara otomatis. Mobil Marvel pun kembali melaju memasuki kawasan rumah kedua orang tuanya.
"Apa ini rumah kedua orang tua Marvel?" Windi dibuat tak berkedip menatap betapa mewahnya bangunan rumah yang terpampang di depan matanya saat ini.
"Ayo turun." Ajak Marvel menyadarkan Windi dari lamunannya.
"Agh, ya." Jawab Windi sedikit gugup lalu mencoba membuka sabuk pengamannya. "Kenapa ini keras sekali." Ucap Windi karena merasa kesulitan membuka sabuk pengamannya.
Melihat kesulitan Windi membuat jiwa Marvel langsung meronta untuk membantunya. "Biar aku saja." Ucapnya lalu kembali membantu Windi untuk membuka sabuk pengamannya.
Deg
Deg
Jantung Windi kembali berdebar-debar karena dekatnya jarak di antara mereka. Windi segera mengontrol dirinya agar tidak hanyut dalam perasaannya saat ini.
Setelah membuka sabuk pengamannya, Marvel pun segera turun dari dalam mobil. Dilihatnya Windi yang ingin membuka pintu mobil namun ia dengan sigap mengambil alih membuka pintu dari luar lebih dulu.
"Emh, ya." Windi dibuat sulit berkata-kata dengan perlakuan Marvel saat ini.
Marvel tersenyum lalu menuntun Windi berjalan ke arah pintu rumahnya. Di depan pintu, terlihat seorang pelayan yang berdiri menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang, Tuan, Nona." Sapanya ramah.
Windi dan Marvel tersenyum membalas sapaan pelayan pada mereka. Marvel pun kembali menuntun Windi masuk ke dalam rumah kedua orang tuanya.
Deg
Jantung Windi yang baru saja berdetak stabil kini kembali berdebar-debar saat melihat betapa mewahnya penampakan rumah Marvel dari dalam.
"Marvel, aku tahu kau adalah pria yang kaya. Tapi aku tidak menyangka jika kau sekaya ini." Ucap Windi dalam hati. Ia pun mulai merasa kerdil melihat betapa mewahnya rumah kedua orang tua Marvel yang bagaikan langit dan bumi jika dibandingkan dengan rumah kontrakannya.
"Hei, jangan melamun." Ucap Marvel melihat Windi yang hanya diam saja dengan pandangan kosong.
"Agh, ya." Jawab Windi lalu kembali melangkah mengikuti Marvel.
"Marvel..." Mama Belinda dan Papa Bagas yang baru saja turun dari tangga dibuat tersenyum lebar melihat kedatangan Marvel dan sosok wanita yang mereka yakini adalah calon menantu mereka. Mama Belinda yang begitu bersemangat melihat kedatangan calon menantunya pun segera melangkah dengan cepat menuruni tangga dan menghampiri Marvel dan Windi.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.