
"Nda mahu. Boy mau Daddy!" Ucap Boy sambil mengeratkan pelukan tangannya di leher Kevin.
Queen mengatur nafasnya yang terdengar naik turun. Ia menatap sekitar dimana kini mereka menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya. Mengerti arah tatapan Queen, Kevin pun angkat suara. "Kita bisa menenangkan Boy di sana saja." Ucapnya sambil mengarahkan pandangan pada salah satu kursi taman yang berada tidak jauh dari mereka.
Queen menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Kevin dari belakang. Bagaimana dia ada di sini? Apa ini hanya sebuah kebetulan? Ucap Queen dalam hati.
"Apa kau hanya ingin tetap berdiri?" Tanya Kevin melihat Queen yang hanya berdiri di samping kursi sedangkan ia sudah duduk sambil memangku Boy.
"Aku berdiri saja." Ucapnya yang merasa canggung jika duduk bersebelahan dengan Kevin. Terlebih ia tidak ingin Kevin mendengar denyut jantungnya yang saat ini berdetak sangat cepat.
"Teman tablak Boy." Adu Boy yang membuat pandangan Kevin beralih pada putranya.
"Maafkan, ya, teman Boy kan tidak sengaja." Ucap Kevin sambil mengusap kepala Boy.
Boy mengkedip-kedipkan matanya yang basah sambil menatap pada Kevin. "Daddy lama keja, lama puyang." Ucap Boy sedikit tidak jelas.
Kevin yang mengerti maksud ucapan Boy menatap Boy dengan tatapan bersalah. "Maafkan Daddy baru bisa menemui Boy kembali." Ucap Kevin.
"Dad nda keja lagi?" Tanya Boy.
Kevin tersenyum mendengarnya. "Tentu saja Daddy masih tetap bekerja tapi tidak bekerja di tempat yang jauh." Jawab Kevin.
Boy hanya diam saja karena ia nampak tidak begitu mengerti maksud ucapan Kevin.
"Bisakah kau memberikan Boy padaku?" Tanya Queen yang sejak tadi hanya diam menatap interaksi Boy dan Kevin. Ia nampak masih saja takut jika Kevin berniat mendekati Boy untuk mengambil Boy darinya.
"Bisakah kau memberikan aku kesempatan untuk melepas rindu dengan putraku?" Bukannya menjawab, Kevin justru melemparkan pertanyaan pada Queen. Ia menatap dalam kedua bola mata Queen dengan tatapan tak terbaca.
Queen terlihat mulai gugup melihat tatapan Kevin yang menyiratkan kerinduan padanya. "Ka-kau..." Queen terbata.
"Duduklah. Izinkan aku untuk memangku putraku sejenak. Di luar rasa sakit hatimu kepadaku, Boy tetap putra kandungku." Ucap Kevin.
"Aku berjanji tidak akan merebut Boy darimu." Ucap Kevin lagi.
Queen menghela nafasnya lalu mendaratkan bokongnya di samping Kevin namun tetap memberi jarak di antara mereka. Suasana di antara mereka pun mulai hening karena Kevin dan Queen saling terdiam satu sama lain sedangkan Boy kini sudah menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kevin.
"Maafkan aku." Suara Kevin memecahkan keheningan di antara mereka.
Queen menoleh. Menatap wajah Kevin dengan tatapan datar. "Maaf?" Ulangnya.
"Maaf atas semua kesalahanku selama ini. Maaf karena telah membuatmu sakit hati dan kecewa kepadaku." Ucap Kevin.
Queen memalingkan wajahnya dari Kevin dengan menatap lurus ke depan. "Tidak ada yang salah dari dalam dirimu. Sejak awal akulah yang bersalah." Jawab Queen.
Kevin menggelengkan kepalanya. Ia tahu Queen sedang menutupi rasa sakit hatinya saat ini. "Aku tahu kau terluka karena sikapku selama kita menikah." Ucap Kevin.
"Terluka? Tidak seperti itu. Sejak awal kau sudah menegaskan arti pernikahan kita. Dan sejak awal juga aku-lah yang memaksamu untuk menikahiku. Jika ada yang patut disalahkan atas ini semua itu adalah aku." Queen merendahkan dirinya. Bagaimana pun ia sadar diri jika rasa berharapnya-lah yang membuatnya sakit hati sedalam ini. Bahkan sejak awal Kevin sudah menegaskan padanya untuk tidak menaruh perasaan satu sama lain di antara mereka karena tidak ada yang bisa ia berikan selain tanggung jawab pada anak mereka. "Sejak awal aku sudah salah masuk ke dalam kehidupanmu dan membuat pernikahanmu dan Melody tertunda. Bukan hanya dirimu, Melody juga ikut terluka karena kesalahanku." Ucap Queen.
"Jangan lagi membahas tentangnya. Asal kau tahu aku justru bersyukur dengan hadirnya dirimu di dalam hidupku." Kevin berusaha mengeluarkan isi hatinya selama ini.
Queen tertegun mendengarnya. Namun ia berupaya menormalkan kondisi hatinya kembali agar tidak larut dalam suana di antara mereka saat ini. "Aku rasa kau sudah salah berbicara." Ucapnya menolak apa yang Kevin katakan.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.