Queenara

Queenara
Awal yang baik



Windi memperhatikan pria yang ada di depannya saat ini dengan wajah bingung setelah mendengar ucapannya. Namun setelah mengingat pertemuan mereka tadi pagi di supermarket membuat Windi  tersenyum mengiyakan ucapan Marvel.


"Anda ingin belanja di sini juga, Tuan?" Tanya Windi sekedar basa-basi.


Marvel menganggukkan kepalanya. "Ya. Ada yang ingin saya beli di sana." Jawabnya.


"Oh... kalau begitu silahkan masuk, Tuan." Ucap Windi sambil menggeser tubuhhnya.


Bukannya mengiyakan ucapan Windi, Marvel justru memilih tetap diam di posisinya. "Saya belum ingin masuk ke dalam." Ucap Marvel.


"Lalu?" Tanya Windi.


"Saya ingin berbicara sejenak dengan anda. Apa boleh?" Tanya Marvel.


Windi semakin dibuat bingung mendengarnya.


"Apakah boleh, Nona?" Tanya Marvel lagi.


Walau dibuat bingung dengan sikap Marvel, namun Windi tetap mengangguk mengiyakan ucapan Marvel. "Apa yang ingin anda bicarakan?" Tanyanya.


"Bagaimana kalau kita berbicara di sana saja." Marvel menunjuk kursi yang ada di depan minimarket.


"Emh, di sini saja, Tuan." Jawab Windi.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Marvel tak ingin memaksa.


Windi pun terseyum tipis mendengarnya.


"Kenapa anda bisa ada di sini, Nona. Apakah anda tinggal di sekitar sini?" Tanya Marvel.


Windi menggelengkan kepalanya. "Tidak. Saya berada di sini karena ayah saya sedang dirawat di rumah sakit itu." Ucap Windi sambil mengarahkan pandangan pada rumah sakit.


"Oh..." Marvel mengangguk paham. "Maaf jika saya lancang, tapi apakah saya boleh tahu ayah anda sakit apa?" Tanya Marvel.


"Maaf sudah membuat anda bersedih, Nona." Ucap Marvel yang dapat melihat kesedihan di balik senyuman Windi.


"Agh, tidak masalah." Jawab Windi. "Oh ya, Tuan, maaf, saya harus pamit dulu karena saya sudah cukup lama meninggalkan ayah saya sendiri di ruangannya." Ucap Windi.


"Baiklah kalau begitu. Semoga kita dapat bertemu lagi." Ucap Marvel dengan tersenyum tampan.


Windi dibuat tertegun sesaat melihat senyuman Marvel yang terlihat tulus di matanya. Windi pun buru-buru berlalu dari hadapan Marvel setelah membalas senyuman Marvel sejenak.


"Ada apa dengannya, kenapa dia berjalan terburu-buru?" Tanya Marvel merasa bingung melihat pergerakan Windi.


Marvel pun memilih membiarkan Windi berjalan semakin jauh darinya tanpa berniat mengikutinya lagi.


"Baiklah, ini baru awal. Besok aku akan menemuinya lagi." Ucap Marvel dengan tersenyum. Setidaknya kini langkahnya mendekati Windi sudah terbuka melihat Windi memberikan respon baik pada dirinya. Baru saja Marvel hendak melangkah kembali menuju mobilnya, langkahnya sudah terhenti saat mendengar notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya.


Ting


Ting


Dua notifikasi pesan masuk yang ternyata dari Dara membuat Marvel segera membuka isi pesan Dara.


"Hasil pemeriksaan Amri?" Gumam Marvel membaca nama dokumen yang dikirimkan Windi. "Apakah ini adalah hasil pemeriksaan Ayah Windi?" Gumam Marvel lagi lalu membuka dokumen. Setelah membaca sekilas hasil pemeriksaan Ayah Windi, Marvel pun membaca pesan kedua Kak Dara yang memintanya untuk datang menemuinya besok pagi ke ruangannya.


"Ada apa ini? Apa ada informasi penting yang ingin Kak Dara sampaikan padaku?" Tanya Marvel. Karena tidak mungkin Dara meminta menemuinya jika tidak ada sesuatu yang penting yang ingin dijelaskan padanya dan tidak bisa dibicarakan lewat ponsel saja.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.