
Setelah masuk ke dalam supermarket, Dio tak lagi melihat keberadaan wanita yang tadi dilihatnya. "Kemana wanita itu?" Gumamnya bertanya-tanya. Dio pun mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan wanita yang tadi ia lihat namun tak kunjung mendapatkannya.
"Apa dia hantu sehingga bisa hilang begitu saja?" Ucapnya lagi merasa kesal. Karena tak kunjung melihat keberadaan wanita yang ia yakini sebagai karyawan supermarket, Dio pun memilih melanjutkan niatnya untuk mencari barang-barang kebutuhannya yang sudah habis di apartemen.
Setelah mendapatkan apa saja yang ia butuhkan dan hendak membayar semua barang belanjaannya, Dio dibuat terkejut melihat wanita yang tadi dicarinya kini tengah melayani pembeli yang hendak membayar.
"Aku rasa dia benar-benar hantu." Ucap Dio pelan. Tak lama mengantri untuk membayar, tibalah gilirah Dio untuk membayar. Pria itu dengan penuh percaya diri menyerahkan barang belanjaannya pada wanita yang sejak tadi ia cari. Berharap wanita itu akan terpesonaa padanya seperti banyaknya wanita pada umumnya yang sering ia jumpai.
Namun apa yang Dio dapat tak sesuai dengan kenyataan, wanita itu terlihat biasa saja melayaninya bahkan tak terlihat raut memuja di wajahnya padanya.
"Agh, sial sekali. Baru kali ini ada wanita yang tidak terpesona padaku." Komentar Dio dalam hati.
"Semuanya 316.000, Tuan." Ucapnya pada Dio.
Dio tersadar dari lamunannya lalu mengeluarkan empat lembar uang cash dari dalam dompetnya.
"Tarima kasih." Wanita itu mengatupkan kedua tangannya seraya tersenyum paksa pada Dio.
"Sama-sama." Jawab Dio sedikit ketus lalu mengambil barang belanjaannya. Entah mengapa saat ini pria itu terlihat begitu kesal karena ada wanita yang mengacuhkannya. Namun kekesalan itu sirna begitu saja saat mengingat salah satu sahabatnya. "Menarik." Ucapnya penuh maksud. Dio pun berjalan keluar dari dalam supermarket dengan senyuman penuh arti di wajahnya.
*
Keesokan harinya, Dio nampak berjalan penuh percaya diri memasuki perusahaan Marvel. Beberapa karyawan yang sudah sangat mengenali siapa Dio nampak tersenyum malu pada Dio yang tengah tebar pesona pada mereka.
"Lihatlah aku, siapa yang dapat menolak pesonaku." Ucap Dio merasa bangga dengan ketampanan yang ia miliki yang selalu bisa memikat setiap wanita yang melihatnya.
"Sedang apa kau di perusahaanku?" Suara Marvel yang tiba-tiba terdengar dari belakang tubuhnya menghentikan aksi tebar pesona Dio.
"Marvel? Kenapa kau ada di sini?" Tanya Dio.
"Maksudku kenapa kau ada di sini bukan di dalam ruangan kerjamu?" Tanya Dio lagi.
"Aku baru saja pulang dari pertemuan dengan salah satu klien." Jawab Marvel. "Sekarang katakan, angin apa yang membawamu datang ke sini?" Tanya Marvel.
"Angin yang berhembus cukup kencang." Jawab Dio asal lalu memencet tombol lift khusus petinggi perusahaan.
"Minggir, ini lift untukku." Ketus Marvel karena Dio menghalangi tubuhnya.
"Dan harus kau ingat jika ini juga lift untukku." Jawab Dio tanpa rasa malu.
Marvel mendengus dan memilih mengalah pada Dio. Ia membiarkan Dio masuk lebih dulu ke dalam lift diikuti dirinya setelahnya.
"Sekarang katakan, apa niatmu datang ke perusahaanku? Apa kau datang untuk menambah beban pikiranku?" Tanya Marvel.
"Tentu saja tidak. Sebagai teman yang baik untukmu, aku datang untuk menawarkan solusi untuk masalahmu saat ini." Jawab Dio penuh arti.
"Solusi seperti apa yang kau maksud?" Tanya Marvel cukup penasaran dengan maksud ucapan Dio.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.