Queenara

Queenara
Mendapatkan restu



"Calon menantu?" Amri dibuat sedikit tergagap sangking terkejutnya mendengarkan ucapan Marvel.


Marvel mengangguk dengan senyuman yang tak luntur di wajah tampannya.


"Maksudmu bagaimana anak muda?" Tanya Amri mencoba memastikan.


"Panggil saja saya Marvel, Ayah mertua." Ucap Marvel mengganti nama panggilannya.


"Emh, ya. Maksud anda seperti apa nak Marvel?" Tanya Amri lagi.


"Saya adalah calon menantu dari anak Ayah mertua yaitu Windi." Ucap Marvel.


"A-apa?" Amri semakin dibuat terkejut.


"Maaf jika ucapan saya membuat anda terkejut, Tuan." Ucap Marvel melihat keterkejutan di wajah Amri.


"Tidak begitu, nak. Maksudmu kau adalah kekasih Windi?" Tanya Amri.


"Saya bukan kekasih Windi, Ayah. Tapi saya adalah pria yang akan meminang Windi menjadi istri saya." Ucap Marvel.


Amri diam dan mencoba mencerna maksud ucapan Marvel.


Melihat Amri yang terdiam dan belum paham maksud ucapannya membuat Marvel melanjutkan ucapannya. "Saya dan Windi sebelumnya memang tidak pernah menjalin sebuah hubungan, Ayah. Saya baru mengenal Windi, begitu pun sebaliknya. Walau baru sebentar mengenalnya, tapi saya sudah dapat merasakan jika putri Ayah adalah wanita yang baik dan hebat. Maka dari itulah saya berniat untuk menikahinya." Ucap Marvel.


"Apa? Tapi kenapa Windi tidak pernah menceritakan tentang dirimu pada saya?" Tanya Amri.


"Mungkin saja karena Windi masih ragu dengan perasaannya, Ayah." Jawab Marvel seadanya. Kali ini ia tidak perduli karena bersikap nekad dengan menemui ayah Windi dan mengungkapkan niat baiknya pada Ayah Windi. Yang jelas ia tidak ingin mengulur waktu lama untuk menjadikan Windi menjadi istrinya. Terlebih, Marvel tadi malam mendapatkan telefon jika Ayah Windi harus segera mendapatkan penanganan atas penyakitnya.


Marvel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Saya harap Ayah bersedia untuk menyerahkan Windi menjadi istri saya." Ucap Marvel penuh harap.


Amri dapat melihat ketulusan dari wajah Marvel saat berbicara padanya. "Semuanya saya serahkan pada putri saya. Jika Windi bersedia menjadi istrimu, maka saya juga bersedia menikahkannya denganmu." Jawab Amri.


Marvel tersenyum mendengarnya. Ia meraih sebelah tangan Amri lalu menggenggamnya. "Saya tidak bisa menjanjikan apa pun pada Ayah. Yang pasti saya akan berjuang sekuat dan semampu saya untuk selalu membahagiakan Windi." Ucap Marvel.


Kedua bola mata Amri nampak berkaca-kaca mendengar ucapan yang terdengar tulus keluar dari mulut Marvel. Ia tidak menyangka jika secepat ini seorang pria akan datang kepadanya untuk meminta putrinya menjadi istrinya.


"Jika kau bersungguh-sungguh ingin memiliki putri saya maka jangan sekali pun kau berniat menyakitinya." Pesan Amri.


"Saya akan berusaha untuk itu, Ayah. Saya meminta Windi menjadi istri saya bukan untuk saya sakiti hatinya." Ucap Marvel yakin.


Amri menghembuskan nafas bebas di udara. Badannya yang sejak tadi terasa berat akibat rasa sakit dalam tubuhnya perlahan terasa ringan setelah mendengar ucapan Marvel.


Percakapan dua orang pria berbeda generasi itu terus berlanjut hingga akhirnya Marvel berpamitan untuk berangkat bekerja. Marvel bahkan tidak mengatakan siapa jati dirinya pada Ayah Amri agar Ayah Amri tidak merasa merendah dengan perbedaan di antara mereka.


"Windi... aku sudah berhasil mendapatkan restu dari Ayahmu. Dan sekarang aku hanya bisa menunggu sampai kau menghubungiku dan mengatakan jika kau bersedia menjadi istriku." Ucap Marvel sambil terus berjalan meninggalkan ruangan rawat Ayah Amri.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.