Queenara

Queenara
Demi kebahagiaan ayah



"Bukankah gadis kecil itu adalah gadis yang kemarin dibawa Tuan Marvel ke supermarket?" Gumam Windi. "Mereka terlihat dekat sekali. Apa gadis kecil itu keponakannya? Tapi... dia kan anak tunggal." Lanjut Windi kemudian bertanya-tanya.


Di tengah kesibukan Windi yang sedang menatap-natap foto di dalam ruangan kerja Marvel, di ruangan berbeda tepatnya di dalam ruangan rapat, Marvel terlihat menatap pada Jhoni yang baru saja memasuki ruangan rapat.


Jhoni terlihat berjalan mendekat pada Marvel lalu menjatuhkan bokongnya di kursi yang bersebelahan dengan Marvel.


"Bagaimana, apa dia sudah berada dalam ruanganku?" Tanya Marvel.


"Sudah, Tuan. Saya sudah meminta Nona untuk menunggu Tuan selesai rapat." Jawab Jhoni.


Marvel mengangguk paham. Marvel dan Jhoni pun kembali melanjutkan rapat mereka dengan rekan bisnis mereka. Dan sesuai apa yang Jhoni katakan, lima belas menit kemudian rapat pun berakhir. Marvel dan Jhoni mengantarkan rekan bisnis mereka hingga sampai di depan lift. Setelah mengucapkan salam perpisahan dan memastikan rekan bisnis mereka masuk ke dalam lift khusus karyawan, Marvel dan Jhoni pun masuk ke dalam lift petinggi perusahaan yang akan mengantarkan mereka ke lantai teratas perusahaan.


Ceklek


Suara pintu yang terdengar terbuka dari luar menghentikan kegiatan Windi yang sedang berbalas pesan dengan Alisa. Windi segera bangkit dari duduknya saat melihat Marvel dan Jhoni masuk ke dalam ruangan.


"Apa anda sudah lama menunggu saya, Nona?" Tanya Marvel sambil tersenyum manis pada Windi.


Windi menggelengkan kepalanya. Ia hanya membalas senyuman Marvel dengan senyuman tipis di wajahnya. Marvel pun melangkah mendekat pada Windi. Marvel pun mengulurkan tangannya pada Windi yang dibalas cepat oleh Windi untuk berjabat tangan.


"Ayo duduk kembali, Nona." Ajak Marvel.


Windi mengiyakannya dan duduk kembali di atas sofa.


"Apa masih ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Tanya Jhoni pada Marvel.


Marvel menggelengkan kepalanya. "Tidak ada. Sekarang kau boleh keluar." Ucap Marvel.


"Saya senang karena akhirnya anda datang menemui saya, Nona." Ucap Marvel sekedar basa-basi.


Windi hanya diam dengan wajah berubah datar. Ia pun menghela nafas sesaat sebelum angkat bicara.


"Apa maksud dan tujuan anda datang menemui ayah saya bahkan mengatakan anda adalah calon suami saya?" Tanya Windi.


Marvel tersenyum mendengar pertanyaan Windi. "Tentu saja tujuan saya datang untuk melamar anda dan memperkenalkan diri pada ayah mertua saya." Jawab Marvel seadanya.


"Anda jangan main-main, Tuan. Apa anda tahu karena ucapan anda ayah saya menjadi berharap jika saya segera menikah? Apa anda sadar dengan efek kedatangan anda itu?" Cecar Windi.


"Hal itulah yang saya harapkan, Nona. Saya berbarap ayah anda segera meminta kita untuk menikah sesuai dengan keinginan saya."


Windi dibuat geram mendengarnya. "Tapi saya tidak mau menjadi istri anda, Tuan. Bukankah saya sudah menolak tawaran anda malam itu?" Tanya Windi mencoba menahan rasa geramnya pada Marvel.


"Saya tidak lupa dengan itu. Tapi menurut saya anda bisa mempertimbangkan ajakan saya ini demi kebahagiaan ayah anda." Ucap Marvel dengan wajah berubah serius. "Saya tahu anda bukanlah wanita egois yang tidak mementingkan kebahagiaan ayah anda. Selain dapat membahagiakan ayah anda dengan pernikahan kita, saya juga bisa membantu anda untuk membawa ayah anda berobat ke rumah sakit yang lebih baik dari saat ini." Ucap Marvel yang berhasil membuat Windi terdiam.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.