Queenara

Queenara
Melajang hingga tua



Queen tersenyum lalu menjawab. "Ya. Saya bersedia." Jawabnya dengan yakin.


Kevin menghela nafas lega lalu menatap Queen dengan tatapan penuh cinta.


Semua orang yang berada di dalam ruangan nampak megucapkan syukur setelah mendengar jawaban dari Queen.


Tak lama, kedua keluarga Kevin dan Queen mulai berdiskusi menentukan waktu pernikahan Queen dan Kevin. Dan sesuai percakapan Kevin dan Papa Adam beberapa hari yang lalu, pernikahan Queen dan Kevin akan dilaksanakan sebelum Riri menikah dengan Mirza. Dan betapa terkejutnya Queen saat keluarga Kevin meminta pernikahan mereka dilakukan dalam waktu satu bulan lagi.


"Baiklah, kalau begitu saya setuju. Satu bulan lagi pernikahan akan dilaksanakan." Jawab Papa Adam yang membuat Queen semakin terkejut mendengarnya.


"Selamat, Kev, akhirnya kau berhasil melamar Queen kembali menjadi istrimu."


Daniel menepuk pelan pundak Kevin setelah acara lamarannya selesai.


Kevin menatap Daniel dengan tersenyum tipis. "Terimakasi. Ini semua tidak lepas dari bantuan dan dukungan kalian selama ini." Jawab Kevin.


Daniel mengangguk.


"Walau pun begitu, perjuanganmulah yang lebih banyak mengantarkanmu kembali bersama Queen." Timpal Marvel.


"Tentu saja. Akhirnya perjuangan Kevin selama ini membuahkan hasil yang maksimal." Jawab Dio.


Marvel dan Dio saling pandangan lalu bertepuk tangan bersamaan.


"Jadi kapan kalian akan menyusul aku dan Daniel?" Cibir Kevin.


"Eh, bagaimana?" Marvel pura-pura tak mendengar pertanyaan Kevin.


"Kapan kau dan Dio melepas masa lajang kalian? Apa kalian ingin menjadi bujang lapuk sampai tua?" Jawab Daniel sedikit mencibir.


Marvel mendengus. "Aku tidak berminat untuk serius dengan seorang wanita karena hanya akan membuat kepala pusing." Jawab Marvel acuh.


Dio tertawa mendengarnya. "Jika kau ingin menjadi bujang lapuk jangan pernah mengajakku karena aku tidak akan berminat." Ucap Dio.


"Siapa juga yang ingin mengajakmu." Sembur Marvel.


Dio tertawa-tawa. "Bagaimana pun juga aku masih bisa setia dengan satu wanita yang aku yakini akan menjadi istriku kelak." Ucapnya mengingat kekasih hatinya yang kini berada di luar negeri.


Lidah Marvel berdecak. "Kau terlalu yakin padanya. Aku bahkan tidak yakin dia bisa setia padamu di sama." Ucap Marvel.


"Ya, ya, terserah kau saja." Ucap Marvel tak ingin berdebat. Di antara mereka berempat memang hanya ialah yang belum memikirkan untuk menikah. Menurutnya menikah hanya akan membuat hidupnya menjadi tidak leluasa seperti saat ini dan menjadi rumit setelah melihat kehidupan Daniel dan Kevin setelah merasakan yang namanya cinta dan pernikahan.


"Biarkan saja dia melajang seumur hidupnya." Ucap Daniel dengan tersenyum sinis pada Marvel.


"Aku bahkan sedang mempertimbangkan apa yang kau katakan." Kelakar Marvel.


Kevin dan Dio menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Marvel.


"Berarti untuk ke depannya kau hanya akan mengencani para wanita tanpa berniat membawa mereka ke jenjang serius?" Tanya Daniel.


"Ya, seperti yang kau pikirkan." Ucap Marvel lalu tertawa.


"Sudahlah, dari pada mendengarkan ucapan Marvel, lebih baik sekarang kita menemui Queen dan yang lainnya." Ajak Dio.


"Kau benar. Aku ingin menemui calon istriku lebih dulu." Ucap Kevin lalu berjalan ke arah Queen yang sedang berbincang dengan Riri dan Naina.


"Sepertinya aku ingin menemui istriku juga." Ucap Daniel lalu mengikuti Kevin.


"Sepertinya asik juga jika sekarang menelefon kekasihku yang jauh di sana dari pada menyusul Daniel dan Kevin." Ucap Dio lalu meninggalkan Marvel.


"Mereka sungguh menyebalkan!" Sungut Marvel. "Lebih baik aku menyusul Zeline yang sedang bermain dengan Ziko dan Boy saja." Putusnya tak ingin berdiri sendiri.


Marvel pun segera melangkah ke arah Zeline untuk bergabung bersama mereka. Terlihat di sana ada Farhan dan Fahri yang turut bergabung dengan Zeline dan yang lainnya.


"Kenapa Om ikut berkumpul bersama kami? Apa Om mau ikut ke dalam genk kami?" Tanya Farhan dengan ketus.


"Tentu saja Om datang ke sini untuk ikut bermain bersama kalian sebelum pulang dari rumah ini." Jawab Marvel dengan santai.


"Apa Om tidak malu berkumpul dan bermain bersama anak-anak seperti kami?" Timpal Fahri dengan tatapan mengejeknya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.