
"Tapi ingat jika aku ingin mengenalnya lebih dulu dan bukan berarti aku mau menerimanya begitu saja. Aku tidak ingin terjebak menikah dengan wanita yang salah." Tekan Marvel.
"Kau tenang saja. Lagi pula aku juga tidak membuangmu ke sarang buaya." Balas Dio.
Marvel mendengus mendengarnya. Walau acap kali dibuat naik darah oleh Dio, namun Marvel tetap bersabar menghadapinya mengingat tingkah mereka berdua hampir sama.
"Sekarang pulanglah ke habitatmu karena aku ingin melanjutkan pekerjaanku." Usir Marvel. Karena jika Dio terlalu lama berada di perusahaannya akan membuatnya lambat mengerjakan pekerjaannya.
"Kau mengusirku?" Dio memasang wajah sedihnya.
"Ya, aku mengusirmu." Ketus Marvel.
Dio masih memasang wajah sedih lalu bangkit dari duduknya. "Walau aku merasa sedih karena kau mengusirku, namun aku tetap senang karena kau mau menerima tawaran dariku." Ucap Dio lalu tersenyum lebar.
"Terlalu banyak drama." Ucap Marvel ketus namun berbeda dengan hatinya yang merasa bersyukur memiliki sahabat seperti Dio dan yang lainnya yang selalu membantunya dalam keadaan sesulit apa pun.
"Kau..." Dio membuang muka lalu merapikan bajunya yang tidak berantakan. Setelahnya ia berjalan ke arah pintu ruangan sambil bersiul-siul. "Sampai jumpa nanti malam, Sayang." Ucapnya dengan mendayu.
"Cih." Marvel berdecih lalu bergedik ngeri mendengar ucapan Dio. "Aku masih normal." Pekiknya merasa geli.
Dio tertawa-tawa setelah berada di luar ruangan Marvel.
"Tuan Dio?" Sekretaris Marvel menyapanya.
Dio memasang wajah coolnya. "Kau cantik." Ucapnya yang membuat wanita itu tersenyum malu mendengarnya. "Namun sayang kau sudah mau menikah sehingga kau telah masuk ke dalam daftar hitam wanita yang ingin aku nikahi." Kelakar Dio lalu berjalan meninggalkan meja sekretaris Marvel.
"Tuan Dio tau aku akan menikah?" Wanita itu berwajah masam mendengar Dio sudah mengetahui statusnya saat ini.
*
Masuk ke dalam perusahaan Kevin, Dio sudah disambut dengan tatapan memuja karyawan wanita Kevin yang sedang berlalu lalang di lobby perusahaan.
"Ehem." Dio berdehem menjawab sapaan karyawan wanita Kevin. Saat ini ia merasa di atas awan karena para wanita nampak begitu memuja ketampanan yang ia miliki.
"Untung saja Marvel tidak ikut denganku hingga hanya aku yang dipuja-puja saat ini." Gumam Dio merasa senang. Dan seperti biasanya, Dio menuju ruangan Kevin berada menggunakan lift khusus petinggi perusahaan.
Setelah keluar dari dalam lift, Dio kembali memasang wajah coolnya karena sedang berjalan ke arah sekretaris Kevin berada.
"Apa Kevin ada di dalam ruangan kerjanya?" Tanya Dio setelah mengedipkan sebelah matanya.
Sekretaris Kevin mengangguk malu karena kini wajah Dio sangat dekat dengan wajahnya. Dio pun menjauhkan wajahnya lalu mengucapkan terima kasih pada sekretaris Kevin. Setelahnya ia masuk begitu saja ke dalam ruangan kerja Kevin tanpa mengetuk pintu.
"Kenapa tidak ada orang?" Gumam Dio saat tak melihat siapa pun di dalam ruangan Kevin. "Apa dia berbohong padaku?" Tanya Dio tertuju pada sekretaris Kevin. Dio hendak keluar kembali dari dalam ruangan dan mempertanyakan kembali keberadaan Kevin, namun baru saja ia hendak keluar dari dalam ruangan, langkahnya sudah terhenti saat mendengar suara de-sahan yang berasal dari dalam ruangan kamar pribadi Kevin.
"Apa itu?" Tanya Dio dengan wajah bingung.
Sementara sekretaris Kevin terlihat menepuk jidatnya saat melupakan perintah Kevin untuk tidak menerima tamu karena Queen ada di dalam ruangan kerjanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.