Queenara

Queenara
Membersihkan diri lebih dulu



Naina mengaminkannya. Ia cukup merasa prihatin pada Boy yang tengah kesakitan di umurnya yang masih menginjak dua tahun saat ini.


"Jadi benar jika kemarin anak-anak memakan es krim terlalu berlebihan?" Tanya Naina.


"Seperti yang kau katakan. Hanya saja putri kita yang terlalu banyak menghabiskan beberapa cup es krim." Jawab Daniel.


Naina menatap ke arah putrinya yang masih menangis. Ia meletakkan telapak tangannya di kening Zeline.


"Badan Zel panas?" Tanya Daniel.


Naina mengangguk. "Efek terlalu banyak makan es krim juga membuatnya demam." Jawab Naina.


Daniel hanya bisa menghela nafas berat melihat keadaan putri nakalnya saat ini.


"Maafkan Zel, Papah..." lirih Zeline. Ia cukup merasa bersalah karena telah membuat kedua orang tuanya cemas seperti saat ini. "Papah jangan marah." Zel mulai terisak-isak.


"Papa tidak marah, Sayang. Papa hanya cemas melihat Zel sakit seperti saat ini. Jika papa bisa membalikkan keadaan, biar Papa saja yang merasakan sakitnya." Tutur Daniel lembut.


Naina berkaca-kaca. Ia meraih sebelah tangan Daniel untuk ia genggam. "Zel pasti baik-baik saja." Ucap Naina mengerti kecemasan Daniel saat ini. Zeline adalah putri kesayangannya. Sudah pasti Daniel merasa sakit melihat putrinya kesakitan seperti saat ini.


"Semoga saja besok keadaanya sudah membaik." Balas Daniel sambil mengusap kepala Naina dengan tangannya yang bebas.


Naina mengangguk mengiyakan.


"Sebaiknya sekarang kau istirahat. Biarkan aku yang menjaga Zeline." Titah Daniel.


Naina menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa tidur melihat putriku sakit seperti saat ini." Balasnya lemah.


"Sayang..." Daniel berjongkok. "Kau harus istirahat. Ingatlah, besok pagi kau harus pulang untuk menemui Ziko. Kau membutuhkan tenaga untuk menjaga Ziko kembali." Tutur Daniel memberi pengertian.


Naina menghela nafas berat. Hampir saja ia melupakan jika ada putra kecilnya yang juga membutuhkan perhatian darinya. Akhirnya Naina pun menyetujui untuk tidur sebentar dan membiarakan Daniel mengambil alih untuk menjaga Zel. Untung saja setelah Naina memilih untuk tidur, Zel pun ikut tertidur.


"Selamat tidur princess Papa. Semoga setelah bangun nanti penyakit dalam tubuhmu sudah hilang." Lirih Daniel lalu mengecup sayang kening putrinya. Daniel memilih tetap duduk di sebelah putrinya untuk menjaga Zel yang sedang tertidur. Tak lupa ia menyempatkan menatap pada istrinya yang tertidur di atas sofa.


"Jangan menyalahkan dirimu. Kau adalah ibu yang hebat. Dan aku selalu bangga bisa memilikimu dan menjadikanmu ibu dari anak-anakku." Gumam Daniel. Ia mengetahui jika saat ini Naina mulai menyalahkan dirinya sendiri karena lalai menjaga Zeline hingga membuat putrinya sakit seperti saat ini.


*


"Kenapa Mama memberikan baju ganti untuk kami?" Tanya Queen.


"Sebaiknya kau dan Kevin membersihkan diri lebih dulu." Ucap Mama Lita lembut.


Queen menatap pada Kevin dengan wajah bingung. Kevin membalas tatapan Queen dengan intens. Pandangannya tiba-tiba saja tertuju pada sesuatu yang nampak memerah di leher Queen.


Kevin menghela nafasnya. Ia mengetahui dengan jelas penyebab jejak merah di leher Queen saat ini dan siapa pelakunya. Ia mengalikan pandangan pada Mama Lita yang tengah tersenyum padanya.


Kini ia paham kenapa Mama Lita meminta mereka untuk membersihkan tubuh lebih dulu. Sepertinya Mama Lita tahu jika mereka belum sempat membersihkan diri setelah percintaan mereka berlangsung cukup lama.


"Biar Mama yang menjaga Boy." Ucap Mama Lita.


"Sayang?" Queen menatap bingung pada Kevin.


"Sudahlah... sebaiknya kita membersihkan tubuh lebih dulu." Ucap Kevin tanpa menjawab kebingungan di wajah Queen saat ini.


"Apa kita mandi berdua?" Tanya Queen.


"Sepertinya begitu lebih cepat." Jawab Kevin.


Queen mengangguk saja. Walau merasa canggung dan malu karena ada Mama Lita di antara mereka, namun Queen tetap melakukannya karena tak ingin terlalu lama meninggalkan putranya. Lagi pula mereka akan mandi di ruangan khusus yang sudah disewa Kevin untuk tempat istirahat Mama Lita dan Papa Adam.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.