Queenara

Queenara
Tidak seperti yang terlihat



"Ya. Kasihan sekali dia. Di umurnya yang masih muda dia harus berjuang sendirian untuk hidupnya dan hidup ayahnya." Ucap Dio.


Marvel tak mengalihkan tatapannya dari dalam ruangan Ayah Windi dirawat. "Apa dia tidak memiliki keluarga lain selain ayahnya?" Tanya Marvel.


Dio menggeleng walau Marvel tak akan melihat pergerakannya. "Ibunya telah lama tiada sejak Windi masih berusia lima tahun. Dan semenjak kematian Ibunya, Ayah Windi memutuskan untuk tidak menikah lagi dan merawat Windi dengan baik." Jawab Dio.


"Keluarga yang lainnya?" Tanya Marvel lagi.


"Dia tidak memiliki keluarga lain di kota ini." Jawab Dio.


Marvel mengangguk paham. "Aku tidak menyangka di zaman seperti ini Ayahnya memutuskan tidak menikah lagi." Ucap Marvel merasa takjub dengan pendirian Ayah Windi yang hanya ingin fokus merawat Windi hingga dewasa.


"Ya seperti itulah. Rasa cintanya yang terlalu besar pada Ibu Windi membuatnya memutuskan untuk tidak menikah lagi dan merawat Windi." Ucap Dio.


Marvel menjauhkan tubuhnya dari depan pintu ruangan perawatan Windi. Ia pun berjalan ke arah kursi tunggu. Melihat pergerakannya, Dio pun sontak mengikutinya.


"Kau pasti tidak menyangka bukan, di balik sikap ceria Windi menyimpan luka begitu dalam?" Tanya Dio.


Marvel hanya diam saja namun di dalam hatinya ia mengiyakan ucapan Dio. Keheningan pun mulai menyelimuti mereka saat Marvel memilih diam dan larut dalam pemikirannya saat ini.


Untuk masalah seperti ini, Marvel memang begitu lemah. Ia sangat tidak tega melihat seorang wanita yang terlihat tegar di luar ternyata menyimpan luka dan beban yang berat di pundaknya.


"Bagaimana dengan biaya pengobatan Ayahnya? Apa ada kendala?" Tanya Marvel.


"Untung saja orang yang menabrak Ayah Windi memiliki tanggung jawab yang begitu besar hingga mau mengobati seluruh biaya pengobatan sampai saat ini." Terang Dio.


Marvel mengangguk-anggukkan kepalanya. "Siapa orang yang telah menabrak Ayahnya?" Tanya Marvel.


Marvel kembali mengangguk. "Jika dia tidak ada, siapa yang menjaga ayahnya?" Tanya Marvel.


"Ada perawat yang Windi percayakan untuk menjaga Ayahnya. Lagi pula di rumah sakit seperti ini tidak mungkin mereka membiarkan pasiennya tinggal seorang diri bukan." Ucap Dio.


"Kau benar. Apa kau mengetahui informasi tentang Ayah wanita itu dari Kak Dara?" Tanya Marvel.


Dio menggeleng. "Tentu saja tidak. Aku tidak ingin cari masalah jika Kak Dara mengetahuinya. Dia bisa saja tidak sengaja mengatakan apa niat kita pada Mama Hasna dan Mama Hasna bercerita pada Mama Belinda." Jawab Dio.


Marvel terkekeh mendengarnya. Apa yang Dio katakan benar. Mereka harus lebih berhati-hati mencari informasi tentang Windi agar rencana mereka tidak diketahui lebih dulu dari orang sekitar kecuali teman dekat mereka.


Ceklek


Suara pintu ruang perawatan Ayah Windi yang tiba-tiba saja terbuka dari dalam membuat Dio dan Marvel kalang kabut.


Dio segera menaikkan kaca mata hitamnya lalu menyenggol Marvel agar segera melakukan apa yang ia lakukan. Untung saja Windi belum sempat melihat ke arah mereka hingga keberadaan mereka tidak diketahui oleh Windi.


Di depan pintu ruangan, Windi menatap pada dua orang pria yang terlihat aneh di matanya saat ini. "Siapa mereka? Apa mereka seorang detektif?" Tanya Windi sambil menatap pada Marvel dan Dio yang terlihat tengah bersikap seperti patung.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.